Pengukuran Debit Air
Pengukuran Debit Air
Pengukuran Debit Air
Disusun Oleh :
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GARUT
2022
BAB I
PENDAHULUAN
Pengukuran debit dilakukan dengan maksud untuk mendapatkan debit sesaat. Data
pengukuran debit yang diperoleh dari suatu pos duga air pada kondisi muka air rendah,
muka air sedang, dan muka air tinggi selanjutnya digunakan untuk pembuatan grafik
hubungan antara tinggi muka air dengan debit (Rating Curve-Lengkung Aliran).
Penggunaan metode, peralatan, dan pemilihan lokasi pengukuran sangat berpengaruh pada
kualitas data pengukuran.
Ada beberapa metode pengukuran debit yang sering digunakan baik pengukuran langsung
maupun pengukuran tidak langsung, demikian pula peralatan yang digunakan. Pelaksanaan
pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka ini merupakan cara langsung
menggunakan alat ukur arus dan pelampung.
LANDASAN TEORI
Debit aliran merupakan satuan untuk mendekati nilai-nilai hidrologis proses yang terjadi di
lapangan. Kemampuan pengukuran debit aliran sangat diperlukan untuk mengetahui
potensi sumberdaya air di suatu wilayah DAS. Debit aliran dapat dijadikan sebuah alat
untuk memonitor dan mengevaluasi neraca air suatu kawasan melalui pendekatan potensi
sumber daya air permukaan yang ada. Pengukuran debit air dapat dilakukan dengan
mengukur kecepatan aliran air pada suatu wadah dengan luas penampang area tertentu.
Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk pengukuran kecepatan aliran air
pada sungai atau alur antara lain: Area-velocity method, Tracer method, Slope area
method, Weir dan flume, Volumetric method Area. Kecepatan aliran dapat diukur dengan
metode : metode current-meter dan metode apung. Kemudian distribusi kecepatan aliran di
dalam alur tidak sama pada arah horisontal maupun arah vertikal.
BAB III
METODOLOGI
Q=AxV
A=dxl
d= = =
l=
V=
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
Δt = = =
V= m/s
= 2,20 x 1.000
= 2.200
Pengukuran debit dilakukan pada area saluran terbuka di daerah Samarang Kab. Garut,
untuk mengukur suatu debit air pada saluran terbuka pada daerah tersebut menggunakan
kedalaman area saluran terbuka, panjang hulu ke hilir dan lebar area saluran terbuka
dengan menggunakan alat meteran yang disediakan. untuk mengetahui kecepatan debit
maka harus menentukan kecepatan arus saluran terbuka yang didapat dari panjang sungai
dan arus sungai. Kemudian untuk menghitung penampang nilai tersebut didapat dari nilai
kedalaman sungai dan lebar sungai. Setelah penghitungan penampang dan kecepatan arus
didapat maka kecepatan debit pada area saluran terbuka tersebut dapat ditentukan.
50
Pada tabel diatas merupakan hasil perhitungan keseluruhan untuk menentukan kecepatan
debit pada saluran terbuka di daerah Samarang Kab. Garut Kota.
BAB V
PENUTUP
Lampiran
Daftar Pustaka
Finawan, A., & Mardiyanto, A. (2011). Pengukuran debit air berbasis mikrokontroler
AT89S51. Jurnal litek, 8(1), 28-31.
Indonesia, S. N., & Nasiional, B. S. (2015). Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan
saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung. Jakarta Badan Stand. Nas.