Kondisi Sosial Ekonomi Dan Nilai Tukar Nelayan Di Desa Sanur Kaja, Denpasar, Bali

Download as pdf or txt
Download as pdf or txt
You are on page 1of 7

Current Trends in Aquatic Science VI(2), 105-111 (2023)

Kondisi Sosial Ekonomi dan Nilai Tukar Nelayan di Desa


Sanur Kaja, Denpasar, Bali
Ika Setiarini a*, I Wayan Restu a, I Wayan Darya Kartika a
a Program studi Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali-
Indonesia

* Penulis koresponden. Tel.: +62-821-4547-0986


Alamat e-mail: [email protected]

Diterima (received) 18 April 2023; disetujui (accepted) 12 Juli 2023; tersedia secara online (available online) 14 Agustus 2023

Abstract

Important aspects that affect the level of welfare and the economy of fishermen are the socio-economic conditions and
exchange rates of fishermen. The purpose of this study was to determine the socio-economic conditions and exchange
rates of fishermen in the Sanur Kaja Village. Primary data was obtained based on observations, interviews, and
questionnaires on respondents (samples) by purposive sampling, which includes data on social aspects (age,
education, number of family dependents, and variety of jobs) and data on economic aspects (fishery income, expenses,
and non-fishery income). All data were analyzed using a qualitative and quantitative approach, namely data analysis
for calculating Fishermen's Exchange Rates (NTN). Based on the data obtained, the age range of fishermen is 28 years
to 61 years, with varying levels of education ranging from not having finished elementary school, elementary school,
junior high school, high school, and Diploma to Bachelor with the number of family dependents ranging from 1 to 6
people. The income earned varies from < IDR. 200,000 to IDR. 750,000 with expenses starting from IDR. 100,000 to IDR.
200,000 on 1 time went to sea. Based on the calculation results, the NTN is above 1, which is 1.59. With NTN above 1,
this means that fishermen are said to be able to fulfill their basic needs.

Keywords: Sanur Kaja Village; Social Economic Condition; Fisherman’s Exchange Rate

Abstrak

Aspek penting yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan dan perekonomian nelayan yaitu kondisi sosial ekonomi
dan nilai tukar nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi dan nilai tukar
nelayan di Desa Sanur Kaja. Data primer diperoleh berdasarkan observasi, wawancara dan kuisioner terhadap
responden (sampel) secara purposive sampling, yaitu meliputi data aspek sosial (umur, pendidikan, jumlah
tanggungan keluarga, dan keragaman pekerjaan) dan data aspek ekonomi (pendapatan perikanan, pengeluaran, dan
pendapatan non perikanan). Keseluruhan data dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yaitu analisis
data perhitungan Nilai Tukar Nelayan (NTN). Berdasarkan data yang diperoleh, rentang umur nelayan 28 tahun
hingga 61 tahun, dengan tingkat pendidikan bervariasi mulai dari tidak tamat sekolah dasar, SD, SMP, SMA,
Diploma hingga Sarjana dengan jumlah tanggungan keluarga mulai dari 1 hingga 6 orang. Pendapatan yang
diperoleh bervariasi mulai dari < Rp.200.000 hingga Rp. 750.000 dengan pengeluaran mulai dari Rp. 100.000 hingga
Rp. 200.000 dalam 1 kali melaut. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan NTN di atas 1 yaitu sebesar 1,59.
Dengan NTN di atas 1, hal ini mengartikan bahwa nelayan dikatakan sudah mampu untuk mencukupi kebutuhan
pokoknya.

Kata Kunci: Desa Sanur Kaja; Kondisi Sosial Ekonomi; Nilai Tukar Nelayan

1. Pendahuluan sumber penghidupan. Menurut Sumilat (2014),


yang menyatakan bahwa nelayan selalu
Kehidupan nelayan sangatlah bergantung dari dihubungkan dengan dengan ekonomi yang
keberadaan sumberdaya perikanan sebagai rendah dan kehidupan yang sulit. Kesejahteraan

Curr.Trends Aq. Sci. VI(2): 105-111 (2023)


106 Ika Setiarini dkk.

ini bersifat relatif kerena terikat dengan pesisir dan untuk mengetahui Nilai Tukar Nelayan
pendapatan nelayan. Keterkaitan kesejahteraan di kawasan pantai di Desa Sanur Kaja.
dengan kebutuhan adalah jika kebutuhan telah
terpenuhi maka seseorang dapat dikatakan 2. Metode Penelitian
sejahtera, tetapi kebutuhan bukan merupakan
indikator kesejahteraan (Nalarati et al., 2016). 2.1 Waktu dan Tempat
Tingkat kesejahteraan nelayan sangat dipengaruhi
oleh hasil tangkapan. Selain faktor tersebut ada Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yang
faktor lain yang dapat mempengaruhi pendapatan dimulai pada bulan November sampai Desember
nelayan yaitu seperti umur, pendidikan, 2022. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Pantai
pengalaman kerja dan jumlah anggota keluarga Matahari Terbit, Pantai Bangsal, dan Pantai Segara
yang ditanggung. Ayu, Desa Sanur Kaja, Kecamatan Denpasar
Selatan, Bali.
Menurut Ramadhan et al. (2014), kesejahteraan
nelayan memiliki tolak ukur yaitu dapat dilihat
dari indikator nilai tukar nelayan (NTN), dimana
NTN ini berkaitan dengan pemasukan dan
pengeluaran dari tolak ukur suatu kesejahteraan.
Hal tersebut diduga juga terjadi di hampir
sebagian besar kawasan pantai di Bali, karena
merupakan pusat kegiatan sosial-ekonomi yang
cukup ramai.
Wilayah Sanur merupakan salah satu kawasan
destinasi wisata di Kota Denpasar dengan kondisi
sosial ekonomi yang baik. Hal tersebut diduga
karena Desa Sanur terutama Sanur Kaja memiliki
bentangan garis pantai yang panjang mulai dari
Pantai Matahari Terbit hingga Pantai Karang. Gambar 1. Lokasi Penelitian
Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja
(APB) Desa Sanur Kaja tahun 2022, pendapatan
2.2 Metode Penelitian
asli desa Sanur Kaja mencapai Rp. 488.619.170,11
(APB Desa Sanur Kaja, 2022) yang diduga berasal
Metode penelitian yang digunakan adalah
dari kegiatan sosial ekonomi disetiap luasan
penelitian deskriptif dengan menggunakan
bentangan pantai di daerah tersebut. Pendapatan
pendekatan data yaitu kuantitatif dan kualitatif.
tersebut diduga juga berasal dari sektor perikanan
Deskriptif dilakukan untuk mengetahui kondisi
dan kelautan, karena selain bekerja di sektor
sosial ekonomi nelayan di Desa Sanur Kaja.
pariwisata, Sanur masih memiliki warga yang
Pendekatan data kualitatif adalah pengolahan data
berprofesi sebagai nelayan aktif.
yang dilakukan untuk melihat gambaran situasi
Berdasarkan uraian di atas, kondisi sosial yang terjadi di Desa Sanur Kaja yang selanjutnya
ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi ditulis berdasarkan hasil yang diamati. Sedangkan
kesejahteraan nelayan di Desa Sanur Kaja. Dalam Pendekatan data kuantitatif digunakan untuk
hal pengembangan kualitas sumber daya manusia mengetahui pengaruh kondisi sosial ekonomi
sangat perlu memperhatikan faktor pendukung terhadap nilai tukar nelayan dalam kegiatan
maupun faktor terkait nelayan lainnya, sehingga perikanan.
profesi nelayan dapat dijadikan mata pencaharian
yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga 2.3 Teknik Pengumpulan Data
nelayan. Oleh karena itu, perlu dilakukan
penelitian tentang kondisi sosial ekonomi dan nilai 2.3.1 Data Primer
tukar nelayan di Desa Sanur Kaja terutama di
Pantai Matahari Terbit, Pantai Bangsal, dan Pantai Pengumpulan data primer didapatkan melalui
Segara Ayu. Penelitian ini bertujuan untuk kegiatan observasi, wawancara dan kuisioner
mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat langsung ke lapangan. Teknik pengumpulan data
berupa kuisoner dilakukan secara purposive

Curr.Trends Aq. Sci. VI(2): 105-111 (2023)


Current Trends in Aquatic Science 107

sampling. Menurut Sugiyono (2016), purposive Eft = Total pengeluaran nelayan


sampling adalah teknik penentuan banyak sampel untuk usaha perikanan (Rp)
data yang digunakan, hal ini bertujuan karena Et = Total pengeluaran keluarga
tidak semua sampel yang ada dapat digunakan nelayan (Rp)
dalam penelitian, sehingga hal ini akan EKt = Total pengeluaran nelayan
disesuaikan dengan yang dibutuhkan oleh penulis. untuk non perikanan (Rp)
Adapun kriteria dalam pengambilan sampel t = Periode waktu (bulan, tahun,
kuisioner di penelitian ini adalah: dll).
1. Responden merupakan nelayan di Desa Sanur
Kaja. 3. Hasil dan Pembahasan
2. Responden merupakan anggota kelompok
3.1 Hasil
nelayan Mina Sari Asih, Mina Segara Ayu,
dan Segara Agung.
3.1.1 Kondisi Sosial Ekonomi
dimana jumlah responden yang dipilih ditentukan
dengan menggunakan rumus Slovin (Sugiyono, Terdapat terdapat 3 kelompok nelayan, yaitu
2018) sebagai berikut: kelompok nelayan Segara Agung di Pantai Segara
𝑁 Ayu, Kelompok Mina Segara Ayu di Pantai
𝑛= (1) Bangsal, dan Kelompok Mina Sari Asih di Pantai
1 + 𝑁𝑒²
Matahari Terbit. Jumlah sampel yang diambil
Dimana: yaitu sebanyak 54 responden, data yang diperoleh
n : Ukuran sampel yang dibutuhkan dari hasil penelitian. Dalam hal ini, kondisi sosial
N : Ukuran populasi ekonomi nelayan terdiri dari umur, pendidikan,
e : Margin error yang dipergunakan (persen jumlah tanggungan keluarga, jumlah hasil
kelonggaran 10%) tangkapan, pendapatan serta pengeluaran.
Rentang umur nelayan dari total sebanyak 54
Berdasarkan rumus slovin menurut Sugiyono
orang responden diperoleh rentang umur 28 tahun
(2018), diperoleh total jumlah responden adalah
hingga 61 tahun. Umur adalah salah satu faktor
sebanyak 53,70 maka dibulatkan menjadi 54
yang cukup mempengaruhi produktivitas kerja
responden nelayan di Desa Sanur Kaja. Jumlah
seseorang, khususnya nelayan. Adapun hasil yang
keterwakilan responden yaitu 3 ketua masing-
diperoleh dari pengataman rentang umur nelayan
masing kelompok nelayan dan 51 anggota nelayan.
di desa Sanur Kaja dapat dilihat pada (Tabel 1).
2.4 Analisis Data
Tabel 1
Data Umur Responden Nelayan di Desa Sanur Kaja
2.4.1 Perhitungan Nilai Tukar Nelayan (NTN)
Umur Jumlah Persentase
Responden
Analisis data Nilai Tukar Nelayan (NTN) dihitung
25-35 6 11%
menggunakan Microsoft excel. Nilai Tukar 36-45 24 45%
Nelayan (NTN) menurut Budiono et al. (2015), 46-55 21 39%
yang dirumuskan sebagai berikut: 56-65 3 5%
Total 54 100%
Yt (2)
NTN =
Et Tingkat pendidikan yang dimiliki oleh
Yt = YFt + YNFt (3) responden nelayan di Desa Sanur Kaja ini sangat
Et = EFt + Ekt (4)
bervariasi, mulai dari tidak tamat sekolah dasar,
SD, SMP, SMA, Diploma 1, bahkan ada yang
Dimana:
melanjutkan hingga S1. Adapun rincian hasil data
Yt = Total pendapatan keluarga
tingkat pendidikan nelayan di Desa Sanur Kaja
nelayan (Rp)
dapat dilihat pada (Tabel 2). Tabel 2 menunjukkan
Yft = Total pendapatan nelayan dari
tingkat pendidikan yang dimiliki oleh responden
usaha perikanan (Rp)
nelayan di Desa Sanur Kaja ini didominasi pada
YNFt = Total pendapatan nelayan dari
jenjang SMA, yaitu dengan persentase sebesar 68%
non perikanan (Rp)
dan tingkat pendidikan yang paling jarang

Curr.Trends Aq. Sci. VI(2): 105-111 (2023)


108 Ika Setiarini dkk.

dimiliki oleh nelayan di Desa Sanur Kaja adalah Tabel 4


Diploma dan/atau Sarjana yang masing-masing Rata-Rata Jumlah Hasil Tangkapan Nelayan di Desa
Sanur Kaja per Trip
memiliki persentase sebesar 2%.
Hasil Tangkapan Jumlah Persentase
(Kg) Responden
Tabel 2 1-10 kg 19 34%
Data Tingkat Pendidikan Nelayan di Desa Sanur Kaja 10-15 kg 26 48%
Pendidikan Jumlah Persentase 15-20 kg 9 16%
Responden >20 kg 0 0%
Tidak Tamat SD 5 9% Total 54 100%
SD 5 9%
SMP 5 9% merupakan rata-rata pendapatan yang diperoleh
SMA 37 68%
nelayan per trip penangkapan ikan. Adapun hasil
Diploma 1 2%
rincian pendapatan nelayan di Desa Sanur Kaja
Sarjana 1 2%
Total 54 100% dapat dilihat pada (Tabel 5). Tabel 5 menunjukkan
nelayan di Desa Sanur Kaja ini didominasi
Rentang jumlah tanggungan yang dimiliki oleh memperoleh rata-rata pendapatan sebesar rata-
nelayan di Desa Sanur Kaja sangat bervariasi, rata pendapatan sebesar Rp. 200.000-Rp. 500.000
mulai dari memiliki tanggungan hanya 1 per trip penangkapan ikan.
tanggungan saja hingga yang terbanyak memiliki 6
Tabel 5
tanggungan dalam satu keluarga nelayan. Adapun
Pendapatan Nelayan di Desa Sanur Kaja (Rupiah)
rincian jumlah tanggungan keluarga yang dimiliki
Pendapatan Nelayan Desa Sanur Kaja
oleh keluarga nelayan di Desa Sanur Kaja dapat (Rupiah)
dilihat pada (Tabel 3). Tabel 3 menunjukkan Rata- 200.000- 500.0000- 700.000-
rata nelayan di Desa Sanur Kaja memiliki jumlah <200.000 Total
500.000 700.000 1.000.000
tanggungan keluarga sebanyak 3 orang dengan 7 25 20 2 54
jumlah responden sebanyak 17 responden dan
memiliki persentase sebesar 32%. Pengeluaran nelayan di Desa Sanur Kaja
terbagi menjadi 4 kategori mulai dari kurang dari
Tabel 3 Rp. 200.000-500.000 per trip. Kategori tersebut
Data Jumlah Tanggungan Keluarga Nelayan di Desa
merupakan rata-rata pengeluaran yang
Sanur Kaja
dikeluarkan oleh nelayan per trip penangkapan
Jumlah Jumlah Persentase
Tanggungan Responden
ikan. Adapun hasil rincian pengeluaran nelayan di
1 3 5% Desa Sanur Kaja dapat dilihat pada (Tabel 6). Tabel
2 5 9% 6 menunjukkan bahwa nelayan Desa Sanur Kaja
3 17 32% memiliki rata-rata pengeluaran dalam setiap trip
4 14 27% penangkapan ikan yang dilakukan yaitu kurang
5 9 16% dari Rp. 200.000.
6 6 11%
Total 54 100% Tabel 6
Pengeluaran Nelayan di Desa Sanur Kaja
Hasil tangkapan yang diperoleh nelayan akan Pengeluaran Nelayan Desa Sanur Kaja
menentukan besar pendapatan yang akan diterima (Rupiah)
nelayan. Adapun rincian jumlah hasil tangkapan 200.000- 500.0000- 700.000-
<200.000 Total
yang diperoleh oleh nelayan di Desa Sanur Kaja 500.000 700.000 1.000.000
dapat dilihat pada (Tabel 4). Tabel 4 menunjukkan 46 8 0 0 54
rata-rata banyak hasil tangkapan yang diperoleh
oleh nelayan di Desa Sanur Kaja menunjukkan 3.1.2 Nilai Tukar Nelayan (NTN)
bahwa banyak hasil tangkapan yang mendominasi
yaitu sebanyak 10-15 kg. Pendapatan yang diperoleh nelayan merupakan
Pendapatan nelayan di Desa Sanur Kaja terbagi hasil yang didapat dari jumlah uang atau upah
menjadi 4 kategori mulai dari kurang dari Rp yang diperoleh oleh anggota keluarga sebagai
200.000 hingga Rp 1.000.000. Kategori tersebut hasil dari pekerjaannya yang dibayarkan dalam

Curr.Trends Aq. Sci. VI(2): 105-111 (2023)


Current Trends in Aquatic Science 109

bentuk uang. Dalam penelitian ini terdapat 2 mengetahui nilai tukar nelayan Desa Sanur Kaja.
kategori pendapatan yaitu pendapatan perikanan Adapun nilai tukar nelayan dapat dilihat pada
yang merupakan semua pendapatan nelayan yang (Tabel 9). Tabel 9 menunjukkan hasil perhitungan
diperoleh dari usahanya melakukan kegiatan NTN di Desa Sanur Kaja menunjukkan bahwa
penangkapan ikan dan pendapatan non perikanan nelayan sudah dapat memenuhi biaya rumah
dari pekerjaan sampingan. Adapun rincian rataan tangganya dengan hasil perhitungan NTN di atas
pendapatan nelayan di Desa Sanur Kaja dapat 1 yaitu sebesar 1,59.
dilihat pada (Tabel 7). Tabel 7 menunjukkan rataan
pendapatan yang diperoleh nelayan di Desa Sanur Tabel 9
Kaja dari kegiatan perikanan yaitu sebesar Rp. Rataan NTN di Desa Sanur Kaja
5.665.560/bulan, sehingga diperoleh rata-rata Rincian
No. Uraian
pendapatan nelayan per trip sebesar Rp. 472.130. Nominal
Kemudian total pendapatan non perikanan yang A. Pendapatan Nelayan (Rp)
dimiliki oleh nelayan yaitu sebesar Rp. 1. Perikanan (a) 5.665.560
2.197.776/bulan. 2. Non Perikanan (b) 2.197.776
3. Total (c) 7.863.336
Tabel 7 B. Pengeluaran Nelayan (Rp)
Rataan Pendapatan Tangga Nelayan di Desa Sanur Kaja 1. Perikanan (d) 1.655.556
No. Pendapatan Nominal 2. Non Perikanan (e) 3.277.770
1. Perikanan 5.665.560 3. Total (f) 4.933.326
C. Nilai Tukar Nelayan (NTN)
2. Non Perikanan 2.197.776
1. Pendapatan Perikanan (g) = 3,42
a/d
Pengeluraan merupakan total biaya yang 2. Total pendapatan (h) = c/f 1,59
dikeluarkan oleh nelayan baik digunakan untuk
usaha perikanan maupun untuk memenuhi biaya
rumah tangga nelayan. Pengeluran merukaan 3.2 Pembahasan
salah satu faktor yang dapat mendeskripsikan
3.2.1 Kondisi Sosial Ekonomi
keadaan keluarga nelayan khususnya di Desa
Sanur Kaja. Adapun rincian rataan pengeluaran
Kondisi sosial masyarakat nelayan di Desa Sanur
nelayan di Desa Sanur Kaja dapat dilihat pada
Kaja terdiri dari umur, tingkat pendidikan, dan
(Tabel 8). Tabel 8 menunjukkan rataan
jumlah tanggungan kelaurga yang dimiliki oleh
pengeluaran yang diperoleh nelayan di Desa
nelayan. Berdasarkan hasil penelitian, kategori
Sanur Kaja dari kegiatan perikanan yaitu sebesar
umur responden di Desa Sanur Kaja menunjukkan
Rp 1.655.556/bulan, sehingga diperoleh rata-rata
bahwa nelayan di Desa Sanur Kaja ini tidak ada
pengeluaran nelayan sebesar Rp. 137.963 untuk
yang berumur di bawah 25 tahun. Kondisi ini
setiap trip penangkapan ikan. Kemudian total
menunjukkan bahwa nelayan di Desa Sanur Kaja
pengeluaran untuk biaya rumah tangga nelayan
secara umum berada pada tingkat umur produktif
yaitu sebesar Rp. 3.277.770/bulan, sehingga
bekerja. Menurut Putri dan Setiawina (2013), yang
diperoleh rata-rata pengeluaran untuk biaya
menyatakan bahwa umur produktif yang dimiliki
rumah tangga sebesar Rp. 109.259/hari.
nelayan berada di kisaran 15-64 tahun, umur ini
merupakan umur ideal bagi seseorang untuk
Tabel 8
bekerja. Secara umum, seiring bertambahnya umur
Rataan Pengeluaran Nelayan di Desa Sanur Kaja
No. Pengeluaran Nominal
akan mempengaruhi kondisi fisik seseorang dalam
melakukan aktivitas.
1. Perikanan 1.655.556
Faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi
2. Non Perikanan 3.277.770 sosial mayarakat nelayan di Desa Sanur Kaja ini
adalah tingkat pendidikan nelayan. Tingkat
Setelah mengetahui besaran jumlah pendidikan yang dimiliki oleh nalayan di Desa
pendapatan dan pengeluaran nelayan di Desa Sanur Kaja ini sangat bervariasi, mulai dari tidak
Sanur Kaja ini, maka langkah selanjutnya adalah tamat sekolah dasar, SD, SMP, SMP, Diploma dan
Sarjana. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa

Curr.Trends Aq. Sci. VI(2): 105-111 (2023)


110 Ika Setiarini dkk.

tingkat pendidikan nelayan tidak menentukan Berdasarkan hasil yang diperoleh nelayan Desa
secara nyata pendapatan yang diperoleh nelayan. Sanur Kaja memiliki rata-rata pengeluaran dalam 1
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang kali melaut yaitu kurang dari Rp. 200.000. Faktor
dilakukan Rahman dan Awalia (2016), yang utama yang mempengaruhi besar kecilnya
menyatakan bahwa tingkat pendidikan nelayan pengeluaran nelayan di Desa Sanur Kaja ini adalah
tidak berpengaruh signifikan, tetapi berpengaruh terkait dengan bahan bakar pertalite yang
positif terhadap pendapatan nelayan. Pendidikan digunakan sulit untuk didapatkan. Hal ini
yang rendah akan membuat nelayan hanya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
bergantung pada sumberdaya ikan atau hasil laut besar kecilnya pengeluaran nelayan dalam 1 kali
saja. Tingkat pendidikan juga akan mendorong melaut. Menurut Maryono et al. (2020), yang
keterampilan nelayan untuk mengembangkan menyatakan bahwa peningkatan harga bahan
usahanya semakin maju (Lamia, 2013). bakar minyak sangat berpengaruh terhadap
Pemenuhan kebutuhan rumah tangga nelayan peningkatan pengeluaran nelayan.
ini sangat dipengaruhi oleh banyaknya jumlah
tanggungan anggota keluarga yang dimiliki. 3.2.2 Nilai Tukar Nelayan (NTN)
Jumlah tanggungan keluarga merupakan jumlah
Sumber pendapatan ekonomi masyarakat Desa
anggota keluarga yang ditanggung oleh kepala
Sanur Kaja utamanya berasal dari hasil perikanan.
keluarga. Hal ini sesuai dengan pernyataan
Rataan pendapatan yang diperoleh nelayan di
Rumopa et al. (2020), yang menyatakan bahwa
Desa Sanur Kaja dari kegiatan perikanan yaitu
semakin banyak tanggungan keluarga yang di
sebesar Rp. 5.665.560/bulan. Kemudian total
tanggung dalam suatu rumah tangga maka akan
pendapatan non perikanan yang dimiliki oleh
semakin besar biaya yang dikeluarkan untuk
nelayan yaitu sebesar Rp. 2.197.776/bulan. Jika
memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
dibandingkan dengan UMK Kota Denpasar
Kondisi ekonomi masyarakat nelayan di Desa berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor
Sanur Kaja terdiri dari jumlah hasil tangkapan, 790/03-M/HK/2021 yaitu sebesar Rp. 2.802.926,
pendapatan, dan pengeluaran. Untuk rata-rata maka hal ini menunjukkan bahwa pendapatan
jumlah hasil tangkapan yang diperoleh oleh nelayan di Desa Sanur Kaja sudah termasuk
nelayan di Desa Sanur Kaja ini di dominasi kedalam kategori pendapatan di atas UMK Kota
mendapatkan hasil tangkapan sebanyak 10-15 Denpasar. Selain pendapatan utama dari sektor
kg/trip. Jenis ikan yang diperoleh diantaranya penangkapan ikan, para nelayan juga melakukan
yaitu, ikan kakap, kerapu, gurita, teri, baronang, pekerjaan sampingan seperti tukang, petugas
cakalang, tongkol, dan kurisi. Ikan target dari keamanan, dan pekerjaan serabutan lainnya yang
nelayan Desa Sanur Kaja ini adalah ikan kurisi. bisa dilakukan saat nelayan tidak melakukan
Untuk komposisi jenis tangkapan yang diperoleh kegiatan melaut. Selanjutnya rataan pengeluaran
biasanya tergantung musim, cuaca dan yang diperoleh nelayan di Desa Sanur Kaja dari
keberuntungan. Hal ini serupa dengan penelitian kegiatan perikanan yaitu sebesar Rp
Yogiswara dan Sutrisna (2021), yang menyatakan 1.655.556/bulan, sehingga diperoleh rata-rata
bahwa tinggi gelombang, curah hujan, dan pengeluaran nelayan sebesar Rp. 137.963 untuk 1
kecepatan angin berpengaruh terhadap produksi kali melaut. Kemudian total pengeluaran untuk
ikan di Kabupaten Badung. biaya rumah tangga nelayan yaitu sebesar Rp.
Berdasarkan hasil yang diperoleh nelayan di 3.277.770/bulan, sehingga diperoleh rata-rata
Desa Sanur Kaja ini didominasi memperoleh rata- pengeluaran untuk biaya rumah tangga sebesar Rp.
rata pendapatan sebesar rata-rata pendapatan 109.259/hari.
sebesar Rp. 200.000-500.000 per trip penangkapan Setelah mengetahui besaran jumlah
ikan. Kemudian untuk aset seperti tempat tinggal pendapatan dan pengeluaran, berikutnya dapat
dan kendaraan yang dimiliki dalam kondisi yang mengetahui nilai tukar nelayan. hasil perhitungan
layak dan memadai. Menurut hasil penelitian NTN di Desa Sanur Kaja menunjukkan bahwa
Sugiharto (2011), yang menyatakan bahwa nelayan sudah dapat memenuhi biaya rumah
keadaan tempat tinggal berpengaruh signifikan tangganya dengan hasil perhitungan NTN di atas
terhadap kesejahteraan materi yang dimiliki oleh 1 yaitu sebesar 1,59. Dengan NTN di atas 1 hal ini
nelayan. mengartikan bahwa nelayan dikatakan sudah

Curr.Trends Aq. Sci. VI(2): 105-111 (2023)


Current Trends in Aquatic Science 111

mampu untuk mencukupi kebutuhan pokoknya. Kabupaten Minahasa Selatan. Universitas Sam
Perolehan nilai tukar di Desa Sanur Kaja ini Ratulangi. Jurnal EMBA, 1(4), 1748-1759.
dipengaruhi oleh pendapatan dari usaha Maryono., Hamzah., & Amiluddin. (2020). Dampak
perikanan dan pendapatan usaha non perikanan. Kenaikan Harga Jual BBM Jenis Solar Terhadap
Sejalan dengan hal ini, Ikhsan et al. (2022) Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan Tangkap Galesong
Utara. Jurnal Mina Sains, 6(2), 48-57.
menyatakan bahwa pendapatan perikanan,
pendapatan non perikanan, pengeliuaran rumah Mumu, N. F., Andaki, J. A., & Longdong, F. V. (2020).
tangga, dan pengeluaran non rumah tangga Analisis Nilai Tukar Nelayan pada Alat Tangkap
Jubi di Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat
berpengaruh terhadap nilai tukar nelayan.
Kabupaten Minahasa Utara. Akulturaso: Jurnal Ilmiah
Agrobisnis Perikanan, 7(2), 1323-1332.
4. Simpulan
Nalarati., Ola, L.O.L., & Siang, R.D. (2016). Analisis Nilai
Tukar Nelayan Rumput Laut di Desa Ranooha Raya
Kondisi sosial ekonomi nelayan di Desa Sanur
Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan.
Kaja didominasi nelayan yaitu 36-45 tahun,
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan, 1(1), 1-9.
dengan tingkat pendidikan bervariasi mulai dari
Putri, A. D., & Setiawina, N. D. (2013). Pengaruh Umur,
tidak tamat SD, SD, SMP, SMA, Diploma hingga
Pendidikan, Pekerjaan Terhadap Pendapatan Rumah
Sarjana dengan jumlah tanggungan keluarga Tangga Miskin Di Desa Bebandem. E-Jurnal EP Unud,
mulai dari 1 hingga 6 orang. Kemudian 2(4), 173-180.
pendapatan yang diperoleh bervariasi mulai Rahman, A., & Awalia, N. (2016). Faktor yang
kurang dari Rp. 200.000 hingga Rp. 750.000 dengan Mempengaruhi Pendapatan Nelayan di Desa Aeng
pengeluaran mulai dari Rp. 100.000 hingga Rp. Batu-Batu Kecamatan Galesong Utara Kabupaten
200.000. Sehingga, diperoleh Nilai Tukar Nelayan Takar. Eccles, 3(1), 16-34.
(NTN) yang menunjukkan nilai sebesar 1,59. Hal Ramadhan, A., Firdaus, M., & Wijaya, R. A. (2014).
ini mengartikan bahwa nelayan sudah mampu Analisis Nilai Tukar Nelayan (NTN) Pelagis Besar
untuk mencukupi kebutuhan pokoknya untuk Tradisional. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan
kehidupan sehari-hari. Perikanan, 9(1), 1-11.
Rumopa, S. D. N., Andaki, J. A., & Longdong, F. V.
Ucapan Terima Kasih (2020). Analisis Nilai Tukar Nelayan pada Usaha
Nelayan Tradisional di Kelurahan Tandurusa
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Akulturasi:
nelayan Desa Sanur Kaja yang telah bersedia Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan, 8(1), 41-54.
membantu dalam proses pengambilan data serta Sugiharto, E. (2011). Teori Kesejahteraan Sosial dan
meluangkan waktunya untuk penulis wawancara Pengukurannya. Jurnal Eksekutif, 4(2), 254- 264.
dan menjawab kuisioner yang penulis berikan Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif
sehingga terselesaikannya tulisan ini. dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,
Daftar Pustaka dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta.
Sumilat, A. (2014). Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga
Budiono, E., Idiannor, W., & Bandung, R. (2015). Nelayan dan Kontribusinya terhadap Perbaikan
Pengukuran Nilai Tukar Nelayan di Kabupaten Kondisi Ekonomi Keluarga (Suatu Studi di
Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Fish Kecamatan Beo Selatan Kabupaten Kepualauan
Scientiae, 5(9), 26-36. Talaud). Jurnal Administrasi Bisnis, 1(1), 64-72.
Desa Sanur Kaja. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Wahyuni, D., Abubakar., dan Nur’azkiya, L. (2022).
Sanur Kaja. [Online] Tersedia di: Analisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga
https://www.sanurkaja.denpasarkota.go.id/transpara Nelayan Berdasarkan Nilai Tukar Nelayan (NTN)
nsi/laporan-realisasi-apb-desa-sanur-kaja-tahun- Kecamatan di Cilincing, Jakarta Utara. Jurnal Ilmiah
anggaran-2021, [diakses: 10 Januari 2023]. Wahana Pendidikan, 8(11), 80-92.
Ikhsan, N.A., Norau, S., & Salim, F.D. (2022). Pengaruh Yogiswara, I.G.N.A., & Sutrisna, I.K. (2021). Pengaruh
Nilai Tukar Nelayan (NTN) terhadap Tingkat Perubahan Iklim terhadap Hasil Produksi Ikan di
Pendidikan Keluarga dan Pola Konsumsi Keluarga Kabupaten Badung. E-Jurnal EP Unud, 10(9), 3613-
Gill Net di Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan. 3643.
Jurnal Riset Perikanan dan Keluatan, 4(1), 385-398.
Lamia, K. A. (2013). Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Pendapatan Nelayan Kecamatan Tumpaan,

Curr.Trends Aq. Sci. VI(2): 105-111 (2023)

You might also like