Classroom" Ditengah Pandemi Covid-19 Pada Peserta

Download as pdf or txt
Download as pdf or txt
You are on page 1of 11

E-ISSN 2654-5497 Journal On Education

P-ISSN 2655-1365 Volume 02, No. 03, April 2020, hal. 275-285

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MENGGUNAKAN “GOOGLE


CLASSROOM” DITENGAH PANDEMI COVID-19 PADA PESERTA
DIDIK KELAS XI IPS 4 SMAN 1 BANGKINANG KOTA

Putri Umairah, Zulfah


1,2
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Jl. Tuanku Tambusai No. 23 Bangkinang
[email protected]

Abstract
Covid-19 pandemic causes precautionary measures by dismissing schools, especially in the red zone of the
spread of Covid-19. Bangkinang Kota is one of the red zones that requires schools from KB to universities to
dismiss their students. This resulted in inhibition of the learning process. The teachers who usually teach in the
classroom become confused in carrying out the learning process. One way that teachers do is to give
assignments to students via via whatssap. But these efforts do not motivate students. This study aims to
increase students' learning motivation in learning mathematics with online methods using Google Classroom in
class XI students of SMAN 1 Bangkinang Kota in the academic year 2019/2020, in class XI IPS 4 who took
online classes via Google Classroom totaling 18 people. This research was conducted on April 14, 2020 until
May 15, 2020. The research method used was classroom action research. The study was conducted in one cycle
consisting of four meetings. This research instrument was in the form of a Questionnaire Sheet for
implementing Online Classes or Online Classes. Based on data analysis, the number of students who have high
learning motivation is 17 people, and 1 student has the motivation to learn mathematics while online learning
is done through Google classroom.
Keywords: Learning Motivation,Online Learning, Google Classroom, Pandemic Covid-19.

Abstrak
Pandemic covid-19 menyebabkan dilakukannya tindakan pencegahan dengan meliburkan sekolah terutama yang
berada di zona merah penyebaran Covid-19. Bangkinang Kota salah satu zona merah yang mengharuskan
sekolah dari KB sampai dengan perguruan tinggi meliburkan peserta didiknya. Hal ini mengakibatkan
terhambatnya proses pembelajaran. Guru-guru yang biasanya mengajar di dalam kelas menjadi kebingungan
dalam melaksanakan proses pembelajaran. Salah satu cara yang dilakukan guru adalah dengan memberikan
tugas kepada peserta didik melalui via whatssap. Namun usaha tersebut kurang memotivasi peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Matematika
dengan Metode Daring menggunakan Google Classroom pada peserta didik kelas XI SMAN 1 Bangkinang
Kota tahun ajaran 2019/2020, pada kelas XI IPS 4 yang mengikuti kelas Daring via Google Classroom
berjumlah 18 orang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 April 2020 sampai 15 Mei 2020. Metode
penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam satu siklus yang
terdiri dari empat pertemuan. Instrumen penelitian ini berupa Lembar Kuesioner pelaksanaan Kelas Online atau
Kelas Daring. Berdasarkan analisis data diperoleh jumlah siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi sebanyak
17 orang, dan 1 orang peserta didik memiliki motivasi belajar matematika sedang setelah dilaksanakannya
pembelajaran daring melalui google classroom ini.
Kata kunci: Motivasi Belajar, Metode Daring, Google Classroom, Pandemi Covid-19.

PENDAHULUAN
Salah satu faktor internal yang berpengaruh terhadap proses belajar peserta didik dalam ilmu
sains termasuk matematika adalah motivasi. Motivasi merupakan dari dalam diri peserta didik untuk
melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan dalam belajar sains(Sari &
Sunarno, 2018). Motivasi belajar adalah keseluruhan data penggerak psikis dalam diri peserta didik
yang menimbulkan kegiatan belajar.(Syaripah, 2016). Motivasi belajar matematika adalah dorongan
baik internal maupun eksternal yang mengubah energi pada individu untuk menggerakkan perilaku
serta mempertahankannya, sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang mengarah pada aktivitias

275
276 Journal On Education, Volume 02, No. 03, April 2020, hal. 275-285

belajar matematika. Motivasi merupakan kekuatan yang dapat mendrong seseorang untuk melakukan
suatu perbuatan, termasuk belajar. Peserta didik yang giat belajar karena dorongan untuk mendapat
nilai yang tinggi. Karena terdorong untuk mendapat nilai yang tinggi itulah peserta didik menjadi rajin
belajar.(Soleha, 2010)
Pembelajaran Daring bertujuan memberikan layanan pembelajaran bermutu dalam jaringan
(daring) yang bersifat masif dan terbuka untuk menjangkau peminat yang lebih banyak dan lebih
luas(Sofyana & Rozaq, 2019). WFH adalah singkatan dari work from home yang berarti bekerja dari
rumah. Kebijakan WFH tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (PAN & RB) Nomor 50/2020 tentang Perubahan Kedua atas Surat Edaran
Menteri PAN & RB Nomor 19/2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam
Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah. Sebagai ASN, guru
dalam upaya melaksanakan proses pembelajaran perlu dilakukan secara online atau dalam jaringan
(daring). Namun, pelaksanaan proses pembelajaran secara online memiliki beberapa kendala. Salah
satu kendala terberat dalam pembelajaran daring adalah mengajar mata pelajaran matematika. Media
online yang digunakan seperti youtube, whatsapp group, google classroom, dan quizzes. Materi
diberikan dalam bentuk powerpoint, video singkat, dan bahan bacaan. Namun dalam pelaksanaan
pembelajaran daring tersebut, perlu dilakukan evaluasi agar didapatkan langkah perbaikan jelas yang
berbasis data. Hal itulah yang mendasari penulis untuk mengetahui gambaran efektivitas
pembelajaran daring menggunakan media online pada mata pelajaran matematika.(Mustakim, 2020)
Problematika saat ini adalah masih banyak peserta didik yang menganggap matematika
pelajaran yang sulit. Sebagaimana pendapat Auliya (2016), matematika dianggap sebagai pelajaran
yang sulit karena karakteristik matematika yang bersifat abstrak, logis, sistematis, dan penuh dengan
lambang serta rumus yang membingungkan. Kesulitan yang ada dalam mata pelajaran matematika
menuntut kreativitas guru mata pelajaran matematika untuk mengembangkan pembelajarannya, baik
dalam hal metode maupun media yang digunakan. Penggunaan media online atau media berbasis
multimedia merupakan salah satu solusi untuk membuat peserta didik mampu memahami materi
pelajaran dengan baik. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Ibrahim & Suardiman (2014) yang
menunjukkan bahwa ada pengaruh positif penggunaan e-learning terhadap motivasi dan prestasi
belajar peserta didik. (Mustakim, 2020)
Generasi net hanya perlu menggerakkan mouse di board atau hanya menyentuh screen
komputer serta boleh masuk dan keluar dunia cyber tanpa harus meninggalkan rumah. Generasi net
lebih mengekspresi-kan kebebasannya kepada dunia sehingga mereka lebih merasa dianggap oleh
dunia di sekitar mereka. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melakukan proses pembelajaran
secara daring adalah dengan menggunakan Google Classroom. Pemanfaatan Google Classroom dapat
melalui multiplatform yakni dapat melalui komputer dan dapat melalui gawai.(Sabran & Sabara,
2019)
Peningkatan Motivasi Belajar Menggunakan “Google Classroom” Ditengah Pandemi Covid-19 Pada Peserta Didik
Kelas XI IPS 4 SMAN 1 Bangkinang Kota, Putri Umairah, Zulfah 277

Google classroom adalah aplikasi yang dibuat oleh google yang bertujuan untuk membantu
guru dan peserta didik apabila kedua hal tersebut ber-halangan, mengorganisasi kelas serta
berkomunikasi dengan peserta didik tanpa harus terikat dengan jadwal pembelajaran di kelas.
Disamping itu guru dapat memberikan tugas dan langsung memberikan nilai kepada mahapeserta
didik. Penyampaian pembelajaran dengan e-learning merupakan pembelajaran dengan memanfaat-kan
teknologi internet untuk meningkatkan lingkungan belajar dengan konten yang kaya dengan cakupan
yang luas. E-learning merupakan pemanfaatan media pembelajaran menggunakan internet, untuk
mengirim-kan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Setiap
metode pem-belajaran harus mengandung rumusan pengorganisasian bahan pelajaran, strategi
penyampaian, dan pengelolaan kegiatan dengan memperhatikan faktor tujuan belajar, hambatan
belajar, karakteristik peserta didik, agar dapat diperoleh efektivitas, efisiensi, dan daya tarik pem-
belajaran(Sabran & Sabara, 2019)
Mengutip World Health Organization (WHO), COVID-19 adalah penyakit menular yang
disebabkan oleh virus corona yang baru ditemukan. Sebagian besar orang yang terinfeksi virus
COVID-19 akan mengalami penyakit pernafasan ringan hingga sedang dan sembuh tanpa
memerlukan memerlukan perawatan khusus. Orang lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 60 tahun
dan yang memiliki masalah medis mendasar seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit
pernafasan kronis, dan kanker, memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit parah hingga kematian.
Cara terbaik untuk mencegah dan memperlambat penularan COVID-19 adalah mempunyai wawasan
memadai mengenai penyakit tersebut dan cara penyebarannya. WHO menyarankan pada masyarakat
untuk melindungi diri dan orang lain dari infeksi COVID-19 dengan mencuci tangan, menggunakan
pembersih tangan berbasis alkohol dan tidak menyentuh wajah.
Sejak pertama kali virus ini terdeteksi di Wuhan, China, pada Desember 2019, wabah
ini telah berkembang sangat cepat. WHO lalu melabeli wabah virus corona Covid -19 ini
sebagai pandemi global. Gejala khas corona Covid -19 sendiri termasuk demam, batuk,
kesulitan bernapas, nyeri otot hingga kelelahan. Pada kasus yang lebih parah, virus ini bisa
menyebabkan pneumonia berat, sindrom gangguan pernapasan akut, sepsis dan syok septik.
Kabar baiknya, 80 persen orang dengan positif corona Covid -19 ini berhasil pulih dan hanya
6 persen yang mengalami penyakit kritis. Meski begitu, hingga kini jumlah orang yang
terinfeksi virus corona Covid-19 ini masih meningkat setiap hari. Kita bisa mengurangi
penyebarannya dengan mengikuti pedoman para ahli kesehatan, yakni tetap berada di dalam
rumah dan menjaga jarak sosial.(Herliandry & Suban, 2020)
Oleh karena itu dikeluarkan pengumuman dari pemerintah mengenai larangan ke
sekolah dan tatap muka bagi proses pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan. Sehingga
mengharuskan pendidik menggunakan metode Daring untuk melanjutkan proses
pembelajaran. Peserta didik belajar dari rumah masing-masing menggnakan aplikasi tertentu.
278 Journal On Education, Volume 02, No. 03, April 2020, hal. 275-285

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peningkatan Motivasi Belajar pada pembelajaran
matematika dengan menggunakan Google Classroom.

METODE
Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah
semua peserta didik kelas XI IPS 4 SMAN 1 Bangkinang Kota dengan jumlah peserta didik sebanyak
18 orang yang mengikuti kelas Daring Google Classroom. Penelitian dilakukan secara online kepada
peserta didik Kelas XI IPS 4 SMAN 1 Bangkinang Kota. Sedangkan pelaksanaanya dimulai pada
hari Rabu 15 April 2020. Alasan memilih kelas ini, karena guru mata pelajaran belum mengetahui
aplikasi yang tepat dan menarik minat peserta didik untuk sistem Daring dalam pembelajaran
matematika selama masa pandemi. Penelitian ini dilakukan dengan tahap wawancara secara online
melalui Whatsapp terhadap guru mata pelajaran, pembagian kuesioner online (Goolge Form) untuk
mendapatkan informasi mengenai sistem pembelajaran matematika selama Metode Daring atau
Online dilakukan disebabkan oleh dampak Covid-19.
Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan studi pendahuluan yaitu wawancara guru
matapelajaran matematika dan membagikan kuesioner kepada peserta didik kelas XI IPS 4 SMAN 1
Bangkinang Kota semester genap. Hal ini untuk mengetahui aplikasi apa yang digunakan dan apa
kendala yang dialami dalam penggunaan metode Daring selama larangan ke sekolah diterapkan
karena Pandemi Covid-19.
Tahap perencanaan
Tahap perencanaan merupakan awal yang harus dilakukan guru sebelum melakukan suatu
tindakan sehingga kegiatan yang akan dilakukan lebih terarah. Pada tahap perencanaan ini peneliti
menyiapkan lembar kuesioner online, kelas online di google classroom, absen online form, kuis e-
learning game kahoot tentang materi yang sudah dipelajari, dan materi yang berkenaan dengna
pelajaran di kelas serta menjelaskan kepada kelas penelitian mengenai prosedur kelas online google
classroom untuk penelitian ini.
Pelaksanaan Tindakan
Penelitian ini dilakukan dengan 1 siklus sesuai absen pertemuan 1 sampai 4 karena kelas
online penelitian ini guru hanya memberikan izin penelitian yang tidak membebani peserta didik dan
peserta didik punya jadwal kelas online dengan guru matapelajaran yang tidak bisa diganggu.
Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan google classroom (disini peneliti bertugas
sebagai guru di kelas online google classroom yang dibuat) yaitu:
a. Guru memberikan materi penjelasan melalui google classroom dan absen di google classroom
b. Guru memberikan contoh soal pemecahan masalah berkenaan dengan materi di classroom dan
absen menggunakan google formulir
c. Guru memberikan kuis e-learning kahoot untuk meningkatkan motivasi belajar dan menambah
pengetahuan mengenai kuis yang dilakukan secara online.
d. Guru memberikan tugas untuk dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya di google classroom.
Peningkatan Motivasi Belajar Menggunakan “Google Classroom” Ditengah Pandemi Covid-19 Pada Peserta Didik
Kelas XI IPS 4 SMAN 1 Bangkinang Kota, Putri Umairah, Zulfah 279

Observasi dan pembagian Angket menggunakan Google Form


Observasi dilakukan bersamaan dengan waktu pelaksanaan tindakan oleh peneliti dan
menggunakan lembar observasi setiap diadakan tugas dan pertemuan kelas di google classroom.
Lembar observasi digunakan oleh observer dalam mengamati tingkah laku peserta didik yang
merupakan cerminan dari aspek motivasi belajar Matematika. Hasil pengamatan tersebut digunakan
sebagai data pendukung angket motivasi belajar Matematika. Lembar observasi dianalisis secara
kualitatif. Sugiyono (2012) mengemukakan teknik analisis data secara kualitatif terdiri dari tiga
tahapan utama antara lain: 1) Reduksi Data (Data Reduction), yaitu kegiatan merangkum, memilih
hal-hal pokok, dan memfokuskan data hasil observasi sesuai dengan fokus dari aspek motivasi belajar
Matematika yang sedang dikaji; 2) Penyajian Data (Data Display), yaitu data hasil observasi yang
telah dirangkum melalui kegiatan reduksi data kemudian disajikan dalam bentuk naratif; 3) Penarikan
Simpulan (Conclusion Drawing), yaitu data hasil observasi yang disajikan dalam bentuk naratif
kemudian digeneralisasikan untuk didapatkan simpulan. Simpulan tersebut akan mewakili semua data
atau informasi dari hasil pengamatan motivasi belajar peserta didik. Variabel dan Instrumen Penelitian
Motivasi Belajar peserta didik dapat dilihat Pada Tabel 1.
Tabel 1.
Variabel dan Instrumen penelitian Motivasi Belajar Siswa
Variabel terkait Indikator Data Instrumen
Motivasi 1. Hasrat dan keinginan berhasil Skor rata-rata Kuesioner
2. Dorongan dan kebutuhan kelas motivasi belajar
dalam belajar peserta didik
3. Adanya harapan dan cita-cita
4. Adanya penghargaan dalam
pembelajaran
5. Kegiatan menarik
6. Belajar kondusif

Peneliti menggunakan 6 indikator motivasi belajar menurut Uno (2015). Indikator tersebut
adalah hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan
cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam pembelajaran, kegiatan menarik, dan lingkungan
belajar yang kondusif.
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket Google Form dan
observasi yang dilakukan melalui kelas Daring Google Classroom. Teknik angket digunakan untuk
mengetahui persentase dari tingkat motivasi belajar Matematika setiap Siswa. Teknik observasi
digunakan sebagai data pendukung melalui pengamatan yang menunjukkan tingkat motivasi belajar
peserta didik ketika pembelajaran matematika dikelas Daring. Teknik analisis data untuk angket
motivasi belajar secara deskriptif kuantitatif. Metode penskoran angket motivasi belajar peserta didik
didasarkan pada skala Likert dengan 4 pilihan jawaban. Pilihan jawaban yang disediakan untuk
angket motivasi belajar Matematika antara lain 4 = sangat setuju, 3 = setuju, 2 = tidak setuju, 1 =
280 Journal On Education, Volume 02, No. 03, April 2020, hal. 275-285

sangat tidak setuju. Motivasi belajar Matematika dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu tinggi,
sedang, dan rendah. Teknik analisis data untuk mengetahui kategori motivasi belajar Matematika
melalui angket dilaksanakan dengan mengakumulasikan skor dari semua butir angket dari semua
sampel penelitian. Skor tersebut kemuadian diolah untuk menentukan rata-rata skor motivasi belajar.
Ratarata digunakan sebagai patokan untuk mengkategorikan tingkat motivasi belajar tiap peserta didik
untuk mata pelajaran Matematika. Kriteria pengelompokan kategori/kriteria kuesioner motivasi
belajar peserta didik untuk mata pelajaran Matematika disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2.
Kriteria skor observasi dan kuesionar Motivasi Belajar
No Koefisien Korelasi Kualifikasi
1 0-39 Rendah
2 40-69 Sedang
3 70-100 Tinggi

Langkah selanjutnya adalah menentukan persentase (%) dari tiap kategori motivasi belajar.
Motivasi belajar Matematika yang dikategorikan menjadi kelompok motivasi tinggi, sedang, dan
rendah ditentukan persentasenya untuk mengetahui tingkatan motivasi belajar peserta didik secara
umum ketika belajar Matematika kelas daring menggunakan google classroom.. Cara menentukan
persentase tiap kategori motivasi belajar Matematika adalah sebagai berikut.

Keterangan:

A : kategori motivasi belajar peserta didik tinggi/ sedang/rendah, dengan satuan persen (%).

N : jumlah peserta didik yang memiliki motivasi belajar tinggi/sedang/rendah.

T : jumlah seluruh peserta didik atau sampel penelitian.

Hasil analisis dari angket tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat motivasi belajar
peserta didik selama mengikuti pembelajaran Matematika yang dinyatakan dalam persentase dari
masingmasing kategori motivasi tinggi, sedang, dan rendah. Angket motivasi belajar Matematika
divalidasi oleh dosen ahli. Validasi isi dimaksudkan untuk melihat kesesuaian indikator, kesesuaian
butir-butir pernyataan angket dengan indikator motivasi belajar, dan susunan kalimat. Validator isi
untuk angket motivasi belajar Matematikaa yaitu Ibu Zulfah, M. Pd selaku dosen Prodi Pendidikan
Matematika Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dan dosen matakuliah Penelitian Tindakan Kelas.
Setelah melalui proses validasi isi, angket motivasi belajar Matematika kemudian dibagikan kepada
18 peserta didik kelas IX SMAN 1 Bangkinang Kota yang masuk kedalam kelas daring google
classroom penelitian untuk melihat peningkatan motivasi belajar dalam pembelajaran matematika.
Peningkatan Motivasi Belajar Menggunakan “Google Classroom” Ditengah Pandemi Covid-19 Pada Peserta Didik
Kelas XI IPS 4 SMAN 1 Bangkinang Kota, Putri Umairah, Zulfah 281

Refleksi
Tahap ini meliputi kegiatan menganalisis, penafsiran, menjelaskan, dan menyimpulkan hasil
dari refleksi adalah diadakan revisi yang akan ditentukan untuk memperbaiki kinerja pada penelitian
atau pertemuan selanjutnya.

HASIL

Data dengan aktivitas guru dan peserta didik selama proses pembelajaran secara online
dikumpulkan dengan analisis respon peserta didik terhadap intruksi selama proses pembelajaran
secara daring melalui google classroom dan partisipasi peserta didik terhadap tugas dan materi yang
diberikan. Aktivitas guru dinilai sesuai dengan RPP yang telah dirancang untuk materi yang diajarkan
pada KD 3.6 dan 4.6 tentang barisan dan deret kelas XI. Tetapi karena pendemi sedikit dimodifikasi
prosedur pembelajarannya. Karena seminggu ada dua kali masuk di jadwal matapelajaran yaitu senin
dan rabu, pada hari senin diberikan materi di Lembar Kegiatan Siswa, pertemuan selanjutnya yaitu
pada hari rabu diadakan kuis kepada para peserta didik, selanjutnya senin materi di LKS dan Rabu
Kuis lagi, senin selanjutnya penyampaian materi langsung dengan peserta didik melalui video
konferensi dan pada pertemuan rabu berikutnya dilakukan ulangan harian.
Peneliti menambahkan beberapa program e-learning yaitu materi online yang diberikan di
blog milik peneliti, absen online menggunakan google form, kuis online kahoot untuk meningkatkan
motivasi belajar yang dibagikan dikelas Daring Google classroom. Kuis dan materi yang diberikan
sesuai dengan yang diajarkan oleh guru matapelajaran.
Pada pertemuan perkenalan, yaitu pada senin 14 April 2020, peneliti memberikan intruksi di
grup WA yang telah dibuat untuk kelas penelitian kelas XI IPS 4, peneliti mengarahkan agar peserta
didik login ke google classroom dengan kode kelas yang telah dibagikan. Setelah peserta didik login
ke google classroom dikelas yang diintruksi oleh peneliti, peneliti membuat pengmuman dan
pengarahan digoogle classroom dan membagikan link blog tentang materi barisan dan deret kelas XI.
Pada pertemuan pertama yaitu pada senin 20 April 2020, peneliti memberikan intruksi dan
pengumuman di google classroom mengenai pertemuan dan kuis e-learning online kahoot yang
soalnya tentang barisan dan deret. Kuis ini diberikan batas waktu sampai hari jumat untuk peserta
didik mengerjakan kuis onlinenya. Sampai hari jumat peneliti menunggu dan mengecek setiap
peserta didik yang login ke e-learning kuis online kahoot untuk mengetahu nilai yang diperoleh
peserta didik apakah bagus atau masih banyak yang salah pada saat menjawab soal kuis yang
diberikan mengenai materi barisan dan deret yang sudah peserta didik pelajari. Tetapi karena masih
awal perkenalan menegani beajar online dan kuis online jadi belum ada peserta didik yang login ke
kuis online tersebut.
Pada pertemuan kedua, Kamis 30 April 2020, peneliti memberikan materi berupa LKS yang
dibuat oleh peneliti mengenai materi barisan dan deret serta modul materi Barisan dan deret untuk
kelas XI. Peneiliti juga memberikan intruksi agar peserta didik mengisi absen di kolom komentar
282 Journal On Education, Volume 02, No. 03, April 2020, hal. 275-285

google classroom. Dan pada pertemuan ini ada 11 peserta didik yang memberikan respon di kolom
komentar.
Pada pertemuan ketiga, jumat 8 Mei 2020, peneliti memberikan pengumuman dan instruksi di
google classroom mengenai pertemuan, peserta didik di arahkan untuk mengisi absen google form di
link yang dibagikan, serta materi dan tugas yang diberikan. Materi yang diberikan adalah contoh soal
pemecahan masalah mengenai materi barisan dan deret yang dibuat oleh peneliti. Selanjutnya, Tugas
yang diberikan adalah membuat contoh soal soal pemecahan masalah dengan materi yang pernah
dipelajari. Sampai batas pertemuan selanjutnya yang mengumpulkan tugas hanya satu orang tetapi
nilai dan hasilnya sangat memuaskan, dan ini juga bisa membuktikan bahwa peserta didik sudah
paham mengenai materi barisan dan deret sehingga bisa berpikir kreatif ketika membuat tugas contoh
soal pemecahan masalah barisan dan deret serta telah mengerti cara mengaplikasikan google
classroom yaitu mengumpulkan tugas yang diinstruksikan dengan baik. Pada pertemuan ini hanya 10
orang mengisi absen di google form.
Pada pertemuan keempat, Jumat 15 Mei 2020, peneiliti memberikan pengumumuan dan
instruksi mengenai pertemuan, absen di google form, memberikan kuis online Kahoot, serta
menghimbau kembali kepada peserta didik yang belum mengisi absen pertemuan sebelumnya agar
segera diisi, dan mengingatkan kepada peserta didik yang belum mengumpulkan tugas dan belum
login kuis online agar segera dilaksanakan.
Selama melaksakanakan proses pembelajaran secara daring di google classroom, peneliti
melakukan observasi dan menilai bahwa peserta didik lebih suka belajar secara tatap muka karena
pelajaran matematika menurut mereka saat proses tatap muka saja sulit untuk dipahami apalagi
dilakukan secara metode daring, maka lebih sulit untuk dipahami. Tetapi dari hasil tugas yang
dikumpulkan oleh peserta didik walaupun satu orang, dapat diketahui bahwa pemahaman mereka
selama melakukan pembelajaran secara daring dengan guru matapelajarannya pada materi barisan dan
deret kelas XI, peserta didik telah mempelajari dan memahami materi dengan baik sehingga bisa
menyelesaikan tugas yang diberikan oleh peneliti secara baik dan bagus. Dan peserta didik tersebut
telah melakukan login ke kuis e-learning kahoot, dan mendapatkan nilai yang cukup memuaskan.
Berikut hasil observasi motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran secara daring
menggunakan google classroom yang bisa dilihat pada tabel 3.
Tabel 3.
Hasil observasi motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran secara daring menggunakan
google classroom
Observer Kondisi Motivasi Belajar
Total skor Kategori
Hasil 81 Tinggi
Rata-rata 81 Tinggi
Peningkatan Motivasi Belajar Menggunakan “Google Classroom” Ditengah Pandemi Covid-19 Pada Peserta Didik
Kelas XI IPS 4 SMAN 1 Bangkinang Kota, Putri Umairah, Zulfah 283

Setelah beberapa kali melaksanakan pembelajaran dengan metode daring di google


classroom, maka peneliti melakukan pembagian kuesioner untuk mengetahui motivasi peserta didik di
pembelajaran matematika. Angket diisi oleh 18 peserta didik yang menjadi peserta di google
classroom. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa rata-rata skor dari 18 peserta didik adalah 87,83.
Total skor dari jawaban angket moivasi belajar matematika yang diisi oleh peserta didik kemudian di
hitung dan dicocokkan dengan kriteria tingkat motivasi. Kemudian Rata-rata dari skor motivasi
belajar peserta didik tersebut juga digunakan untuk mengelompokkan tingkat motivasi peserta didik
dalam belajar matematika. Skor hasil kuesioner motivasi belajar peserta didik dapat dilihat pada Tabel
4.
Tabel 4.
Skor hasil kuesioner motivasi belajar peserta didik

Total Skor kuesioner


No Nama Kategori
Indikator
1 Dicky Wahyudi 97 Tinggi
2 Dimas Dwiputra 82 Tinggi
3 Elvya Alda Khafifah 83 Tinggi
4 Muhammad Al hafiz 100 Tinggi
5 Muhammad Yohandra 53 Sedang
6 Nanda Kusuma 92 Tinggi
7 Nanda 96 Tinggi
8 Nurfa Arlin 86 Tinggi
9 Restu Mahendra 83 Tinggi
10 Risma Diana 100 Tinggi
11 Shenny Marini Putri 92 Tinggi
12 Sintia Nabila 88 Tinggi
13 Siti Aisyah 97 Tinggi
14 Sri Yana Amelia 91 Tinggi
15 Suci Septiani 82 Tinggi
16 Teti Sarida 73 Tinggi
17 Thalia Azzahra 87 Tinggi
18 Theresa Regina 99 Tinggi
87,83333333 Tinggi
Jumlah rata-rata kelas

Skor angket Motivasi belajar peserta didik kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori
motivasi belajar. Jumlah peserta didik dengan kategori motivasi belajar dikelompokkan menjadi tiga
kategori yang disajikan pada tabel 4.
284 Journal On Education, Volume 02, No. 03, April 2020, hal. 275-285

Tabel 4.

Jumlah peserta didik pengelompokan Motivasi Belajar Matematika

No Kategori Motivasi Belajar Matematika Banyak Peserta Didik


1 Tinggi 17
2 Sedang 1
3 Rendah -
Hasil perhitungan lembar kuesioner motivasi belajar peserta didik setelah menggunakan
metode daring menggunakan Google classroom, diperoleh rata-rata skor sebesar 87,83 yaitu kriteria
tinggi. Jumlah peserta didik XI IPS 4 motivasi belajar tinggi sebanyak 17 peserta didik, kategori
motivasi belajar sedang ada 1 peserta didik, dantidak ada peserta didik untuk kategori motivasi belajar
rendah. Sehingga google classrom bisa dikatakan bisa meningkatkan motivasi belajar peserta didik
dalam pembelajaran matematika. Hasil analisis data tersebut lalu diubah menjadi bentuk persentase.
Hasil persentase untuk tiap kategori motivasi belajar matematika adalah sebanyak 94,44% peserta
didik untuk kategori motivasi belajar matematika tinggi, 5,55% peserta didik untuk kategori motivasi
belajar matematika sedang, serta 0% peserta didik bermotivasi belajar matematika rendah.
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar peserta didik untuk
matapelajaran matematika termasuk dalam kategori tinggi.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil beberapa pertemuan yang telah dilakukan di google classroom, peneliti
menyimpulkan bahwa peserta didik setelah dilakukan pembelajaran secara daring, peserta didik bisa
belajar cara menggunakan aplikasi pembelajaran online maupun mengaplikasikan e-learning kuis.
Pembelajaran secara daring bisa meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran
matematika, di penelitian ini peneliti menggunakan google classroom untuk interaksi kelas, google
form untuk absen, google form juga digunakan pada saat survey untuk mengetahui aplikasi yang
cocok digunakan untuk pembelajaran daring sehingga diketahui aplikasi yang di mintai peserta didik
adalah Google classroom, dan pemberian materi serta tugas di kelas google classroom, e-learning
online kuis, serta yang terakhir membagikan angket google form setelah menggunakan metode daring
google classroom. Tujuan pembagian angket adalah untuk mengukur peningkatan motivasi belajar
peserta didik pada peserta didik kelas XI IPS 4 SMAN 1 Bangkinang Kota. Hasil dari angketnya
menunjukkan peningkatan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika. Kendala
dalam interaksi di google classroom mungkin terdapat pada jaringan, kendala pengumpulan tugas
karena peserta didik mempunyai banyak tugas dari setiap guru matapelajaran sehingga mereka tidak
sempat untuk mengumpulkan tugas yang diberikan oleh penelliti dan tidak login ke kuis e-learning
Kahoot.
Peningkatan Motivasi Belajar Menggunakan “Google Classroom” Ditengah Pandemi Covid-19 Pada Peserta Didik
Kelas XI IPS 4 SMAN 1 Bangkinang Kota, Putri Umairah, Zulfah 285

DAFTAR PUSTAKA

Herliandry, L. D., & Suban, M. E. (2020). Jurnal Teknologi Pendidikan Pembelajaran Pada Masa
Pandemi Covid-19. 22(1), 65–70.
Mustakim. (2020). Efektivitas Pembelajaran Daring Menggunakan Media Online Selama Pandemi
Covid-19 Pada Mata Pelajaran Matematika The Effectiveness Of E-Learning Using Online
Media During The Covid-19 Pandemic In Mathematics. 2(1), 1–12.
Sabran, & Sabara, E. (2019). Keefektifan Google Classroom sebagai media pembelajaran. Diseminasi
Hasil Penelitian Melalui Optimalisasi Sinta Dan Hak Kekayaan Intelektual, 122–125.
Sari, N., & Sunarno, W. (2018). Sekolah Menengah Atas The Analysis Of Students Learning
Motivation On Physics Learn- Ing In Senior Secondary School. 3, 17–32.
Sofyana, L., & Rozaq, A. (2019). PEmbelajaran Daring Kombinasi Berbasis Whatsapp Pada Kelas
Karyawan Prodi Teknik Informatika Universitas Pgri Madiun. 8.
Soleha, M. T. (2010). Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika. 1(1), 24–39.
Syaripah. (2016). Pengaruh Persepsi Pembelajaran Matematika Terhadap Motivasi Belajar Siswa
Dalam Bidang Matematika Di Sekolah Sma N 1 Curup Timur T.P 2015/2016. 2(2), 117–131.
Uno, B, Hamzah. (2015). Teori Motivasi dan Pengukuran. Gorontalo: Bumi Aksara

You might also like