Kia Dan Ruang Lingkup Kia
Kia Dan Ruang Lingkup Kia
Kia Dan Ruang Lingkup Kia
DAN ANAK
DR.RININTA ANDRIANI,M.KES
PENGERTIAN KIA!
UPAYA DIBIDANG KESEHATAN YANG
MENYANGKUT PELAYANAN DAN PEMELIHARAAN
IBU HAMIL, IBU BERSALIN, IBU MENYUSUI,
BAYI DAN ANAK BALITA SERTA ANAK
PRASEKOLAH.
TERCAPAINYA KEMAMPUAN HIDUP
SEHAT MELALUI PENINGKATAN
DERAJAT KESEHATAN YANG OPTIMAL,
BAGI IBU DAN KELUARGANYA UNTUK
MENUJU NORMA KELUARGA KECIL
TUJUAN BAHAGIA SEJAHTERA (NKKBS) SERTA
KIA MENINGKATNYA DERAJAT KESEHATAN
ANAK UNTUK MENJAMIN PROSES
TUMBUH KEMBANG OPTIMAL YANG
MERUPAKAN LANDASAN BAGI
PENINGKATAN KUALITAS MANUSIA
SEUTUHNYA.
TUJUAN KHUSUS
I 2 3
Meningkatnya mutu
Meningkatnya kemampuan dan peran
pelayanan kesehatan serta masyarakat, keluarga dan seluruh
ibu hamil, ibu anggotanya untuk mengatasi masalah
bersalin, ibu nifas, ibu kesehatan ibu, balita, anak prasekolah,
meneteki, bayi dan tertama melalui peningkatan peran ibu
anak balita. dan keluarganya.
Prinsip Pengelolaan Program KIA Prinsip pengelolaan Program KIA adalah
memantapkan dan peningkatan jangkauan serta mutu pelayanan KIA secara
efektif dan efisien.
Pelayanan KIA diutamakan pada kegiatan pokok :
Peningkatan pelayanan
neonatal (bayi berumur
kurang dari 1bulan)
dengan mutu yang baik
dan jangkauan yang
setinggi tingginya
1 2 3
Kesehatan Kesehatan Kesehatan Bayi
Maternal/Ibu Perinatal dan dan Anak
Neonatal
Kesehatan Reproduksi
Ruang Lingkup ini terkait dengan
bagaimana Menjaga dan meningkatkan
status kesehatan wanita yang
berpengaruh terhadap proses
reproduksi selama siklus kehidupannya
(continuum of care woman cycle).
Upaya ini ditujukan pada pelayanan
kesehatan ibu dan pelayanan
kesehatan anak
Kesehatan Maternal/Ibu
Kesehatan Maternal dimulai saat kehamilan sampai saat setelah Persalinan.
Di Indonesia masalah Kesehatan MAternal terfokus pada Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI).
Angka Kematian Ibu adalah Jumlah Kematian Ibu sebagai jumlah kematian ibu selama masa kehamilan,
persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan dan nifas ataupun pengelolaannya,
tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh,dll di setiap 100.000 kelahiran hidup.
Pada tahun 2015 angka kematian ibu di Indonesia mencapai 305 kematian per 100.000 kelahiran hidup,
meskipun angka ini mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar 359 kematian
per 100.00 kelahiran hidup, namun masih berada jauh dibawah target SDG tahun 2030 mendatang.
Next - Kesehatan Maternal/Ibu
MASALAH KESEHATAN YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA WANITA SEBELUM HAMIL TERKAIT DENGAN
KEADAAN SYSTEM REPRODUKSI, STATUS PENYAKIT MENULAR SEKSUAL, KEADAAN STATUS GIZI, MASALAH
PENYAKIT FISIK DAN PSIKOLOGIS.
KONDISI TERSEBUT HARUS DITINDAKLANJUTI DENGAN PELAYANAN YANG DIBERIKAN DI FASILITAS KESEHATAN
UNTUK MEMASTIKAN STATUS KESEHATAN WANITA SEBELUM HAMIL DALAM KEADAAN BAIK, KARENA AKAN
BERPENGARUH TERHADAP 1.000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN BAGI ANAK YANG DIMULAI SEJAK MASA KONSEPSI
SAMPAI ANAK BALITA.
YANG PERLU DIPERHATIKAN UNTUK KESEHATAN ANAK DENGAN MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN YANG BAIK
SEJAK DALAM KANDUNGAN SAMPAI MASA NEONATAL MELALUI PEMERIKSAAN KEHAMILAN YANG TERATUR
PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI IBU HAMIL TERMASUK PEMBERIAN TABLET FE DAN ASAM FOLAT.
PEMBERIAN IMUNISASI TT DIBERIKAN JIKA IBU HAMIL BELUM MEMILIKI STATUS T 5 DAN UPAYA DETEKSI DINI.
KOMPLIKASI KEHAMILAN DAN PERSALINAN MELALUI PENGGUNAAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK SERTA
PENANGANAN KEDARURATAN YANG TERJADI SELAMA MASA KEHAMILAN DAN PERSALINAN.
Angka Kematian Bayi (AKB) terus menurun, namun kontribusi kematian perinatal pada kematian bayi
justru semakin tinggi. Indonesia bersama semua negara berkembang berupaya mencapai kesepakatan
Millenium Development Goals (MDGs) dengan salah satu sasaran adalah menurunkan angka kematian
neonatal sekitar 25% dari 20 per 1.000 kelahiran hidup menjadi 15 per 1.000 kelahiran hidup.
Target keempat MDGs adalah menurunkan angka kematian balita (AKBA) hingga dua per tiga dalam
kurun waktu 1990 - 2015.
Next_Kesehatan Perinatal dan Neonatal
Pelayanan selama masa nifas dan neonatus berfokus pada upaya inisiasi
menyusu dini sebagai langkah awal pemberian ASI eksklusif dan
penggunaan kontrasepsi.
Pelayanan Kesehatan Bayi, Balita dan Anak Prasekolah difokuskan pada pemberian
ASI eksklusif, pemberian imunisasi dasar, pemberian makanan tambahan, pemberian
vitamin A, pemantauan tumbuh kembang dan pemberian imunisasi booster, serta
manajemen terpadu jika bayi dan balita mengalami sakit.
Next_Kesehatan Bayi dan Anak
Pelayanan Anak Sekolah dan Remaja diberikan dengan tujuan untuk
melakukan upaya deteksi dini tumbuh kembang anak sekolah melalui
skrining/penjaringan anak sekolah dan remaja, konseling gizi HIV/
AIDS NAPZA dan upaya kesehatan sekolah.
Selain pelayanan tersebut, pada periode ini harus diberikan juga pelayanan
kesehatan reproduksi untuk membekali para remaja supaya memiliki pengetahuan
yang cukup tentang proses reproduksi yang menjadi
tanggung jawabnya.
Kesehatan Reproduksi
Kesehatan reproduksi menurut Kemenkes RI (2015) adalah keadaan sehat
secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau
kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi.