JOSR: Journal of Social Research
April 2022, 1 (5), 384-390
p-ISSN: 2827-9832 e-ISSN: 2828-335X
Available online at http:// https://ijsr.internationaljournallabs.com/index.php/ijsr
TREN PEMAHAMAN AKHLAK PADA MASYARAKAT MODERN
Ega Diana1, Lidra Agustina Tanjung2
Magister Pendidikan Agama Islam Reguler UIN Sumatera Utara, Indonesia
[email protected],
[email protected]
Abstrak
Received: 05 April 2022
Revised : 12 April 2022
Accepted: 25 April 2022
Akhlak berasal dari kosa kata bahasa Arab dan terdapat dua
pendapat mengenai akhlak. Menurut pendapat pertama,
kata “akhlak merupakan isim jamid atau ghair mustaq,
maksudnya yaitu kata benda yang tidak memiliki akar kata
karena bentuknya memang telah sedemikian dan berdiri
sendiri”. Sedangangkan Masyarakat modern merupakan
golongan atau sekumpulan manusia yang orientasi
hidupnya terarah ke masa kini. Masyarakat ini sering
disebut perubahan dari masyarakat tradisional menjadi
masyarakat yang lebih maju dari segala aspek dan hidup
dengan teknologi yang maju. Akhlak masyarakat modern
cenderung negatif dan lebih bersikap individual. Adapun
akhlak pada masyarakat modern saat ini yaitu: 1.
Ibadahnya rendah, 2. Tidak mengenal Rasul nya, 3. Tidak
dekat dengan Al-Qur’an, 3. Tidak menghindari bisikan
atau godaan jin, 4. Tidak mau mencari surga, 5. Tidak
menghindari neraka, 6. Paham agama tapi tidak
menjalankannya, 7. Mendapatkan nikmat tapi tidak mau
bersyukur.
Kata Kunci: Akhlak, Masyarakat, Modern.
Abstract
Background: This study aims to determine the influence of
international trade (exports and imports) and investment on
economic growth in Indonesia for the 2021 research period.
This study used questionnaires distributed to students of the
Faculty of Economics and Islamic Business.
Objective: This research aims to determine the influence of this
international trade and investment on economic growth in
Indonesia.
Methods: In this study, the author used a questionnaire
research method, which is a study whose data and information
are obtained from the source of filling out questionnaires and
from library results. The type of research used in this research
is a type of quantitative research.
Results: Judging from the results of the questionnaire
distributed to students of the Faculty of Economics and Islamic
384
http://ijsr.internationaljournallabs.com/index.php/ijsr
Ega Diana, Lidra Agustina Tanjung / JOSR: Journal of Social Research, 1(5), 384-390
Business UINSU, it can be concluded that the growth of
economic growth realization to investment growth is
experiencing an increasing trend.
Conclusion: From the results of research and discussions
conducted, it can be concluded that international trade has no
effect oneconomic growth.
Keywords: international trade; investment; economic growth
*Correspondent Author : Ega Diana
Email :
[email protected]
PENDAHULUAN
Untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, diperlukan sebuah pembangunan. Salah
satu pembangunan yang penting adalah pembangunan ekonomi. Proses pembangunan ekonomi
diawali dengan menciptakan peningkatan pertumbuhan ekonomi, yang diharapkan mampu
mengubah struktur perekonomian menjadi berkembang dan kuat (Purba et al., 2021).
Selanjutnya proses ini akan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih besar dan
meningkatkan pendapatan masyarakat. Pada akhirnya pembangunan ekonomi dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Yasa & Arka, 2015). Dalam proses pembangunan
ekonomi, pertumbuhan ekonomi dijadikan sebagai salah satu indikator untuk melihat
keberhasilan pembangunan yang dilakukan oleh suatu negara dan juga menjadi acuan untuk
merumuskan kebijakan dan menentukan arah pembangunan di masa depan (Mulia, 2019).
Pertumbuhan ekonomi yang positif menunjukkan adanya peningkatan perekonomian (Anitasari
& Soleh, 2015). Sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang negatif mengindikasikan penurunan
perekonomian. Pertumbuhan ekonomi regional diukur dari peningkatan Produk Domestik Bruto
Regional (PDRB). PDRB adalah nilai output yang dihasilkan melalui faktor produksi milik
warga daerah tersebut. Jadi, pemerintah daerah berupaya untuk menaikkan jumlah output agar
pertumbuhan ekonomi regional meningkat.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), secara konsisten dalam kurun waktu
dari tahun 2012-2016, PDRB tertinggi di Indonesia dicapai oleh DKI Jakarta sebesar 1.222,52
triliun rupiah. Dilihat dari data laju pertumbuhan ekonomi, tidak semua provinsi mengikuti arah
pertumbuhan nasional. Hanya beberapa wilayah yang mengikuti fluktuasi pertumbuhan
ekonomi nasional dengan kisaran antara 4-6%. Provinsi tersebut adalah Sumatera Utara,
Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa
Barat, Jawa Tengah, DI Yogakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi
Utara, dan Maluku Utara. Tantangan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi
regional semakin beragam. Salah satu tantangan sekaligus kesempatan pemerintah daerah dalam
upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional di era globalisasi adalah
menghadapi era keterbukaan ekonomi. Sikap pemerintah Indonesia dalam menghadapi era
keterbukaan ekonomi dimulai tahun 1967 dengan mengeluarkan UU Nomor 1 Tahun 1967
tentang Penanaman Modal Asing (PMA). Pemerintah pusat berusaha mendatangkan investasi
asing untuk memperbaiki kondisi ekonomi setelah krisis tahun 1965 dan untuk mempercepat
pembangunan nasional (Siagian et al., 2020).
Investasi merupakan sumber daya penting untuk meningkatkan modal atau stok kapital
karena stok kapital yang tersedia di suatu negara atau daerah akan menentukan kapasitas
perekonomian dalam menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa. Investasi mempunyai fungsi
ganda dalam meningkatkan pendapatan (Danawati et al., 2016). Kedua fungsi tersebut dilihat
dari sisi penawaran dan sisi permintaan. Fungsi investasi dari sisi penawaran adalah
meningkatkan kapasitas produksi (Dharma & Djohan, 2016). Dengan meningkatnya kapasitas
Tren Pemahaman Akhlak Pada Masyarakat Modern
385
Ega Diana, Lidra Agustina Tanjung / JOSR: Journal of Social Research, 1(5), 384-390
produksi, lapangan kerja baru akan muncul dan dapat mengurangi pengangguran. Fungsi
investasi dari sisi permintaan adalah meningkatkan daya beli masyarakat (Amalia, 2013).
Meningkatnya daya beli masyarakat berdampak pada meningkatnya konsumsi rumah tangga,
dan akan berdampak terhadapap peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan investasi di Indonesia dari tahun 2010-2016 secara umum mengalami tren
peningkatan. Investasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu Penanaman Modal Asing (PMA)
dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) (Rofii & Ardyan, 2017). Menurut data statistik
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total realisasi PMA yang masuk di Indonesia
pada tahun 2016 sebesar US$ 28,96 miliar. Jumlah ini menurun hingga -1,07% dibandingkan
2015.
Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perdagangan
initernasional dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
METODE PENELITIAN
Dalam penelelitian ini penulis mengunakan metode penelitian kuesioner, yaitu
penelitian yang data dan informasinya diperoleh dari sumber mengisi angket dan dari hasil-hasil
pustaka. Jenis penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif.
Data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data yang didapat dari catatan, buku, dan
majalah berupa laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, artikel, buku-buku
sebagai teori, majalah, dan lain sebagainya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Dilihat dari hasil kuesioner yang di sebar pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam UINSU, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan realisasi pertumbuhan ekonomi terhadap
pertumbuhan investasi mengalami tren peningkatan. Realisasi di Indonesia terbesar terjadi pada
tahun 2019 yaitu sebesar US$ 29,28 miliar (Aminda & Rinda, 2019). Fakta yang terjadi di
Indonesia tidak sesuai dengan teori. Di Indonesia laju pertumbuhan investasi yang terealisasikan
mengalami fluktuasi yang bervariasi, sedangkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang
dalam tren menurun namun masih dapat dikategorikan stabil. Ketidaksesuaian ini bisa dilihat
pada tahun 2020, laju realisasi PMA sebesar -0,31% dan pada tahun 2015 realisasi PMA yang
terealisasikan naik menjadi 2,62%, tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014 sebesar
5,20% turun menjadi 4,98% pada tahun 2015 (Pambudy & Syairozi, 2019).
Fakta inilah yang menunjukkan kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan realisasi
PMA tidak sejalan dengan teori. Selain realisasi PMA, perdagangan internasional juga salah
satu faktor penting yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi (Asiyan, 2013).
Perdagangan internasional merupakan dampak dari globalisasi. Perdagangan internasional
terwujud dalam kegiatan ekspor dan impor. Bergabungnya Indonesia ke banyak kerjasama
regional tidak menjamin ekspor Indonesia terus meningkat (al Syahrin, 2018). Bahkan Indonesia
juga banyak melakukan kerjasama bilateral dengan negara lain dalam rangka meningkatkan
ekspor. Namun fakta yang terjadi di Indonesia dari tahun 2011-2016 laju pertumbuhan ekspor
Indonesia terus menurun.
Hubungan Perdagangan Internasional dengan Pertumbuhan Ekonomi
Perekonomian suatu negara dapat dilihat melalui tingkat pertumbuhan ekonomi negara
yang bersangkutan. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi maka semakin baik juga
perekonomian suatu negara. Peningkatan kondisi perekonomian suatu negara akan berdampak
Tren Pemahaman Akhlak Pada Masyarakat Modern
386
Ega Diana, Lidra Agustina Tanjung / JOSR: Journal of Social Research, 1(5), 384-390
positif terhadap sisi permintaan agregat dan penawaran agregat suatu negara. Pertumbuhan
ekonomi tergolong ke dalam masalah makroekonomi. Masyarakat suatu negara akan berusaha
meningkatkan kemampuan melakukan produksi dengan memaksimalkan faktor produksi yang
tersedia. Faktor produksi tersebut adalah modal, tenaga kerja, dan tanah. Dengan meningkatnya
investasi sebagai modal, tenaga kerja dan sumber daya lainnya akan semakin menambah
kapasitas produksi (Menajang, 2014). Terdapat beberapa definisi pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi merupakan ukuran untuk perkembangan suatu perekonomian
(Zulfa, 2016). Instrumen ini menjadi penting dalam mengukur seberapa berhasil faktor-faktor
stimulan menjalankan kebijakan-kebijakan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi berarti
perkembangan produksi barang dan jasa yang berlaku di suatu negara (Qomariyah, 2013).
Tetapi sangat sulit untuk menggambarkan pertumbuhan ekonomi yang dicapai dengan ukuran
berbagai jenis data produksi. Oleh karena itu ukuran yang selalu digunakan adalah tingkat
pendapatan nasional.
Di era globalisasi, perdagangan internasional merupakan salah satu instrumen untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi. Secara tradisional, perdagangan internasional terjadi karena
kelangkaan sumber daya di suatu negara (Herdiansyah, 2019). Kelangkaan sumber daya di suatu
negara dapat teratasi karena memperoleh sumber daya langka tersebut dari negara lain melalui
jalur perdagangan. Namun di era globalisasi ini, tujuan dari perdagangan internasional sudah
berkembang untuk memperoleh keuntungan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang perdagangan internasional, yaitu teori
keunggulan absolut, teori keunggulan komparatif, dan teori Hecksher-Ohlin (Purba et al., 2021).
Teori keunggulan absolut menjelaskan bahwa perdagangan akan meningkatkan keuntungan jika
diterapkan dengan menggunakan mekanisme perdagangan bebas (Purba et al., 2021). Untuk
meningkatkan keuntungan dari perdagangan bebas, para pelaku ekonomi akan melakukan
spesialisasi dengan tujuan meningkatkan efisiensi. Spesialisasi sebaiknya dilakukan
berdasarkan keunggulan absolut, yaitu kemampuan produksi dengan biaya yang rendah (Purba
et al., 2021).
Untuk memperbaiki kelemahan teori keunggulan absolut, maka dikembangkan teori
keunggulan komparatif. Kelemahan teori keunggulan absolut adalah tidak dapat menjawab
pertanyaan bagaimana jika suatu negara menguasai semua barang yang diperdagangkan secara
absolut. Teori keunggulan komparatif memberikan solusi bahwa perdagangan dapat terjadi
walaupun suatu negara menguasai seluruh barang secara absolut dengan mengekspor barang
yang paling efisien produksinya (Purba et al., 2021). Sebagai contoh, Perancis dan Swiss samasama melakukan produksi keju dan anggur. Biaya produksi keju dan anggur di Swiss lebih
rendah dibandingkan dengan Perancis. Di pasar domestik Swiss, biaya produksi keju lebih
rendah dibandingkan dengan produksi anggur. Swiss akan mendapatkan keuntungan yang lebih
besar jika memproduksi keju dan mengimpor anggur dari Perancis. Namun, kedua teori
perdagangan internasional tersebut masih terdapat kelemahan. Kedua teori tersebut tidak
memperhatikan perbedaan faktor produksi.
Dari perkembangan ketiga teori tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa teoriteori yang ada semakin memperlihatkan bahwa pencarian keuntungan adalah tujuan utama dari
perdagangan. Secara kaidah makroekonomi, peningkatan agregat produksi dalam negeri akan
semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Begitu juga dengan konsep perhitungan
pendapatan nasional metode pengeluaran yang menyatakan bahwa selisih keuntungan dari
perdagangan internasional akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Hubungan Investasi dengan Pertumbuhan Ekonomi
Investasi merupakan salah satu variabel yang mampu menjelaskan bagaimana cara
mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam penghitungan pendapatan nasional metode
pengeluaran, investasi juga merupakan salah satu komponen pendapatan nasional (Kholis et al.,
2016). Jadi, dapat dikatakan investasi merupakan suatu persamaan identitas dari pertumbuhan
ekonomi. Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau pembelanjaan penanaman modal
atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi
Tren Pemahaman Akhlak Pada Masyarakat Modern
387
Ega Diana, Lidra Agustina Tanjung / JOSR: Journal of Social Research, 1(5), 384-390
untuk menambah kemampuan produksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam
perekonomian (Putra, 2012). Besar kecilnya investasi dalam kegiatan ekonomi ditentukan oleh
tingkat suku bunga, tingkat pendapatan, kemajuan teknologi, ramalan kondisi ekonomi kedepan
dan faktor-faktor lainnya (Sely, 2019).
Menurut teori investasi klasik, setiap perusahaan mempunyai kurva permintaan
investasi yang memiliki slope negatif (Romadhina, 2020). Dalam kurva permintaan investasi,
terdapat trade off antara tingkat bunga dan tingkat investasi. Semakin rendah tingkat bunga,
maka investor akan lebih tertarik menanamkan modalnya untuk berinvestasi di sektor produksi
daripada melakukan investasi dalam bentuk tabungan. Dalam teori Harrod-Domar,
pembentukan modal dipandang sebagai pengeluaran yang akan menambah permintaan efektif
seluruh masyarakat (Rizky et al., 2016). Teori tersebut menunjukan suatu kenyataan yang
diabaikan dalam analisis Keynes, yaitu apabila pada suatu masa tertentu dilakukan sejumlah
pembentukan modal, maka pada masa berikutnya perekonomian tersebut mempunyai
kesanggupan untuk menghasilkan barang.
Persediaan modal fisik yang besar sebagai hasil dari rasio investasi yang tinggi akan
membawa pada pendapatan nasional yang tinggi (Maryaningsih et al., 2014). Investasi yang
tinggi juga cenderung membawa pada pendapatan yang tinggi. Persediaan modal fisik dapat
berupa tanah, mesin, dan tenaga kerja (Rianto, 2015). Tenaga kerja adalah setiap orang yang
termasuk angkatan kerja dan sudah bekerja guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk
memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat .
Ekspor dan Impor Dalam Perdagangan Internasional
Ekspor (exports) adalah barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri untuk dijual ke
luar negeri, sedangkan impor (imports) adalah barang dan jasa yang diproduksi di luar negeri
untuk dijual di dalam negeri. Ekspor neto (net exports) setiap negara adalah nilai ekspor negara
tersebut dikurangi dengan nilai impornya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi ekspor,
impor, dan ekspor neto suatu negara. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut (Purba et al.,
2021):
1) Selera konsumen untuk barang-barang produksi dalam dan luar negeri;
2) Harga barang di dalam negeri dan luar negeri;
3) Nilai tukar dimana orang-orang dapat menggunakan mata uang domestik untuk
membeli mata uang asing;
4) Pendapatan konsumen di dalam dan luar negeri;
5) Biaya transportasi barang dari suatu negara ke negara lain; dan
6) Kebijakan pemerintah terhadap perdagangan internasional
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa
perdagangan internasional tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini
disebabkan masih lambatnya pergerakann dari nilai ekspor neto dan masih tingginya nilai impor
negara Indonesia dibandingkan dengan nilai ekspornya sehingga ekspor neto bernilai negatif.
Sedangkan investasi berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil ini
sesuai dengan teori yang ada, dimana jika semakin tingginya investasi suatu negara akan dapat
meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. jika investasi suatu negara tinggii maka
akan memeberikan kontribusi dalam peningkatan pendapata suatu negara yang menyebabakna
nilai pertumbuhan ekonomi negara mengalami peningkatan.
Tren Pemahaman Akhlak Pada Masyarakat Modern
388
Ega Diana, Lidra Agustina Tanjung / JOSR: Journal of Social Research, 1(5), 384-390
BIBLIOGRAFI
al Syahrin, M. N. (2018). Kebijakan Poros Maritim Jokowi dan Sinergitas Strategi Ekonomi dan
Keamanan Laut Indonesia. Indonesian Perspective, 3(1), 1–17.
Amalia, F. (2013). Hubungan kausalitas investasi dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, 2(1).
Aminda, R. S., & Rinda, R. T. (2019). LAJU INVESTASI BENTUK PERTUMBUHAN
EKONOMI INDONESIA TAHUN 2008-2017. Inovator, 8(2), 40–48.
Anitasari, M., & Soleh, A. (2015). Pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan
ekonomi di Provinsi Bengkulu. EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis,
3(2).
Asiyan, S. (2013). Pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri, Penanaman Modal Asing, dan
Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE),
1(3).
Danawati, S., Bendesa, I. K. G., & Utama, M. S. (2016). Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Dan
Investasi Terhadap Kesempatan Kerja, Pertumbuhan Ekonomi Serta Ketimpangan
Pendapatan Kabupaten/Kota Di Provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas
Udayana, 5(7), 2123–2160.
Dharma, B. D., & Djohan, S. (2016). Pengaruh investasi dan inflasi terhadap kesempatan kerja
melalui pertumbuhan ekonomi di Kota Samarinda. KINERJA, 12(1).
Herdiansyah, H. (2019). Pengelolaan konflik sumber daya alam terbarukan di perbatasan dalam
pendekatan ekologi politik. Jurnal Hubungan Internasional, 7(2), 144–151.
Kholis, M., Astuti, D., & Febrianti, R. (2016). Hubungan antara Pendapatan Nasional dan
Investasi di Indonesia (Suatu Kajian Ekonomi Makro dengan Model VAR). Jurnal
Organisasi Dan Manajemen, 12(1), 65–78.
Maryaningsih, N., Hermansyah, O., & Savitri, M. (2014). Pengaruh infrastruktur terhadap
pertumbuhan ekonomi Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter Dan Perbankan, 17(1), 62–
98.
Menajang, H. (2014). Pengaruh Investasi Dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Kota Manado. Jurnal Pembangunan Dan Keuangan Daerah, 13(1), 45053.
Mulia, R. A. (2019). Influence Of Public Policy, Participation Of Community And Education
Level To Public Welfare In Padang Pariaman District. Jurnal El-Riyasah, 10(1), 37–56.
Pambudy, A. P., & Syairozi, M. I. (2019). Analisis Peran Belanja Modal dan Investasi Swasta
Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Serta Dampaknya Pada Kesejahteraan Masyarakat.
Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 20(1), 26–39.
Purba, B., Rahmadana, M. F., Basmar, E., Sari, D. P., Klara, A., Damanik, D., Faried, A. I., Lie,
D., Fazira, N., & Rozaini, N. (2021). Ekonomi Pembangunan. Yayasan Kita Menulis.
Putra, R. E. (2012). Pengaruh Nilai Investasi, Nilai Upah, dan Nilai Produksi Terhadap
Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Mebel di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.
Economics Development Analysis Journal, 1(2).
Tren Pemahaman Akhlak Pada Masyarakat Modern
389
Ega Diana, Lidra Agustina Tanjung / JOSR: Journal of Social Research, 1(5), 384-390
Qomariyah, I. (2013). Pengaruh tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat
pengangguran di jawa timur. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 1(3).
Rianto, R. (2015). Analisis Pengaruh Modal Dan Tenaga Kerja Kerja Terhadap Produksi Kelapa
Sawit Pada Pt. Gruti Lestari Pratama Medan. Studia Economica: Jurnal Ekonomi Islam,
1(1), 124–144.
Rizky, R. L., Agustin, G., & Mukhlis, I. (2016). Pengaruh Penanaman Modal Asing, Penanaman
Modal Dalam Negeri Dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Di
Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Studi Pembangunan (Journal of Economics and
Development Studies), 8(1), 9–16.
Rofii, A. M., & Ardyan, P. S. (2017). Analisis pengaruh inflasi, penanaman modal asing (pma)
dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di jawa timur. Jurnal Ekonomi & Bisnis,
2(1), 303–316.
Romadhina, A. P. (2020). Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro Dan Makro. Yayasan Pendidikan
dan Sosial Indonesia Maju (YPSIM).
Siagian, V., Rahmadana, M. F., Basmar, E., Purba, P. B., Nainggolan, L. E., Nugraha, N. A.,
Siregar, R. T., Lifchatullaillah, E., Marit, E. L., & Simarmata, H. M. P. (2020). Ekonomi
dan Bisnis Indonesia. Yayasan Kita Menulis.
Yasa, I. K. O. A., & Arka, S. (2015). Pengaruh pertumbuhan ekonomi dan disparitas pendapatan
antardaerah terhadap kesejahteraan masyarakat Provinsi Bali. Jurnal Ekonomi Kuantitatif
Terapan.
Zulfa, A. (2016). Pengaruh pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat
pengangguran di kota lhokseumawe. Jurnal Visioner & Strategis, 5(1).
Tren Pemahaman Akhlak Pada Masyarakat Modern
390