Academia.eduAcademia.edu

METODE BELAJAR MENGAJAR

METODE PEMBELAJARAN Oleh: Masjoko : (1815145757) Tugas Makalah Dikumpulkan Sebagai Tugas Individu Untuk Memenuhi Persyaratan Perkuliahan Teory Belajar dan Pembelajaran PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2015 BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan Mengajar merupakan tugas pokok seorang guru. Guru yang terampil mengajar dapat merasakan bahwa mengajar merupakan suatu hal yang mengembirakan, yang membuatnya melupakan kelelahan. Mengajar merupakan bagian dari seni. Namun tidak semua guru dapat merasakan hal yang demikian. Hal ini disebabkan oleh sulitnya mencari metode mengajar yang tepat. Selama ini tidak ada pegangan yang pasti bagi seorang guru untuk mendapatkan metode mengajar yang paling tepat. Tepat atau tidaknya suatu metode baru terbukti setelah mengetahui hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hal ini dapat dipahami bahwa betapa pentingnya seorang guru menguasai ilmu metode pembelajaran. Sebelum memilih dan menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan, guru terlebih dahulu perlu melihat faktor apa saja yang mempengaruhi siswa dalam belajar selanjutnya baru bisa dilakukan penentuan metode pembelajaran yang tepat. Hal ini berarti bahwa butuh waktu yang lama untuk menentukan metode pembelajaran yang dianggap cocok untuk kondisi peserta didik, sementara waktu terus berlalu dan materi pelajaran harus disampaikan sesuai dengan silabus yang ada. Berdasarkan masalah-masalah tersebut penulis tertarik menulis makalah dengan judul metode pembelajaran, semoga makalah ini dapat menjawab setiap permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka penulis mengemukakan rumusan masalah sebagai berikut: Apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran? Apa saja yang perlu dipetimbangkan dalam memilih dan menentukan metode pembelajaran? Apa saja faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menentukan metode pembeljaran? Apa saja macam-macam metode pembelajaran? Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah: Untuk memahami apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran. Untuk mempermudah guru dalam mengambil keputusan terkait pemilihan dan penentuan metode pembelajaran yang akan dipakai untuk mengajar di dalam kelas. Untuk memberikan wawasan mengenai macam-macam metode pembelajaran. BAB II PEMBAHASAN Pengertian Metode Pembelajaran Secara harfiah metode berarti “Cara”. Secara umum metode berarti cara atau atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, metode berarti cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. KBBI edisi keempat, h. 910 Sedangkan pembelajaran adalah seperangkat kegiatan yang dirancang oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada peserta didik. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan sebuah cara yang dipakai oleh pendidik agar terjadi belajar pada peserta didik dengan upaya untuk mencapai tujuan tertentu. Pemilihan dan Penentuan Metode Untuk Pembelajaran Metode mengajar yang guru gunakan dalam setiap kali pertemuan di kelas bukanlah asal pakai, tetapi setelah melalui seleksi yang berkesesuaian dengan perumusan tujuan instruksional khusus. Jarang sekali guru merumuskan tujuan hanya dengan satu rumusan, tetapi pasti guru merumuskan lebih dari satu tujuan. Oleh sebab itu gurupun menggunakan metode yang lebih dari satu. Berikut akan dibahas masalah pemilihan dengan penentuan metode dalam kegiatan belajar mengajar, dengan uraian bertolak dari nilai strategis metode, efektifitas penggunaan metode dan pentingnya pemilihan dan penentuan metode. Nilai strategis metode Kegiatan belajar mengajar adalah sebuah interaksi yang bernilai pendidikan. Didalamnya terdapat interaksi edukatif antara guru dan peserta didik, ketika guru menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik di kelas. Materi pelajaran yang guru berikan itu akan kurang memberikan dorongan atau motivasi kepada peserta didik apabila penyampaiannya menggunakan strategi yang kurang akurat. Dalam hal inilah kehadiran metode menempati posisi penting dalam menyampaikan materi pelajaran. Materi pelajaran yang akan disampaikan tanpa memperhatikan pemakaian metode justru akan mempersulit guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. pengalaman membuktikan bahwa kegagalan pengajaran salah satunya disebabkan oleh pemilihan metode yang kurang tepat. Hal ini sama seperti yang dijelaskan Syaiful bahwa kelas yang kurang bergairah dengan kondisi peserta didik yang kurang kreatif dikarenakan penentuan metode yang kurang sesuai dengan sifat bahan dan tidak sesuai dengan tujuan pengajaran. Syaiful Bahari Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, ( Jakarta: PT Rieneka CIpta, 2010), h. 76 Dengan demikian dapat dipahami bahwa metode adalah suatu cara yang memiliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Nilai strategisnya adalah metode dapat mempengaruhi jalannya belajar. Karena itu guru sebaiknya memperhatikan dalam pemilihan dan penentuan metode metode sebelum mengajar di kelas. Efektifitas penggunaan metode Ketika peserta didik tidak mampu berkonsentrasi., ketika sevagian besar peserta didik mebuat kegaduhan, ketika peserta didik menunjukan kelesuan, ketika minat belajar peserta didik berkurang dan sebagian besar peserta didik tidak menguasai materi yang telah guru sampaikan, ketika itulah perlu dipertanyakan factor penyebabnya dan usaha mencari jawaban secara tepat. Apa bila hal itu tidak dilakukan maka guru akan mengajar dengan sia-sia. Boleh jadi dari berbagai keadaan tersebut salah satu pnyebabnya adalah factor metode. Karena hal itu, efektifitas penggunaan metode perlu dipertanyakan. Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan pembelajaran. Ibid., h. 78 cukup banyak materi pelajaran yang disampaikan dengan sia-sia karena penggunaan metode menurut kehendak guru dan mengabaikan kebutuhan siswa, fasilitas dan situasi kelas. Contoh, guru yang selalu sengang dalam menggunakan metode ceramah dalam bermain mengajar seni music sementara tujuan pembelajarannya adalah supaya peserta didik terampil bermain alat music, merupakan kegiatan belajar yang kurang kondusif. Seharusnya penggunaan metode harus menunjukan pencapaian tujuan pembelajaran, bukan tujuan yang menyesuaikan dengan metode. Karena itu, efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuaian antara metode dengan semua komponen pengajaran yang telah diprogramkan. Pentingnya pemilihan dan penentuan metode Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan belajar peserta didik di kelas. Salah satu kegiatan yang harus guru lakukan adalah melakukan pemilihan dan penentuian metode yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. pemilihan dan penentuan metode ini didasari adanya metode-metode tertentu yang tidak bisa dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Misalnya, tujuan pembelajaran adalah supaya peserta didik dapat menari dengan gerak dasar tari tunggal, maka guru tidak dapat menggunakan metode diskusi, tetapi yang tepat adalah metode latihan. Kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran tidak akan terjadi jika pemilihan dan penentuan metode tidak dilakukan dengan pengenalan karakteristik dari masing-masing metode pembelajaran. karena itu hal yang baik dilakukan adalah terlebih dahulu mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing metode sebelum menggunakannya. Factor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Dan Penentuan Metode Pembelajaran Pada prinsipnya, tidak satupun metode yang dipandang sempurna atau cocok pada pokok bahasan yang ada pada setiap bidang studi. Karena setiap metode miliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Karena itu, guru tidak boleh sembarangan memilih serta menggunakan metode. M. Sobry Sutikno (2007: 36-39) menguraikan beberapa factor yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode seperti berikut: Tujuan yang hendak dicapai Tujuan pembelajaran merupakan sasaran dari kegiatan pembelajaran. tujuan menjadi pedoman, arah dan sekaligus suasana yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. kepastian proses pembelajaran berpangkal tolak dari jelas-tidaknya perumusan tujuan pembelajaran. semakin jelas dan operasional tujuan yang akan dicapai maka semakin mudah menentukan metode mencapainya dan sebaliknya. Materi pelajaran Materi pelajaran adalah sejumlah materi yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik. Dalam menyusun materi ajar, guru harus memahami apakah materi yang akan disampaikan berupa konsef, pengetahuan factual atau pengetahuan yang berhubungan dengan keterampilan, supaya guru lebih mudah dalam menentukan metode yang akan digunakan. Peserta didik Peserta didik sebagai subjek belajar memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik minat, bakat, kebiasaan, motivasi, status social, situasi lingkungan keluarga maupun harapan terhadap masa depannya. Perbedaan anak dari asfek psikologi seperti sifat pendiam, super aktip, tertutup, periang, pendiam, pemurung, bahkan ada yang menunjukan perilaku yang sulit untuk dikenal. Semua perbedaan tersebut akan berpengaruh terhadap metode pembelajaran. perbedaan-perbedaan inilah yang perlu diorganisir dan dikelola oleh guru untuk mencapai proses pembelajaran yang optimal. Situasi Situasi kegiatan belajar merupakan setting lingkunganan pembelajarnyang dinamis. Guru harus teliti dalam melihat situasi. Pada waktu-waktu tertentu guru perlu melakukan pembelajaran di luar kelas atau di alam terbuka. Fasilitas Fasilitas dapat mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode. Oleh karena itu, ketidak adaan fasilitas sangat mempengaruhi pemilihan metode yang tepat, seperti tidak ada laboratotium untuk praktek jelas sangat mengganggu pemilihan metode eksperimen atau demostrasi. Guru Setiap guru memiliki kepribadian, performance style, kebiasaan dan pengalaman yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, lingkungan dan pendidikan guru yang berbeda-beda. Zakiah Darajat (1995) dalam sutikno ( 2014: 38-39) menjelaskan bahwa setiap guru memiliki kepribadian yang unik. Tidak ada yang sama walaupun mereka memiliki pribadi keguruan. Pribadi guru itu pun unik juga dan perlu dikembangkan secara terus-menerus agar guru terampil dalam: Mengenal dan mengakui setiap harkat dan potensi setiap individu atau peserta didik yang dibelajarkannya Membina suasana social yang meliputi interaksi pembelajaran sehingga amat menunjang secara moral terhadap peserta didik bagi terciptanya kesepahaman dan kesamaan arah dalam pikiran serta perbuatan peserta didik dan guru Membina suatu perasaan saling menghormati, saling bertanggungjawab dan saling mempercayai antaraa guru dan peserta didik. Macam-macam Metode Pembelajaran Metode Ceramah Metode ceramah merupakan cara menyampaikan materi pelajaran secara lisan kepada pelajar guna mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Menurut Hafni Ladjid metode ceramah adalah suatu cara mengajar atau penyajian materi melalui penuturan dan penerapan lisan oleh guru kepada siswa. Hafni Ladjud, Pengembangan Kurikulum Menuju Kurikulum Berbasis Kompotensi, (Jakarta: Qantum Teaching, 2005), h. 121 Sedangkan menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivay, metode pembelajaran adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran. Nana Sudjana dan Ahmad Rivay, Media Pembelajaran, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2010), h.76 Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode ceramah adalah salah satu cara yang dipakai oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa secara lisan guna mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Tujuan pembelajaran yang kita ketahui telah ditentukan oleh sekolah dengan berpatokan pada kurikulum pembelajaran. Mc Leish dalam Nur Hamiyah dan mohammad Jauhar menjelaskan bahwa melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya. Nur Hamiyah dan mohammad Jauhar, Strategi Belajar Mengajar di Kelas, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2014), h. 50 Hal ini berarti bahwa penyampaian secara lisan memiliki keuntungan tersendiri karena dapat memberi informasi dan beberapa tujuan pembelajaran langsung dapat dicapai dalam satu kali kegiatan pembelajaran. Selain itu, dalam buku karangan Daryanto (2013: 4), menyebutkan beberapa keuntungan dari metode ceramah, yakni: Mudah dilakukan dan biayanya murah. Materinya luas tetapi dapat disajikan dalam waktu singkat. Dapat menonjolkan materi yang penting. Mudah menguasai kelas. Kondisi lebih sederhana. Selain beberapa kelebihan metode ceramah seperti di atas, metode ini juga memiliki kelemahan sperti berikut: Membosankan bagi peserta. Mudah/cepat lupa. Sulit mengetahui apakah siswa mengerti atau tidak. Kurang merangsang aktivitas siswa. Bersifat verbalisme. Melihat kelemahan metode ini maka metode ceramah sekarang tidak lagi dominan dipakai tetapi hanya dipaki saat-saat tertentu seperti: Menyampaikan materi yang bersifat abstrak. Memberikan pengantar dalam tahapan baru. Informasi yang disampaikan merupakan dasar untuk tahapan kegiatan belajar berikutnya Metode Tanya Jawab Metode Tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada peserta didik, tetapi dapat pula dari peserta didik kepada guru. M. Sobry Sutikno, Metode Dan Model-Model Pembelajaran, (Lombok: Holistica, 2014), h. 41 Jika dilihat dari pengertiannya metode ini lebih menekankan interaksi antara guru dengan siswa. Interaksi yang dimaksudkan berupa bertanya dan menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan oleh guru tidak hanya sekedar bertanya terkait materi pelajaran tetapi lebih kepada bimbingan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan mengidentifikasi karakteristik siswa dalam belajar. Menurut daryanto (2013: 6), metode Tanya jawab digunakan untuk hal-hal seperti berikut: Menciptakan suasana yang hidup ( setiap peserta ikut serta dan aktif ) dalam KBM Menggali ide-ide peserta. Memberikan rangsangan kepada peserta/siswa untuk merumuskan ide-ide yang tergalidengan menggunakan kalimat sendiri. Mengetahui posisi pemahaman siswa terhadap tema yang dibahas. Menciptakan kesempatan kepada siswa untuk mengonsolidasikan pemahamannya. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berani komentar. Walaupun metode Tanya jawab ini sering dipakai oleh para praktisi pendidikan tetapi tetap saja suatu metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seperti yang dikutip dari pendapat Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2013: 95), metode Tanya jawab memiliki kelebihan dan kelemahan sebagai berikut: Kelebihan metode Tanya jawab: Pertanyaan dapat menari dan memusat perhatian siswa, sekalipun ketika itu siswa sedang rebut, yang mengantuk kembali tegar dan hilang kantuknya. Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya piker, termaksud daya ingatan. Mengembangkan keberanian dan keterampilan dalam menjawab dan mengemukakan pendapat. Kelemahan metode Tanya jawab: Siswa merasa takut, apa lagi guru kurang mampu mendorong siswa untuk berani, dengan menciptakan suasana yang tidak tegang, melainkan akrab. Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa. Waktu sering banyak terbuang, terutama apabila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang. Dalam jumlah siswa yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepasa setiap siswa. Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara penyampaian pelajaran dimana guru bersama-sama peserta didik mencari jalan pemecah atas persoalan yang dihadapi. Sutikno, Ibid., h. 41 Sedangkan menurut Daryanto, metode diskusi adalah suatu cara penyampaian informasi dalam KBM, yaitu peserta didik dihadapkan pada suatu masalah berupa pertanyaan atau pernyataan yang problematic untuk dibahas dan dipecahkan secara bersama-sama. Daryanto, Strategi dan Tahapan Mengajar, ( Bandung: Yrama Widya, 2013), h. 12 Jadi dari dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa didalam metode diskusi terdapat suatu masalah yang akan dicari oleh siswa solusinya secara kelompok atau bersama-sama dengan guru. Daryanto (2013: 12-13) menjelaskan beberapa tahapan pelaksanaan metode diskusi seperti berikut: Persiapan Berikut factor yang perlu diperhatikan dalam tahapan persiapan: Menentuan tujuan diskusi. Menetapkan maslah yang akan dibahas. Mempersiapkan pengaturan tempat, peralatan, pembicaraan dan waktu dalam diskusi. Pelaksanaan Diskusi Langkah-langkah diskusi adalah sebagai berikut: Menjelaskan tentang permasalahan yang akan dibahas. Memberikan motivasi kepada peserta didik untuk memikirkan masalahnya. Menciptakan suasana yang kondusif. Memberikan secara adil kepada peserta didik untuk mengemukakan pendapat, ide atau gagasan. Mengendalikan pembicaraan kearah pokok permasalahan. Memperhatikan waktu yang telah ditentukan. Penyaji harus berperan secara jelas dan tepat. Tindak Lanjut Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penyaji: Memperhatikan apakah permasalahan sudah cukup dibicarakan. Menyimpulkan berbagai pendapat. Menentukan apakah diperlukan tindak lanjut dalam bentuk tugas lanjut atau diskusi diakhiri Menilai pelaksanaan diskusi apakah telah berjalan dengan baik dan menghasilkan pemecahan sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Metode diskusi ada kebaikan dan kekurangannya, Syaiful Bahari Djamarah dan Aswan Zain ( 2013: 88 ) menjelaskan beberapa kelebihan dan kekurangan metode diskusi sebagai berikut: Kelebihan metode diskusi: Merangsang kreatifitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan, prakarsa dan terobosan baru dalam memecahkan suatu masalah. Mengembangkan sikaf menghargai orang lain. Memperluas wawsan. Membina untuk terbiasa musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan suatu masalah. Kekurangan metode diskusi: Pembicaraan terkadang menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang. Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar. Peserta mendapat informasi yang terbatas. Mungkin dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara atau menonjolkan diri. Metode Problem Solving Metode pemecahan masalah adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah, baik masalah pribadi atau perorangan, maupun masalah kelompok untuk dipecah sendiri atau secara bersama-sama. Nur Hamijah, ibid., h. 126 Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Jadi seorang guru harus pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya sampai kepada tahap ditemuinya solusi dari masalah yang dipecahkan. Berikut ini langkah langkah penggunaan metode problem solving, Syaiful Bahri dan Aswan Zain ( 2013: 92 ) : Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya. Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Misalnya dengan jalan membaca buku, meneliti, bertanya, berdiskusi dan lain-lain. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. Dugaan jawaban ini tentu saja berdasarkan data yang telah diperoleh, pada langkah sebelumnya. Menguji jawaban kebenaran sementara tersebut. Dalam tahap ini siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-betul yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok. Menarik kesimpulan. Artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi. Nur Hamiyah dan mohammad Jauhar (2014: 130-131), kelebihan dan kekurangan metode pemecahan masalah ini adalah sebagai berikut: Kelebihan Metode ini membuat potensi intelektual dari dalam diri siswa akan semakin meningkat. Meningkatnya potensi intelektual dalam diri siswa akan menimbulkan motivasi interen dalam diri siswa. Dengan metode ini, materi yang telah dipelajari akan bertahan lama. Masing-masing siswa diberi kesempatan yang sama dalam mengeluarkan pendapatnya sehingga para siswa meraswa lebih dihargai dan nantinya akan menumbuh rasa percaya diri. Para siswa dapat diajak untuk lebih menghargai orang lain. Dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan lisannya. Siswa dapat diajak berpikir secara rasional dan bersifat aktif. Dapat mengembangkan rasa bertanggungjawab. Dapat melihat siswa untuk mendesain suatu permasalahan. Siswa dapat berpikir dan bertindak kreatif. Dapat memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis. Dapat mengidentivikasi dan melakukan penyelidikan. Dapat menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengeamatan. Kekurangan Bagi siswa yang kurang memahami pelajaran tertentu maka pengajaran dengan metode ini sangat membosankan dan menghilangkan semangat belajarnya. Bila guru tidak berhati-hati dalam memilih soal pemecahan maslah, fungsinya menjadi latihan. Bila tidak memahami konsef yang terkandung dalam soal-soal tersebut. Karena tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikan, penguasaan materi kadang sering diabaikan. Metode ini sering menyulitkan mereka yang malu mengutarakan pendapatnya secara lisan. Memakan waktu lama. Kebulatan bahan kadang-kadang sukar dicapai. Beberapa pokok bahasan sangat sukar untuk menerapkan metode ini, misalnya terbatas alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta menyimpulkan kejadian atau konsef tersebut. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dari pada metode pembelajaran yang lain. Metode Latihan Metode latihan merupakan suatu cara yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memilihara kebiasaan-kebiasaan baik. Selain itu, metode ini juga dapat digunakan untuk memperoleh sesuatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan. Sutikno, Opcit., h. 51 Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa metode latihan dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan motorik peserta didik. Sebagai suatu metode yang diakui mempunyai banyak kelebihan, juga tidak dapat disangkal metode latihan mempunyai beberapa kelemahan. Berikut kelebihan dan kelemahan metode latihan menurut Syaiful Bahari Djamarah dan Aswan Zain (2010: 96): Kelebihan metode latihan: Untuk memperoleh kecakapan motoric, seperti menulis, melafalkan huruf atau kata-kata, membuat alat-alat dan terampil menggunakan peralatan olahraga. Untuk memperoleh kecakapan mental seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda dan sebagainya. Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat, seperti hubungan huruf-huruf dalam ejaan, membaca peta, symbol dan lain-lain. Membentuk kebiasaan yang dilakukan dengan menambah ketepatan, serta kecepatan pelaksanaan. Pemenfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memerlukan konsentrasi dalam pelaksanaannya. Pembentukan kebiasaan-kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks, rumit, menjadi lebih otomatis. Kelemahan metode latihan: Menghambat bakat dan inisiatif siswa, karena siswa lebih dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian. Menimbulkan penyesuaian secara statis pada lingkungan. Kadang-kadang latihan secara berulang-ulang merupakan hal yang menoton, mudah membosankan. Membentuk kebiasaan yang kaku, karena bersifat otomatis. Dapat menimbulkan verbalisme. Metode Pemberian Tugas dan Resitasi Metode resitasi adalah metode penyajian bahan diman guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Misalnya, siswa yang dilaksanakan sisa di dalam kelas, di halaman sekolah, di laboratorium, di bengkel, dirumah siswa atau dimanapun asalkan siswa itu belajar. Kemudian menurut Sagala (2007: 219), metode reisitasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar, kemudian harus dipertanggungjawabkan. Syaiful Sagala, konsef dan makna pembelajaran, (Bandung:Alfabeta, 2013), h. 219 Menurut Djamarah, dkk. (2010:86), langkah-langkah atau fase yang harus diikuti dalam metode resitasi adalah: Fase pemberian tugas. Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan hal berikut: Tujuan yang akan dicapai Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa hal yang ditugaskan. Sesuai dengan kemampuan siswa Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa. Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut. Fase pelaksanaan tugas., meliputi langkah-langkah beriktu: Diberikan bimbingan atau pengawasan oleh guru Diberikan motivasi sehingga anak mau bekerja Dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematis. Fase mempertanggungjawabkan tugas. Hal-hal yang harus dikerjakan dalam fase ini yaitu: Laporan siswa baik secara lisan/tertulis dari hasil pekerjaannya Ada Tanya jawab/diskusi kelas Penilaian hasil kerja siswa secara tes dan non test. Metode resitasi dan penugasan juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Menurut Hamdayama (2014:187-188), beberapa kelebihan dan kekurangan metode resitasi (penugasan) adalah sebagai berikut: Kelebihan metode pemberian tugas dan resitasi: Dapat dilaksanakan pada berbagai materi pembelajaran Melatih daya ingat dan hasil belajar peserta didik Jika tugas individu dapat melatih belajar mandiri peserta didik dan jika tugas kelompok melatih belajar bersama menguasai materi. Mengembangkan kreativitas dan keaktifan belajar peserta didik. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik baik dari hasil belajar, eksperimen, atau penyelidikan, banyak berhubungan dengan minat dan berguna untuk hidup mereka. Kekurangan metode pemberian tugas dan resitasi: Sering kali anak didik melakukan penipuan dimana mereka hanya meniru pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakannya sendiri. Terkadang tugas itu dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individu, Sulit mengukur keberhasilan belajar peserta didik Tugas-tugas yang banyak dan sering diberikan akan membuat peserta didik merasa terbebani dalampembelajaran. Tugas rumah sering dikerjakan orang lain sehingga peserta didik tau apa yang harus dikerjakan. Metode Karya Wisata Kadang-kadang didalam proses belajar mengajar siswa perlu dibawa ke luar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau objek lain. Hal ini bukan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataanya. Karena itu dibutuhkanlah teknik karyawisata untuk mewujudkannya. Metode karya wisata merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa kesuatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu. Djamarah, Ibid., h. 93 Contoh metode ini adalah berkunjung ke pabrik sepatu, bengkel mobil, atau tempat perternakan atau perkebunan dan lain sebagainya. Menurut Djamarah, dkk. (2013: 94), metode karyawisata memiliki beberapa kelebihand an kekurangan sebagai berikut: Kelebihan metode karyawisata: Karyawisata memiliki perinsif pengajaran moderen yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran Membuat apa yang dipelajari dari sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan apa yang dibutuhkan dalam masyarakat. Pengajaran serupa ini dapat merangsang kreativitas siswa. Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual Kekurangan metode karyawisata: Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang dipergunakan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah. Sangat memerlukan persiapan atau perencanaan yang matang Memerlukan koordinasi dengan guru atau bidang studi lain agar terjadi tumpang tindih waktu dankegiatan selama karyawisata. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas dari pada tujuan utama, sedangkan unsur studynya menjadi terabaikan. Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan study yang menjadi permasalahan. Metode Kerja Proyek Metode proyek atau unit adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahnya secara keseluruhan dan bermakna. Djamarah, ibid., h. 83 Penggunaan metode ini bertolak dari anggapan bahwa pemecahan masalah tidak akan tuntas bila tidak ditinjau dari berbagai segi. Dengan kata lain, pemecah setiap masalah perlu melibatkan bukan hanya satu mata pelajaran atau bidang study saja, melainkan hendaknya melibatkan semua mata pelajaran yang ada kaitannya dan sumbangannya bagi pemecah masalah tersebut, sehingga setiap masalah dapat dipecahkan secara keseluruhan yang berarti. Menurut Djamarah, dkk. (2013: 83-84), metode proyek memiliki kelebihan dan kekurangan, yakni sebagai berikut: Kelebihan metode proyek: Dapat memperluas pemikiran siswa yang berguna untuk dalam menghadapi masalah kehidupan. Dapat membina siswa dengan menerapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari secara terpadu. Metode ini sesuaid dengan perinsip-perinsip didaktik moderen yang dalam pengajaran perlu diperhatikan: Kemampuan individual siswa dan kerjasama dalam kelompok. Bahan pelajaran tidak terlepas dari kehidupan riil sehari-hari yang penuh dengan masalah. Pengembangan aktivitas, kreativitas dan pengalaman siswa banyak dilakukan. Agar teori dan praktik, sekolah dan kehidupan masyarakat menjadi satu-kesatuan yang tidak terpisahkan Kekurangan metode proyek: Kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini, baik secara partikel maupun secara horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini. Pemilihan topic unit yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa, cukup fasilitas dan sumber-sumber belajar yang diperlukan, bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga mengaburkan pokok unit yang dibahas. Metode Pengajaran Praktik Metode Pengajaran Praktik adalah salah satu metode mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan praktik agar siswa memiliki ketegasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari. Sedangkan menurut daryanto, metode pembelajaran praktik merupakan suatu sistem pengajaran yang semua pesertanya memperoleh kesempatan untuk melaksanakan suatu pekerjaan praktik sehingga peserta akan memiliki pengetahuan dan keterampilan praktik serta akan bersikap sesuai dengan keterampilan tersebut. Daryanto, ibid., h. 22 Jadi dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran praktik merupakan suatu cara penyajian pelajaran yang mana dilakukan dengan praktik oleh siswa supaya siswa beroleh pengetahuan, sikap dan keterampilan yang baik. Menurut Daryanto (2013:22-23), terdapat berbagai kegiatan selama proses pembelajaran praktik, yaitu sebaga berikut: Pemberian contoh Pengenalan Peragaan Kunjungan Penggambaran Ceramah dan cerita Penjelasan Pertanyaan Repitisi dan latihan Penguatan dan pengukuran prestasi Adapun prosedur pelaksanaan pengajaran praktik adalah sebagai berikut: Persiapan: Menganalisi pkondisi kelompok peserta (usia dan mental peserta dalam kelompok) Menganalisis kondisi pengetahuan dasar peserta yang dipersyaratkan. Menetapkan tujuan pelajaran. Menetapkan materi pengajaran. Menetapkan teknik pengajar, praktik dan alat bantunya. Menentukan teknis evaluasi. Pelaksanaan dan evaluasi Minimal ada empat macam teknik yang dipakai dalam tahap pelaksanaan dan evaluasi yaitu: Training Within Industri (twi) Leittext Simulasi Kerja proyek, dan sebagainya. Metode Simulasi Metode simulasi diartikan sebagai cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsef, prinsip, atau keterampilan tertentu. Sedangkan menurut Udin Syaefudin Sa’ud metode simulasi adalah sebuah replikasi atau visualisasi dari perilaku sebuah sistem, misalnya sebuah perencanaan pendidikan, yang berjalan dalam ukuran waktu tertentu. Syaefudin Sa’ud, dkk., Perencanaan Pendidikan Pendekatan Komprehensif, (Bandung: PT Remaja ROsda Karya, 2005), h. 129 Jadi dapat disimpulkan bahwa metode simulasi adalah cara yang digunakan dalam menyajikan pelajaran dengan merepliklasi atau memvisualisasi perilaku sebuah sistem guna memahami konsef, prinsip atau keterampilan tertentu. Metode simulasi selain memiliki kelebihan juga memiliki kekurangan. Berikut kelebihan dan kekurangan metode simulasi. Kelebihan metode simulasi: Dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi persoalan yang sebenarnya kelak Dapat mengembangkan kreatifitas siswa. Dapat memupuk kebranian dan percaya diri siswa. Memperkaya pengetahuan, sikaf dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi social yang problematis. Dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran. Kekurangan metode simulasi: Pengalaman yang diperoleh tidak selalu tepat dengan situasi yang ada di lapangan. Pengelolaan yang kurang baik, sering simulasi dijadikan hiburan, sehingga tujuan pembelajaranmenjadi terabaikan. Factor psikologis seperti rasa malu dan takut sering mempengaruhi siswa dalam melakukan simulasi. Metode Eksperimen Metode eksperimen adalah cara menyajikan pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Djamarah, ibid., h. 84 Dalam proses belajar-mengajar dengan metode percobaan siswa diberikan kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa ditintut mengalami sendiri, mencari kebenaran atau mencoba mencari suatu hukukum atau dalil, dan menarik kesimpulan terhadap suatu proses yang dialaminya. Menurut Djamarah, dkk. (2013: 84-85), metode eksperimen memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut: Kelebihan metode eksperimen: Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaan. Dapat membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaan dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia. Kekurangan metode eksperimen: Metode ini lebih sesuai dengan bidang sains dan teknologi. Metode ini memerlukan berbagai fasilitas dan bahan yang selalu tidak mudah diperoleh dan mahal. Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan. Metode Demostrasi Metode demostrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang dipelajari, baik sebenarnya maupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Djamarah, ibid., h. 90 Dengan metode demostrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Siswa juga dapat memperhatikan dan mengamati apa yang diperlihatkan selama pembelajaran sedang berlangsung. Metode demostrasi baik untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubunan dengan proses mengatur sesuatu, proses bekerjanya sesuatu, proses mengerjakan atau menggunakan, komponen-komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu. Menurut Djamarah, dkk. (2013: 91), metode Demostrasi memiliki kelebihan dan kekurangan, yakni sebagai berikut: Kelebihan metode demostrasi: Dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih kongkrit, sehingga menghindari verbalisme. Siswa lebih mudah memahami hal yang dipelajari. Proses pengajaran menjadi lebih menarik. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri. Kekurangan metode demostrasi: Metode ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang dengan hal itu, metode demostrasi tidak akan berjalan dengan efektif. Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik. Demostrasi memerlukan kesiap[an dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang terpas=ksa mengambil waktu jam pelajaran. Metode Sosio Drama Metode sosiodrama pada dasarnya mendramatitasi tingkahlaku dalam hubungannya dengan masalah social. Djamarah, ibid., h. 88 Jadi siswa disuruh bermain peran atau mendramai suatu kejadian yang berkaitan dengan masalah social. Syaiful Bahari Djamarah (2007:289) menjelaskan petunjuk guna menggunakan metode sosiodrama sebagai berikut: Tetapkan dahulu masalah-masalah social yang menarik perhatian siswa untuk dibahas. Ceritakan kepada siswa mengenai isi dari masalah-masalah dalam konteks cerita tersebut. Tetapkan siswa yang dapat atau yang mau memainkan perannya didepan kelas. Jelaskan kepada pendengar mengenai peranan mereka pada waktu sosiodrama sedang berlangsung. Beri kesempatan kepada para pelaku untuk berunding beberapa menit sebelum mereka memainkan perannya. Akhiri sosiodrama pada waktu situasi pembicara mencapai ketegangan. Akhiri sosiodrama dengan diskusi kelas untuk bersama-sama memecahkan masalah persoalan yang ada pada sosiodrama tersebut. Jangan lupa menilai hasil sosiodrama tersebut sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut. Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2013: 89-90), metode sosiodrama selain mempunyai kelebihan, juga mempunyai beberapa kelemahan, sebagai berikut: Kelebihan metode sosiodrama: Siswa melatih dirinya untuk memahami dan mengingat isi bahan yang akan didramakan. Siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif. Bakat yang terdapat pada siswa dapat terpupuk sehingga dimungkinkan akan munculatau tumbuh bibit seni drama dari sekolah. Kerja sama antarpemain dapat ditumbuhkan dan dibina sebaik-baiknya. Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggungjawab kepada sesamanya. Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain. Kekurangan metode sosiodrama: Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama menjadi kurang aktif. Banyak memakan waktu. Memerlukan tempat yang cukup luas. Sering kelas lain terganggu oleh suara pemain, penonton yang bertepuk tangan dan lain sebagainya. Metode Petra Metode petra merupakan metode yang berorientasi pada proyek dan transfer. Daryanto, ibid., h. 25 Adapun tujuan metode ini yaitu: Mengarahkan dan meningkatkan kemampuan peserta didik pada kompotensi utuh, yakni kompotensi berikut: Social Kejujuran Potensi diri Metodik Mengubah kedomainan peran guru ke focus peran siswa. Membuka sistem belajar didalam lingkungan kelas ke lingkungan yang memiliki hubungan timbal balik. Lebih mendekatkan pada proses kegiatan di lapangan kerja dari pada kegiatan belajar yang konvensional. Memberikan keleluasan kepada peserta didik untuk mempelajari hal-hal yang kompleks Menanam penguasaan perencanaan, perealisasian dan penilaian secara mandir dalam menyelesaikan tugas-tugas. Adapun peran guru atau siswa dalam metode petra adalah sebagai berikut: Tahap informasi: Memberikan penjelasan tetnang tema, tujuan dan prosedur secara ringkas Memahami tema. Mempelajari tujuan. Memahami tugas. Mencari informasi. Tahap perencanaan: Mengamati kegiatan Menyampaikan informasi tambahan Membuat konsef alur kerja Mendata alternative penyelesaian Mendata peralatan yang diperlukan Menentukan waktu Tahap pengambilan keputusan: Mengamati Bertanya Memberikan informasi tambahan Menentukan alternative terbaik Mendiskusikan dengan pembimbing Membuat rumusan matang tentang suatu hal yang akan dilaksanakan Adapun kelebihan dan kekuatan metode petra adalah sebagai berikut: Kelebihan metode petra: Mengembangkan kualifikasi kunci Mengembangkan cara hidup berencana Menumbuhkan dorongan bereksplorasi Mengurangi verbalisme Memungkinkan pengembangan interdisiplin spesialisasi Mengalirkan perilaku ril seperti yang diharapkan di lapangan Kekuatan metode petra: Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang ditimba peserta didik secara individu berbeda-beda Secara metodik, memerlukan kecakapan dan kejelian yang baik dalam mengorganisasi pembelajaran. Metode Numbered Head Together (Kepala Bernomor) Metode Numbered Head Together adalah bagian dari model pembelajaran komperatif structural, yang menekan pada struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. La Iru dan La Ode Saifun Arihi, Analisis Pendekatan, metode, strategi dan Model-model Pembelajaran. (Jogyakarta: Multi Presindo, 2012), h. 175 tujuan metode ini adalah untuk meningkatkan penguasaan akademik siswa. Adapun langkah langkah pembelajaran NHT adalah sebagai berikut, Ibrahim (2000: 29): Persiapan Dalam tahap ini guru membuat rencana pembelajaran dengan scenario pembelajaran, Lembar Kerja Siswa yang sesuai dengan materi yang ingin disampaikan. Pembentukan kelompok Dalam pembagian kelompok, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang. Guru memberi nomor kepada tiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda-beda. Kelompok yang dibentuk merupakan percampuran yang ditinjau dari latar belakang social, ras, suku, jenis kelamin dan kemampuan belajar. Tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan Tujuannya adalah mempermudah siswa menyelesaikan LKS atau masalah yang diberikan. Diskusi masalah Dalam kerja kelompok, setiap siswa untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa setiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang terdapat dalam LKS atau diberikan oleh guru. Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para siswa dari berbagai kelompok dengan nomor yang sama menjawab pertanyaan yang guru berikan. Memberi kesimpulan Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari jawaban yang sudah ada. Jumanta Hamdayama (2014:177-178), terdapat kelebihan dan kekurangan metode NHT yaitu sebagai berikut: Kelebihan Numbered Head Together (NHT): Melatih siswa untuk dapat bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain. Melatih siswa untuk bisa menjadi tutor sebaya. Memupuk rasa kebersamaan. Membuat siswa jadi terbiasa dengan perbedaan. Kekurangan Numbered Head Together (NHT): Siswa yang sudah terbiasa dengan cara konvensional akan sedikit kewalahan. Guru harus bisa memfasilitasi siswa Tidak semua mendapat giliran. Metode Think Paire and Share (TPS) Metode think pair and share atau metode berpikir berpasangan dan berbagi merupakan suatu cara yang efektif membuat variasi suasana pola diskusi kelas. Dengan asumsi bahwa semua resistasi atau diseluruhan dan seluruh prosedur yang digunakan dalam think pair and share dapat memberi sisiwa banyak waktu berpikir, untuk merespon dan saling membantu. Jumanta Handayama, Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan berkarkrakter, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2014), h. 201 Model pembelajaran TPS terdiri atas lima langkah, dengan tiga langkah utama sebaga ciri khas, yaitu tahap pendahuluan, think, pairs dan penghargaan. Jumanta Handayama (2014: 202-203), menjelaskan tahap-tahap pembelajaran TPS sebagai berikut: Tahap pendahuluan Awal pembelajaran dimulai dengan penggalian apresepsi sekaligus memotivasi siswa agar terlibat pada aktivitas pembelajaran. pada tahap ini, guru juga menjelaskan aturan main serta menyampaikan batas waktu untuk setiap tahap kegiatan. Tahap think (berpikir secara individual) Proses think pair and share dimulai pada saat guru melakukan demostrasi untuk menggali konsepsi awal siswa. pada tahap ini, siswa diberi batasan waktu oleh guru untuk memikirkan jawabannya secara individual terhadap pertanyaan yang diberikan. Dalam penentuannya, guru harus menentukan pengetahuan dasar siswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Tahap pairs (berpasangan dengan teman sebangku) Pada tahap ini, guru mengelompokan siswa secara berpasangan. Guru menentukan bahwa pasangan sesama siswa adalah teman sebangkunya. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak pindah mendekati siswa lain yang pintar dengan meninggalkan teman sebangkunya. Kemudian, siswa mulai bekerja dengan pasangan kerjanya untuk mendiskusikan permasalahan atau pertanyaan yang diajukan oleh guru. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk mendiskusikan berbagai kemungkinan jawaban secara bersama. Tahap Share ( berbagi jawaban dengan pasangan lain atau seluruh kelas) Pada tahap ini, siswa dapat mempresentasikan jawabannya secara perseorangan atau secara komperatif kepada seluruh kelompok yang ada. Setiap anggota dari setiap kelompok dapat memperoleh nilai dari hasil pemikiran mereka. Tahap penghargaan Siswa menfapat penghargaan berupa nilai, baik nilai nidividu maupun kelompok. Nilai individu berdasarkan tahap think, sefangkan nilai kelompok berdasarkan tahap pair dan share. Pembelajaran TPS juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Jumanta Hamdayama (2014: 203-204), menuliskan beberapa kelebihan dan kekurangan pembelajaran TPS sebagai berikut: Kelebihan Pembelajaran TPS: Meningkatkan pencurahan waktu pada tugas. Memperbaiki kehadiran siswa. Sikaf apatis berkurang. Penerimaan terhadap individu lebih besar Hasil belajar lebih mendalam. Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi. Kelemahan Pembelajaran TPS: Tidak selamanya bagi siswa mudah mengatur cara berpikir sistematik. Lebih sedikit ide yang masuk. Jika ada perselisihan, tidak ada penengah siswa dalam kelompok sehingga banyak siswa yang melapor dan dimonitor Berbatas pada jumlah murid yang genap. Jumlah kelompok yang terbentuk banyak. Cendrung menggantung pada pasangan. Metode Pembelajaran Picture and Picture Model pembelajaran picture and picture merupakan salah satu bentuk model pembelajaran komperatif. Model pembelajaran komperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Menurut Jumanta Hamdayama, pembelajaran komperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang saling asah, silih asih dan silih asuh. Model pembelajaran picture and picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Jumanta Handayama, ibid.,h. 239 Jadi, metode pembelajaran picture and picture adalah salah satu model belajar komperatif dimana siswanya belajar dalam kelompok-kelompok untuk menyusun suatu gambar menjadi urutan yang logis guna mengembangkan interaksi yang saling asah, silih asih dan silih asuh. Jumanta Hamdayama (2014: 230) menjelaskan angkah-langkah pembelajaran picture and picture adalah sebagai berikut: Guru mencapaikan kompotensi yang ingin dicapai. Dilangkah ini, guru diharapkan menyampaikan KD dan Indikator mata pelajaran yang ingin dicapai. Menyajikan materi sebagai pengantar. Penyajian materi harus dilakukan dengan menarik agar siswa termotivasi untuk belajar. Guru-guru menunjukan atau memperlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. Dalam proses penyajian materi, guru diharapkan melibatkan siswa untuk turut aktif mengamati gambar yang ditunjukan oleh guru. Guru menunjukan atau memanggil siswa secara untuk memasang atau mengurutkan gambar-gambar menkadi urutan yang logis. Guru menanyakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Setelah itu, ajaklah siswa menemukan rumus, tinggi, jalan cerita atau tuntutan KD dan indicator yang akan dicapai. Dari alasan atau urutan gambar tersebut, guru mulai menanamkan materi atau konsef sesuai dengan kompotensi yang ingin dicapai. Kesimpulan atau rangkuman. Menurut Istarai (2011: 8), pembelajaran dengan metode picture and picture memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan metode pembelajaran picture and picture diantaranya: Materi yang diajarkan lebih terarah karena pada awal pembelajaran guru menjelaskan kompotensi yang harus dicapai dan materi secara singkat terlebih dahulu. Siswa lebih cepat mengerti materi ajar karena guru menunjukan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari. Dapat miningkatkan daya nalar atau daya piker siswa karena siswa disuruh oleh guru untuk menganalisis gambar yang ada. Dapat meningkatkan tanggungjawab siswa, sebab guru menanyakan alasan siswa mengurut gambar. Pembelajaran lebih berkesan, sebab siswa dapat mengambat langsung gambar yang telah dipersiapkan oleh guru. Sedangkan kekurangan metode picture and picture adalah sebagai berikut: Sulit menemukan gambar yang bagus dan berkualitas sesuai dengan materi pelajaran. Sulit menemukan gambar-gambar yang sesuai dengan daya nalar atau kompotensi siswa yang dihadapi. Baik guru atau siswa kurang terbiasa menggunakan gambar sebagai bahan utama untuk membahas materi pelajaran Tidak tersedianya dana khusus untuk menyediakan gambar-gambar yang diinginkan. BAB III PENUTUP Kesimpulan Metode pembelajaran merupakan sebuah cara yang dipakai oleh pendidik agar terjadi belajar pada peserta didik dengan upaya untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun pertimbangan pemilihan dengan penentuan metode dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu dilihat dari nilai strategis metode, efektifitas penggunaan metode dan pentingnya pemilihan dan penentuan metode. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pembelajaran: Tujuan yang hendak dicapai Materi pelajaran Peserta didik Situasi Fasilitas, dan guru Macam-macam metode pembelajaran diantaranya: metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode problem solving, metode latihan, metode pemberian tugas dan resitasi, metode karyawisata, metode pengajran proyek, metode pengajaran praktik, metode simulasi, metode eksperimen, metode demostrasi, metode sosiodrama, metode petra, metode think paire and share (tps), metode pembelajaran picture and picture, metode numbered head together (kepala bernomor) dan masih banyak lagi metode-metode lainnya. Semoga dengan memahami kekurangan dan kelebihan metode ini kita dapat memilih dan menentukan metode yang baik untuk mengajar. DAFTAR PUSTAKA Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi keempat. Daryanto. 2013. Strategi dan Tahapan Mengajar. Bandung: Yrama Widya Djamarah, Syaiful Bahar., Zain, Aswan. 2010. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Rieneka Cipta Handayama, Jumanta. 2014. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan berkarkrakter. Jakarta: Ghalia Indonesia Hamiyah, Nur., Jauhar, Mohammad. 2014. Strategi Belajar Mengajar di Kelas. Jakarta: Prestasi Pustaka Ibrahim. ,et all. 2000. Pembelajaran Komperatif. Surabaya: Surabaya University Press. Iru, La., Saifun Arihi, La Ode. 2012. Analisis Pendekatan, metode, strategi dan Model-model Pembelajaran. Jogyakarta: Multi Presindo Ladjud, Hafni. 2005. Pengembangan Kurikulum Menuju Kurikulum Berbasis Kompotensi. Jakarta: Qantum Teaching Sagala, Syaiful. 2013. konsef dan makna pembelajaran. Bandung:Alfabeta Sa’ud, Syaefudin., dkk. 2005. Perencanaan Pendidikan Pendekatan Komprehensif. Bandung: PT Remaja ROsda Karya Sudjana, Nana.,Rivay, Ahmad. 2010. Media Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo Sutikno, M. Sobry.2014. Metode Dan Model-Model Pembelajaran. Lombok: Holistica 33