Pembuktian Tabel Kebenaran Gerbang Logika

Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1dari 15

PEMBUKTIAAN TABEL KEBENARAN

GERBANG LOGIKA

Oleh :

Ihsan Dwi Cahyono (181331042)


Puput Nurfaidah Taufiq (181331055)

Tanggal Percobaan :21 & 28 Februari 2019


Tanggal Pengumpulan :14 Maret 2019
Instruktur : Mina Dainah Gani, DUT., ST ., M.Eng

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


2019
PEMBUKTIAN TABEL KEBENARAN
GERBANG LOGIKA
I. TUJUAN
1. Untuk mengetahui macam-macam gerbang logika
2. Untuk mengetahui karakteristik dari tiap gerbang logika

II. LANDASAN TEORI


Gerbang logika adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika boolean
yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran
logik. Gerbang logika terutama diimplementasikan secara elektronis menggunakan
dioda atau transistor, akan tetapi dapat pula dibangun menggunakan susunan
komponen-komponen yang memanfaatkan sifat-sifat
elektromagnetik. Logika merupakan dasar dari semua penalaran. Untuk menyatukan
beberapa logika, kita membutuhkan operatorlogika dan untuk membuktikan kebenaran
dari logika, kita dapat menggunakan tabel kebenaran. Tabel kebenaran menampilkan
hubungan antara nilai kebenaran dari proposisi atomik. Dengan tabel kebenaran
tersebut, suatu persamaan logika ataupun proposisi dapat dicari nilai kebenarannya.
Tabel kebenaran pasti mempunyai berbagai aplikasi yang dapat diterapkan karena
mempunyai fungsi tersebut. Salah satu dari aplikasi tersebut yaitu dengan
menggunakan tabel kebenaran kita dapat mendesain suatu rangkaian logika.
Gerbang yang diterjemahkan dari istilah asing gate, adalah elemen dasar dari
semua rangkaian yang menggunakan sistem digital. Semua fungsi digital pada
dasarnya tersusun atas gabungan beberapa gerbang logika dasar yang disusun
berdasarkan fungsi yang diinginkan.Gerbang -gerbang dasar ini bekerja atas dasar
logika tegangan yang digunakan dalam teknik digital.Logika tegangan adalah asas
dasar bagi gerbang-gerbang logika. Dalam teknik digitalapa yang dinamakan logika
tegangan adalah dua kondisi tegangan yang saling berlawanan. Kondisi tegangan “ada
tegangan” mempunyai istilah lain “berlogika satu” (1) atau “berlogika tinggi” (high),
sedangkan “tidak ada tegangan” memiliki istilah lain “berlogika nol” (0) atau
“berlogika rendah” (low). Dalam membuat rangkaian logika kita menggunakan
gerbang-gerbang logika yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Rangkaian digital adalah
sistem yang mempresentasikan sinyal sebagai nilai diskrit.
Terdapat 7 jenis Gerbang Logika Dasar yang membentuk sebuah Sistem Elektronika
Digital, yaitu :
Gerbang AND
Gerbang OR
Gerbang NOT
Gerbang NAND
Gerbang NOR
Gerbang X-OR (Exclusive OR)
Gerbang X-NOR (Exlusive NOR)
Tabel yang berisikan kombinasi-kombinasi Variabel Input (Masukan) yang
menghasilkan Output (Keluaran) Logis disebut dengan “Tabel Kebenaran” atau “Truth
Table”.

Input dan Output pada Gerbang Logika hanya memiliki 2 level. Kedua Level tersebut
pada umumnya dapat dilambangkan dengan :

 HIGH (tinggi) dan LOW (rendah)


 TRUE (benar) dan FALSE (salah)
 ON (Hidup) dan OFF (Mati)
 1 dan 0

Contoh Penerapannya ke dalam Rangkaian Elektronika yang memakai Transistor TTL


(Transistor-transistor Logic), maka 0V dalam Rangkaian akan diasumsikan sebagai
“LOW” atau “0” sedangkan 5V akan diasumsikan sebagai “HIGH” atau “1”.

Berikut ini adalah Penjelasan singkat mengenai 7 jenis Gerbang Logika Dasar beserta
Simbol dan Tabel Kebenarannya.

1. Gerbang AND (AND Gate)

Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1
Keluaran (Output). Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika
semua masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output)
Logika 0 jika salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Simbol yang
menandakan Operasi Gerbang Logika AND adalah tanda titik (“.”) atau tidak memakai
tanda sama sekali. Contohnya : Z = X.Y atau Z = XY.
2. Gerbang OR (OR Gate)

Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1


Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah
satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran
(Output) Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.

Simbol yang menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (“+”). Contohnya : Z
= X + Y.
3. Gerbang NOT (NOT Gate)

Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya
1 Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena
menghasilkan Keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau
Inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika
0 maka Input atau Masukannya harus bernilai Logika 1. Gerbang NOT biasanya
dilambangkan dengan simbol minus (“-“) di atas Variabel Inputnya.

4. Gerbang NAND (NAND Gate)

Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan
kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari
Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan Keluaran
Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input
yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1.
5. Gerbang NOR (NOR Gate)

Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan kombinasi
dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran
(Output) Gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah
satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran
Logika 1, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.

6. Gerbang X-OR (X-OR Gate)

X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1
Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Keluaran Logika 1 jika
semua Masukan-masukannya mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika
Inputnya sama, maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0.
7. Gerbang X-NOR (X-NOR Gate)

Seperti Gerbang X-OR, Gerban X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1
Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan
kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR akan
menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai
Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika semua
Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan
dari Gerbang X-OR (Exclusive OR).

III. ALAT DAN BAHAN


1. Breadboard
2. LED
3. IC 7408 (AND)
4. IC 7404 (NOT)’
5. IC 7432 (OR)
6. IC 7400 (NAND)
7. IC 7402 (NOR)
8. IC 7486 (X-OR)
9. Resistor 330 ohm
10. Power supply
11. Jumper
12. Avometer

IV. LANGKAH KERJA


1. Siapkan alat dan bahan
2. Pasangkan IC pada breadboard
3. Hubungkan sesuai dengan ketentuan menggunakan jumper
4. Pasangkan LED
5. Hubungkan breadboard dengan power supply
6. Nyalakan power supply 5 V
7. Buktikan gerbang logika tersebut.

V. RANGKAIAN DAN SKEMA PROTOBOARD


1. IC 7408

IC 7408
2. IC 7432

IC 7432

3. IC 7404
IC 7404

4. IC 7400

IC 7400
5. IC 7402

IC 7402

6. IC 7486
IC 7486

7. IC 7486 & 7404

IC 7486 IC 7404
VI. HASIL PENGAMATAN
Tabel Pengamatan Kebenaran Gerbang Logika
Keterangan : 1 = LED Nyala
0 = LED Mati
1. IC 7408 (AND)

2. IC 7432 (OR)

3. IC 7404 (NOT)
4. IC NAND

5. IC NOR

6. IC 7486
7. IC XNOR

VII. ANALISIS
Dalam gelombang digital, gelombang listrik berupa gelombang
diskontinyu sehingga hanya terdapat titik LOW dan HIGH. Berdasararkan
hasil pengamatan, nilai keluaran yang dihasilkan oleh tiap IC sesuia dengan
tabel kebenaran (Truth Table).

VIII. KESIMPULAN
Gerbang logika adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika
boolean yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah
sinyal keluaran logic. Gerbang logika terdiir atas 7 gerbang yaitu: AND,
OR, NOT, NAND, NOR, X-OR, dan X-NOR. Hasil keluaran berdasarkan
nilai inputan dari gerbang logika terdapat dalam truth table. Setiap gerbang
memiliki karakteristiknya masing-masing.

Anda mungkin juga menyukai