Dokumen 1 k13 Revisi 2017 - Sdit

Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1dari 63

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru


yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk
menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum 2013
merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan
pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam
berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi.
Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang
diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti
oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau
jenjang pendidikan.

Di dalam Penjelasan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang


Sistem Pendidikan Nasional pada Bagian Umum dijelaskan bahwa pembaruan
pendidikan memerlukan strategi tertentu, dan salah satu strategi pembangunan
pendidikan nasional ini adalah ... “2. pengembangan dan pelaksanaan kurikulum
berbasis kompetensi.”

Pasal 35 Undang-undang Nomor Nomor 20 Tahun 2003 juga mengatur


bahwa ... “(2) Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan
pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana,
pengelolaan, dan pembiayaan.” Selanjutnya di dalam penjelasan Pasal 35
dinyatakan bahwa “kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan
lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan
standar nasional yanga telah disepakati.”

Pada hakikatnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional pada Pasal 1 Ayat (1) menyebutkan bahwa “Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengem-bangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam rangka mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
tersebut diperlukan suatu kurikulum yang dijadikan sebagai pedoman bagi para
pendidik dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Kurikulum
sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (19) Undang-undang Nomor
20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi,
dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.

Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan


Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun
2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan secara terpadu.

B. Landasan Penyusunan Kurikulum 2013


1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan
kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari
kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar,
hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di
sekitarnya.
Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang
memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik
menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan
pendidikan nasional.
Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat
digunakan secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat
menghasilkan manusia yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut,
Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut.
a. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan
bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia
yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan
untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa
depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu
menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa

2
kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan
kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas
mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu
kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan
peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar
yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai
kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa
depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan
mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap
permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.
b. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut
pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di
masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum
untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses
yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan
potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan
akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat,
didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang
ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan
psikologis serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan
kemampuan berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik,
Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari
untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan
dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat
sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini.
c. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan
kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini
menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran
adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan
kurikulum memiliki nama matapelajaran yang sama dengan nama
disiplin ilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan
intelektual dan kecemerlangan akademik.
d. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan
yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual,
kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi

3
untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik
(experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi ini,
Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik
menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah
sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat
demokratis yang lebih baik.
Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi
sebagaimana di atas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta
didik dalam beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai
dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan
diperlukan masyarakat, bangsa dan ummat manusia.

2. Landasan Yuridis Kurikulum 2013


Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa (UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional). Untuk mengembangkan dan membentuk
watak dan peradaban bangsa yang bermartabat, pendidikan berfungsi
mengembangkan segenap potensi peserta didik “menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang
demokratis serta bertanggungjawab” (UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional).
Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional maka
pengembangan kurikulum haruslah berakar pada budaya bangsa, kehidupan
bangsa masa kini, dan kehidupan bangsa di masa mendatang.
Pendidikan berakar pada budaya bangsa. Proses pendidikan adalah
suatu proses pengembangan potensi peserta didik sehingga mereka mampu
menjadi pewaris dan pengembang budaya bangsa. Melalui pendidikan
berbagai nilai dan keunggulan budaya di masa lampau diperkenalkan,
dikaji, dan dikembangkan menjadi budaya dirinya, masyarakat, dan bangsa
yang sesuai dengan zaman dimana peserta didik tersebut hidup dan
mengembangkan diri. Kemampuan menjadi pewaris dan pengembang
budaya tersebut akan dimiliki peserta didik apabila pengetahuan,
kemampuan intelektual, sikap dan kebiasaan, ketrampilan sosial

4
memberikan dasar untuk secara aktif mengembangkan dirinya sebagai
individu, anggota masyarakat, warganegara, dan anggota ummat manusia.
Pendidikan juga harus memberikan dasar bagi keberlanjutan
kehidupan bangsa dengan segala aspek kehidupan yang mencerminkan
karakter bangsa masa kini dan masa yang akan datang. Oleh karena itu,
konten pendidikan yang dikembangkan kurikulumi tidak berupa prestasi
besar bangsa di masa lalu semata tetapi juga hal-hal yang berkembang pada
saat kini dan akan berkelanjutan ke masa mendatang. Berbagai
perkembangan baru dalam ilmu, teknologi, budaya, ekonomi, sosial, politik
yang dihadapi masyarakat, bangsa dan ummat manusia dikemas sebagai
konten pendidikan. Konten pendidikan dari kehidupan bangsa masa kini
memberi landasan bagi pendidikan untuk selalu terkait dengan kehidupan
masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, kemampuan berpartisipasi
dalam membangun kehidupan bangsa yang lebih baik, dan memposisikan
pendidikan sebagai sesuatu yang tidak terlepas dari lingkungan sosial,
budaya, dan alam. Lagipula, konten pendidikan dari kehidupan bangsa masa
kini akan memberi makna yang lebih berarti bagi keunggulan budaya
bangsa di masa lalu untuk digunakan dan dikembangkan sebagai bagian dari
kehidupan masa kini.
Peserta didik yang mengikuti pendidikan masa kini akan
menggunakan apa yang diperolehnya dari pendidikan ketika mereka telah
menyelesaikan pendidikan 12 tahun dan berpartisipasi penuh sebagai
warganegara. Atas dasar pikiran itu maka konten pendidikan yang
dikembangkan dari warisan budaya dan kehidupan masa kini perlu
diarahkan untuk memberi kemampuan bagi peserta didik menggunakannya
bagi kehidupan masa depan terutama masa dimana dia telah menyelesaikan
pendidikan formalnya. Dengan demikian sikap, ketrampilan dan
pengetahuan yang menjadi konten pendidikan harus dapat digunakan untuk
kehidupan paling tidak satu sampai dua dekade dari sekarang. Artinya,
konten pendidikan yang dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan
dan dikembangkan dalam kurikulum harus menjadi dasar bagi peserta didik
untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan kehidupan mereka sebagai
pribadi, anggota masyarakat, dan warganegara yang produktif serta
bertanggungjawab di masa mendatang.

5
Secara singkat kurikulum adalah untuk membangun kehidupan masa
kini dan masa akan datang bangsa, yang dikembangkan dari warisan nilai
dan pretasi bangsa di masa lalu, serta kemudian diwariskan serta
dikembangkan untuk kehidupan masa depan. Ketiga dimensi kehidupan
bangsa, masa lalu-masa sekarang-masa yang akan datang, menjadi landasan
filosofis pengembangan kurikulum. Pewarisan nilai dan pretasi bangsa di
masa lampau memberikan dasar bagi kehidupan bangsa dan individu
sebagai anggota masyarakat, modal yang digunakan dan dikembangkan
untuk membangun kualitas kehidupan bangsa dan individu yang diperlukan
bagi kehidupan masa kini, dan keberlanjutan kehidupan bangsa dan
warganegara di amsa mendatang. Dengan tiga dimensi kehidupan tersebut
kurikulum selalu menempatkan peserta didik dalam lingkungan sosial-
budayanya, mengembangkan kehidupan individu peserta didik sebagai
warganegara yang tidak kehilangan kepribadian dan kualitas untuk
kehidupan masa kini yang lebih baik, dan membangun kehidupan masa
depan yang lebih baik lagi.
Adapun Landasan Filosofis Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:
a. Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
b. PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
c. PP No 23 tahun 2014 tentang Perubahan Standar Nasional Pendidikan
d. Permendikbud No 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan
e. Permendikbud No 21 tahun 2016 tentang Standar Isi
f. Permendikbud No 22 tahun 2016 tentang Standar Proses
g. Permendikbud No 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian
h. Permendikbud No 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar Pelajaran Kurikulum 2013
i. Permendikbud No 8 tahun 2016 tentang Buku Teks Pelajaran Layak

C. Tujuan Penyusunan Kurikulum 2013


Mempersiapkan insan Indonesia untuk memiliki kemampuan hidup
sebagai pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif
serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara
dan peradaban dunia.

6
D. Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013
Pelaksanaan pembelajaran pada pelaksanaan kurikulum 2013 memiliki
karakteristik yang berbeda dari pelaksanaan kurikulum 2006. Berdasarkan hasil
analisis terhadap kondisi yang diharapkan terdapat maka dipeloleh 14 prinsip
utama pembelajaran yang perlu guru terapkan.
Ada pun 14 prinsip itu adalah:

1. Dari siswa diberi tahu menuju siswa mencari tahu; pembelajaran


mendorong siswa menjadi pembelajar aktif, pada awal pembelajaran guru
tidak berusaha untuk memberitahu siswa karena itu materi pembelajaran tidak
disajikan dalam bentuk final. Pada awal pembelajaran guru membangkitkan
rasa ingin tahu siswa terhadap suatu fenomena atau fakta lalu mereka
merumuskan ketidaktahuannya dalam bentuk pertanyaan. Jika biasanya
kegiatan pembelajaran dimulai dengan penyampaian informasi dari guru
sebagai sumber belajar, maka dalam pelaksanaan kurikulum 2013 kegiatan
inti dimulai dengan siswa mengamati fenomena atau fakta tertentu. Oleh
karena itu guru selalu memulai dengan menyajikan alat bantu pembelajaran
untuk mengembangkan rasa ingin tahu siswa dan dengan alat bantu itu guru
membangkitkan rasa ingin tahu siswa dengan bertanya.
2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis
aneka sumber; pembelajaran berbasis sistem lingkungan. Dalam kegiatan
pembelajaran membuka peluang kepada siswa untuk memanfaatkan sumber
belajar seperti informasi dari buku siswa, internet, koran, majalah, referensi
dari perpustakaan yang telah disiapkan. Pada metode proyek, pemecahan
masalah, atau inkuiri siswa dapat memanfaatkan sumber belajar di luar kelas.
Dianjurkan pula untuk materi tertentu siswa memanfaatkan sumber belajar di
sekitar lingkungan masyarakat. Tentu dengan pendekatan ini pembelajaran
tidak cukup dengan pelaksanaan tatap muka dalam kelas.
3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan
pendekatan ilmiah; pergeseran ini membuat guru tidak hanya menggunakan
sumber belajar tertulis sebagai satu-satunya sumber belajar siswa dan hasil
belajar siswa hanya dalam bentuk teks. Hasil belajar dapat diperluas dalam
bentuk teks, disain program, mind maping, gambar, diagram, tabel,
kemampuan berkomunikasi, kemampuan mempraktikan sesuatu yang dapat
dilihat dari lisannya, tulisannya, geraknya, atau karyanya.

7
4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis
kompetensi;pembelajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar, tetapi dari
aktivitas dalam proses belajar. Yang dikembangkan dan dinilai adalah sikap,
pengetahuan, dan keterampilannya.
5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu; mata
pelajaran dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi komponen sistem
yang terpadu. Semua materi pelajaran perlu diletakkan dalam sistem yang
terpadu untuk menghasilkan kompetensi lulusan. Oleh karena itu guru perlu
merancang pembelajaran bersama-sama, menentukan karya siswa bersama-
sama, serta menentukan karya utama pada tiap mata pelajaran bersama-sama,
agar beban belajar siswa dapat diatur sehingga tugas yang banyak, aktivitas
yang banyak, serta penggunaan waktu yang banyak tidak menjadi beban
belajar berlebih yang kontraproduktif terhadap perkembangan siswa.
6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju
pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; di sini
siswa belajar menerima kebenaran tidak tunggul. Siswa melihat awan yang
sama di sebuah kabupaten. Mereka akan melihatnya dari tempatnya berpijak.
Jika ada sejumlah siswa yang melukiskan awan pada jam yang sama dari
tempat yangberjauhan, mereka akan melukiskannya berbeda-beda, semua
benar tentang awan itu, benar menjadi beragam.
7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif; pada
waktu lalu pembelajaran berlangsung ceramah. Segala sesuatu diungkapkan
dalam bentuk lisan guru, fakta disajikan dalam bentuk informasi verbal,
sekarang siswa harus lihat faktanya, gambarnya, videonya, diagaramnya,
teksnya yang membuat siswa melihat, meraba, merasa dengan panca
indranya. Siswa belajar tidak hanya dengan mendengar, namun dengan
menggunakan panca indra lainnya.
8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills)
dan keterampilan mental (softskills); hasil belajar pada rapot tidak hanya
melaporkan angka dalam bentuk pengetahuannya, tetapi menyajikan
informasi menyangku perkembangan sikapnya dan keterampilannya.
Keterampilan yang dimaksud bisa keterampilan membaca, menulis,
berbicara, mendengar yang mencerminkan keterampilan berpikirnya.
Keterampilan bisa juga dalam bentuk aktivitas dalam menghasilkan karya,

8
sampai pada keterampilan berkomunikasi yang santun, keterampilan
menghargai pendapat dan yang lainnya.
9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat; ini memerlukan guru untuk
mengembangkan pembiasaan sejak dini untuk melaksanakan norma yang
baik sesuai dengan budaya masyarakat setempat, dalam ruang lingkup yang
lebih luas siswa perlu mengembangkan kecakapan berpikir, bertindak,
berbudi sebagai bangsa, bahkan memiliki kemampuan untuk menyesuaikan
dengan dengan kebutuhan beradaptasi pada lingkungan global. Kebiasaan
membaca, menulis, menggunakan teknologi, bicara yang santun merupakan
aktivitas yang tidak hanya diperlukan dalam budaya lokal, namun bermanfaat
untuk berkompetisi dalam ruang lingkup global.
10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan
(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun
karso), dan mengembangkan kreativitas siswa dalam proses
pembelajaran (tut wuri handayani); di sini guru perlu menempatkan diri
sebagai fasilitator yang dapat menjadi teladan, memberi contoh bagaimana
hidup selalu belajar, hidup patuh menjalankan agama dan prilaku baik lain.
Guru di depan jadi teladan, di tengah siswa menjadi teman belajar, di
belakang selalu mendorong semangat siswa tumbuh mengembangkan
pontensi dirinya secara optimal.
11. Pembelajaran berlangsung di rumah, di sekolah, dan di
masyarakat; karena itu pembelajaran dalam kurikulum 2013 memerlukan
waktu yang lebih banyak dan memanfaatkan ruang dan waktu secara
integratif. Pembelajaran tidak hanya memanfaatkan waktu dalam kelas.
12. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa
saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas. Prinsip ini menadakan
bahwa ruang belajar siswa tidak hanya dibatasi dengan dinding ruang kelas.
Sekolah dan lingkungan sekitar adalah kelas besar untuk siswa belajar.
Lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang sangat ideal untuk
mengembangkan kompetensi siswa. Oleh karena itu pembelajaran hendaknya
dapat mengembangkan sistem yang terbuka.
13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; di sini sekolah perlu
meningkatkan daya guru dan siswa untuk memanfaatkan TIK. Jika guru

9
belum memiliki kapasitas yang mumpuni siswa dapat belajar dari siapa pun.
Yang paling penting mereka harus dapat menguasai TIK sebab mendapatkan
pelajaran dengan dukungan TIK atau tidak siswa tetap akan menghadapi
tantangan dalam hidupnya menjadi pengguna TIK. Jika sekolah tidak
memfasilitasi pasti daya kompetisi siswa akan jomplang daripada siswa yang
memeroleh pelajaran menggunakannya.
14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya
siswa; cita-cita, latar belakang keluarga, cara mendapat pendidikan di rumah,
cara pandang, cara belajar, cara berpikir, keyakinan siswa berbeda-beda. Oleh
karena itu pembelajaran harus melihat perbedaan itu sebagai kekayaan yang
potensial dan indah jika dikembangkan menjadi kesatuan yang memiliki
unsur keragaman. Hargai semua siswa, kembangkan kolaborasi, dan biarkan
siswa tumbuh menurut potensinya masing-masing dalam kolobarasi
kelompoknya.
Demikian materi tentang prinsip pembelajaran yang disarikan dari materi
pelatihan implementasi Kurikulum 2013.

Selain mengacu pada Kurikulum Nasional, Sekolah Islam Terpadu


Harapan Ummat juga memadukan dalam kegiatan pembelajarannya Standar
Mutu Kekhasan SIT yang diterbitkan oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu
(JSIT) Indonesia. Hal ini berlandaskan kepada Filosofi pendidikan Sekolah
Islam Terpadu sebagai berikut:
1. Hakikat dan Tujuan Pendidikan
Pendidikan dalam pandangan Islam adalah segala upaya yang
dilakukan untuk mempersiapkan manusia agar memiliki kesadaran,
kemampuan, dan tanggung jawab untuk menjalankan misi kepemimpinan.
Selanjutnya potensi manusia sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an
melekat pada penyebutan manusia diantaranya, Bani Adam ( manusia cerdas
secara intelektual); Basyar (manusia memiliki kecerdasan jasmani); An
Naas (manusia memiliki kecerdasan sosial dan emosional); Al Insan
(manusia memiliki kecerdasan spiritual); dan Al Abid (manusia memiliki
kecerdasan amal).
Oleh karena itu maka pendidikan hendaknya mencakup
pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik: aspek spiritual,
intelektual, imajinasi, fisik, ilmiah, bahasa, baik secara individual maupun
kolektif, dan mendorong semua aspek tersebut berkembang ke arah

10
kebaikan dan kesempurnaan. Sehingga Tujuan Pendidikan Islam bertumpu
pada dua pilar, yaitu pilar pendekatan diri kepada Allah dan pengembangan
kemampuan sesuai minat dan bakat kecenderungannya.

2. Prinsip Sekolah Islam Terpadu


Sekolah Islam Terpadu merupakan sekolah yang bertekad keras untuk
menjadikan nilai dan ajaran Islam terjabarkan dalam seluruh aspek yang
terkait dengan penyelenggaraan sekolah. Prinsip-prinsip penyelenggaraan
SIT berintikan sebagai berikut:
a. Meyakini bahwa pendidikan Islam adalah merupakan aktivitas dakwah
yang merupakan pekerjaan mulia dan menuntut dedikasi, loyalitas, dan
kerja keras;
b. Pendidikan diselenggarakan dengan tulus ikhlas, dedikasi tinggi, dan
cara-cara bijak dan sebagai suatu kewajiban menjalankan perintah Allah
Swt karena mengajak, menuntun manusia mengikuti jalan Allah.
Aktivitas mendidik juga sebagai amanah yang diterima dari para orang
tua siswa dan amanah Allah yang harus ditunaikan dengan baik,
profesional dan penuh tanggung jawab;
c. Pendidikan hakikatnya mengajarkan seluruh kandungan Islam baik
dalam Al Qur’an maupun dalam As Sunnah sebagai satu kesatuan Ilmu
Allah.

E. Profil Sekolah
1. Sekolah
a. Nama Sekolah : 648-SDIT Alam Harapan Ummat
Purbalingga
b. NSS : 102030306056
c. NPSN : 20356135
d. Status : Swasta
e. Tahun Berdiri : 2008
f. Alamat : Jalan Letnan Sudani
g. Desa/Kelurahan : Kembaran Kulon Rt 03/02
h. Kecamatan : Purbalingga
i. Kabupaten/Kota : Purbalingga
j. Propinsi : Jawa Tengah

11
k. Telepon : 0281-892881
l. Email : [email protected]
m. Website : www. sdit-alam.harapanummat.sch.id
n. Ijin Operasional : 421.1/135/2009 tanggal 28 Agustus 2009 dan
perubahan nama dan alamat SK Kepala
Dinas Pendidikan Kab. Purbalingga nomor
421.1/73/2011 tanggal 18 Mei 2011
o. No. Rekening BRI : 0074-01-023230-50-6
p. Nilai Akreditasi : 90 peringkat A berdasarkan SK BAP-S/M
Nomor : 220/BAP-SM/X/2016 pada tanggal
29 Oktober 2016
q. Jumlah Rombel/Kelas : 36
r. Luas tanah seluruhnya : 10570 m2
s. Luas bangunan : 3000 m2
t. Luas kebun/halaman : ___ m2
u. Status tanah : Hak Milik Yayasan Harapan Ummat

2. Kepala Sekolah
a. Nama : Trimowati, S.P.
b. NIY : 200801013
c. Jenis Kelamin : Perempuan
d. Tempat, Tgl. Lahir : Purbalingga, 28 Februari 1979
e. Pangkat / Gol : Non PNS
f. Pendidikan Terakhir : S1/Pertanian/2006
g. Alamat Rumah : Dagan 2/8 Bobotsari Purbalingga
h. Telp./HP : 081215536125

3. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah


a. Visi :
“Mempersiapkan Generasi Unggul Yang Berkarakter Robbani”
b. Misi :
1) Menyelenggarakan pendidikan yang membangun manusia yang
berpengetahuan, berbadan sehat dan berakhlaq mulia.
2) Membangun sistem pendidikan berbasis alam yang berkualitas.

12
3) Mempersipkan anak didik menjadi generasi yang menyadari
sepenuhnya akan potensi yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya.
c. Tujuan dan Sasaran Lulusan :
1) Memiliki landasan keimanan yang kokoh.
2) Memiliki kemandirian dan tanggung jawab.
3) Memiliki motivasi untuk berprestasi.
4) Memiliki sikap kepemimpinan yang kuat, percaya diri, kreatif dan
pekerja keras.
5) Peduli terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

4. Kurikulum dan Program Belajar


a. Kurikulum
Kurikulum Diknas yang diintegrasikan dengan Standar Mutu Kekhasan
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia
(JSIT).

b. Program Belajar (harian, mingguan & bulanan)


1) Daily activity
2) Outbond training
3) Swimming
4) MABIT (Malam Bina Iman Taqwa)
5) Home visit
6) Pramuka SIT
7) Market Day
8) Tahfidzul Qur’an (juz 29, 30 dan surat-surat pilihan)
9) Kemah Ukhuwah
10) Outing
11) Bina Pribadi Islami
12) PORSSIQU (Pekan Olah Raga Seni Sains dan Al Qur’an)

13
5. Keadaan Siswa

Tabel 1
Keadaan Siswa
Kelas
Tahun
Pelajaran I II III IV V VI
L P J L P J L P J L P J L P J L P J L P J
2008/2009 14 14 28 14 14 28

2009/2010 13 13 26 14 14 28 27 27 54

2010/2011 29 25 54 13 13 26 14 14 28 56 52 108

2011/2012 39 51 90 29 25 54 13 13 26 14 14 28 95 103 198

2012/2013 50 40 90 39 51 90 29 25 54 13 13 26 11 9 20 142 138 280

2013/2014 73 62 135 51 39 90 39 51 90 35 28 63 14 13 27 12 8 20 224 201 425

2014/2015 80 81 161 75 58 133 50 41 91 39 51 90 35 27 62 13 15 28 292 273 565

2015/2016 75 75 150 82 79 161 78 59 137 53 39 92 40 49 89 34 28 62 362 329 691

2016/2017 97 83 180 77 72 149 79 80 159 79 58 137 52 39 91 40 49 89 424 381 805

2017/2018 101 79 180 97 84 181 78 77 155 77 81 158 82 59 141 51 39 90 486 419 905

2018/2019 101 97 198 103 83 186 99 85 184 76 77 153 76 82 158 82 60 142 537 484 1021

2019/2020 108 100 208 105 97 202 103 81 184 102 84 186 74 75 149 75 82 157 567 519 1086

6. Prestasi Siswa
a. Angka Lulusan yang Melanjutkan ke SLTP/Sederajat

Tabel 2
Lulusan Melanjutkan
Tahun Pelajaran Jumlah Lulusan Jumlah Melanjutkan
2013/2014 20 20
2014/2015 28 28
2015/2016 62 62
2016/2017 89 89
2017/2018 90 90
2018/2019 142 142

b. Peningkatan hasil Belajar

Tabel 3
Hasil belajar siswa
Nilai Rata-Rata Hasil Ujian
Tahun
B. Peringkat
Pelajaran Matematika IPA
Indonesia
2013/2014 8.40 6.08 7.21 15
2014/2015 72.9 75.7 67.1 16
2015/2016 83.4 79.4 82.5 10
2016/2017 84.0 81.1 86.4 6
2017/2018 74.2 65.9 69.6 7
2018/2019 74.6 61.3 79.6 7

14
c. Prestasi Siswa dalam bidang Akademik

Tabel 4
Prestasi akademik
Tingkat
No. Jenis Prestasi Tahun Juara
Lokal Nasional Internasional
Olimpiade
1 Bidang Matematika
MIPA
Bidang IPA 2017 1 Kec
Lomba Siswa
2 Siswa Teladan Putri
Teladan
3 Lomba Mapel Mapel Matematika
Mapel IPA
Mapel IPS
Mapel Bahasa
Indonesia
Keterampilan
Olimpiade
4 Bidang IPA
MIPA
Lomba Mapel
5 Mapel Matematika
Tingkat Prov
Mapel IPA
Mapel IPS
Mapel Bahasa
Indonesia
Kompetisi
Lomba Matematika
6 Matematika
(5 anak)
Pasiad
Olimpiade
7 Bidang Matematika
MIPA
Bidang IPA
8 Kinerja IPA Alat IPA
Olimpiade
9 Bidang Matematika
MIPA
Bidang IPA
Ujian Akhir
Ujian Akhir Sekolah
10 Sekolah
(UAS)
(UAS)

d. Prestasi Siswa dalam bidang Non Akademik

Tabel 5
Prestasi Non Akademik
Tingkat
No Jenis Prestasi Tahun Juara
Lokal Nasional Internasional
1 Tartil juz amma 2010 2 Kab
2 Hafalan juz amma 2010 1 Kab
3 Tahfidz quran 2011 3 Kab
4 Tartil quran 2011 2 Kab
5 Lomba Adzan 2011 3 Kab
6 Tahfidz quran 2012 2 Kab
7 Tahfidz juz amma 2012 2 Kab
Musabaqoh hifdzil qur’an seleksi guru dan
8 2013 1 Kars
siswa (JSIT Wilayah Kedu)
9 Kids atletik putra lempar turbo (PODPA) 2014 1 Kec
10 Tenis lapangan putra tunggal (POPDA) 2014 3 Kec
11 Renang putra gaya bebas 50 m (POPDA) 2014 3 Kec
12 Renang putra gaya dada 100 m (POPDA) 2014 3 Kec
13 Kids atletik putra kanga’s escape (POPDA) 2014 1 Kec

15
Tingkat
No Jenis Prestasi Tahun Juara
Lokal Nasional Internasional
14 Tae Kwo Do (POPDA) 2015 1 Kec
15 Takraw (POPDA) 2015 3 Kec
16 Badminton (POPDA) 2016 3 Kec
17 Tartil Quran (MTQ) 2016 2 Kec
18 Hafizh Putra 2016 1 Kec
19 Hafizh Putri 2016 2 Kec
20 Sains (O2SN) 2017 1 Kab
21 Sepak Bola (POPDA) 2017 1 Kec
22 Sepak Takraw (POPDA) 2017 2 Kec
23 BTQ (MAPSI) 2017 2 Kab
25 LCC 2017 1 Kab
26 Renang 200M GB Pa (POPDA) 2018 3 Kec
27 Renang 100 M GP Pa (POPDA) 2018 2 Kec
28 Sepak Bola (POPDA) 2018 1 Kec
29 LK Tiki Pi (MAPSI) 2018 3 Kec
30 Hifzhil Qur’an Pa (MAPSI) 2018 2 Kec
31 Seni Khithobah Pi (MAPSI) 2018 2 Kec
32 PAI, BTQ, GEBSATA Pi (MAPSI) 2018 2 Kec
33 Seni Khat Pa (MAPSI) 2018 2 Kec
34 Renang 50M GB Pi (POPDA) 2019 2 Kec
35 Tenis lapangan (POPDA) 2019 3 Kec
36 Renang 50M GB Pa (POPDA) 2019 3 Kec
37 Renang 100M GP Pa (POPDA) 2019 3 Kec
38 Renang 100M GKK pi (POPDA) 2019 2 Kec
Panahan 15M Pa (Dirut RS PKU Muh
39 2019 2 Nas
Gombong)
40 Panahan Regu (Dirut RS PKU Muh Gombong) 2019 1 Nas
41 Renang 100M GP Pi (POPDA) 2019 2 Kec
42 Renang 100M GB Pi (POPDA) 2019 3 Kec
43 Atletik Lari 80M Pa (POPDA) 2019 2 Kec
44 Panahan 2019 1 Kab

7. Keadaan Guru

Tabel 6
Keadaan Guru
Ijazah Tertinggi
N Tanggal/Bulan/
Nama JK Satus TMT Tahun Mata Pelajaran
o Tahun Lahir Tingkat Jurusan
Lulus
Purbalingga, 28 07-12- Kepala
1 Trimowati, S.P P GTY S1 Pertanian 2006
Februari 1979 2010 Sekolah
Ari Khusnul Purbalingga, 23 14-07-
2 P GTY S1 Tarbiyah 2012 PAI
Farida, S.Pd.I Januari 1986 2008
Kebumen, 21 13-07- Bahasa
3 Sumitro L GTY D2 1997 Guru Kelas
Maret 1978 2009 Arab
Muftiatun Sleman, 30 Maret 07-12-
4 P GTY S1 Pend. Kimia 2001 Guru Kelas
Zakiah, S.Pd 1977 2010
Dian Aulia Purbalingga, 8 11-07-
5 P GTY S1 Sosiologi 2009 Guru Kelas
Fahmi, S.Pd Oktober 1986 2011
Suci
Purbalingga, 28 07-02-
6 Purwaningsih, P GTY S1 Teknik Sipil 2005 Guru Kelas
Desember 1981 2012
S.T
Findi Darna Bantul, 17 Mei 07-02-
7 P GTY S1 Pend. Kimia 2012 Guru Kelas
Pratiwi, S.Pd 1989 2012
Ratna Lastuti, Purbalingga, 26 07-02-
8 P GTY S1 FISIP 2002 Guru Kelas
S.Sos Desember 1978 2012
Siti Zubaidah, Purbalingga, 29 07-02-
9 P GTY S1 PBSID 2010 Guru Kelas
S.Pd Oktober 1987 2012

16
Ijazah Tertinggi
N Tanggal/Bulan/
Nama JK Satus TMT Tahun Mata Pelajaran
o Tahun Lahir Tingkat Jurusan
Lulus
Nurochman, Purbalingga, 4 Juli 07-02-
10 L GTY S1 Dakwah 2001 PJOK
S.Sos.I 1982 2012
Anita
Purbalingga, 8 07-02- Pend. Bhs
11 Kusumawardani, P GTY S1 2011 B. Inggris
Oktober 1989 2012 Inggris
S.Pd
Nita Puspita Kebumen, 24 14-07-
12 P GTY S1 PKN 2012 Guru Kelas
Dewi, S.Pd Agustus 1990 2013
Dina Mariana, Tangerang, 16 14-07-
13 P GTY S1 PAI 2012 Guru Kelas
S.Pd.I April 1979 2013
Fina Khulashoh, Purbalingga, 22 14-07-
14 P GTY S1 PAI 2011 PAI
S.Pd.I Maret 1975 2013
Sugiarti, Purbalingga, 10 14-07-
15 P GTY S1 PGSD 2010 Guru Kelas
S.Pd.SD.Gr September 1986 2013
Ilmu
Wahyuni Purbalingga, 19 14-07-
16 P GTY S1 Pemerintaha 2003 Guru Kelas
Yulianti, S.IP Juli 1980 2013
n
Purbalingga, 11 14-07-
17 Sutaryo, S.Pd.I L GTY S1 PAI 2010 PAI
Oktober 1980 2013
Joko Binanto, Blora, 10 Oktober 01-07-
18 L GTY S1 Kehutanan 2004 PJOK
S.Hut 1979 2014
Lilis Febriani, Purbalingga, 6 01-07-
19 P GTY S1 Matematika 2013 Guru Kelas
S.Pd Februari 1989 2014
Purbalingga, 8 01-07-
20 Epi Astuti, S.Pd P GTY S1 Sejarah 2009 Guru
Maret 1986 2014
Arifiedha
Magelang, 21 01-07-
21 Koerniawatie, P GTY S1 PAI 2006 PAI
September 1982 2014
S.Pd.I
Tri Puji Rahayu, Purworejo, 11 01-07-
22 P GTY S1 Biologi 2004 Guru Kelas
S.Si September 1980 2014
Cicik Mulyatun, Purbalingga, 20 23-02-
23 P GTY S1 PGSD 2011 Guru Kelas
S.Pd Februari 1990 2015
Latifah
Purbalingga, 15 01-03-
24 Apriyaningsih, P GTY S1 Tata Niaga 2014 Guru Kelas
April 1993 2015
S.Pd
Muhammad Afif, Purbalingga, 26 13-04-
25 L GTY S1 PGSD 2012 Guru Kelas
S.Pd. Februari 1988 2015
Nadira Aulia, Brebes, 31 Juli 23-06- Pend.
26 P GTY S1 2004 Guru
S.Pd 1981 2015 Matematika
Pujo Prayitno, Cilacap, 7 Agustus 25-06-
27 L GTY S1 B. Inggris 2014 Guru
S.Pd 1986 2015
Banyumas, 3 25-06-
28 Ivan Fauzi, S.Pd.I L GTY S1 PAI 2017 Guru Mapel
Januari 1991 2015
Retno Paluppi Banjarnegara, 23
29 P GTY 23/07/2015 S1 B. Inggris 2009 Guru
Anggraeni, S.Pd Oktober 1985
Isnaini Fitriati, Purbalingga, 18 14-09-
30 P GTY S1 PGSD 2011 Guru
S.Pd. Mei 1988 2015
Aji Yulianto, Purbalingga, 10 11-01-
31 L GTY S1 IPS 2015 Guru
S.Pd. Oktober 1993 2016
Kartika Barata, Purbalingga, 20 27-01-
32 L GTY S1 PJOK 2015 PJOK
S.Pd. Februari 1986 2016
Jefri Pramono, Purbalingga, 28 01-07-
33 L GTY S1 PGMI 2015 Guru
S.Pd.I. Desember 1992 2016
Ikapti Pusparani, Purbalingga, 18 01-07-
34 P GTY S1 PGSLB 2017 Guru
S.Pd. September 1992 2016
Banyumas, 2 Juni 01-07- Pend B
35 Sarjuno, S.Pd.I. L GTY S1 2011 Guru
1989 2016 Arab
Dhani Yanuar
Purbalingga, 22 01-07-
36 Soviana Dwi P GTY S1 PGSD 2012 Guru
Januari 1987 2016
Saerani, S.Pd.SD
Febriani Dyah
Purbalingga, 11 01-07-
37 Wulandari, P GTY S1 PAI 2015 Guru
Februari 1994 2016
S.Pd.I.

17
Ijazah Tertinggi
N Tanggal/Bulan/
Nama JK Satus TMT Tahun Mata Pelajaran
o Tahun Lahir Tingkat Jurusan
Lulus
Rofiq Adiansyah, Purbalingga, 31 01-07-
38 L GTY S1 Matematika 2015 Guru
S.Pd. Maret 1993 2016
Tri Asih
Purbalingga, 6 Mei 01-07- Bahasa
39 Margiyani, P GTY S1 2016 Guru
1993 2016 Arab
S.Pd.I.
Siti Nurjana, Klaten, 17 Mei 01-07-
40 P GTY S1 B Indonesia 2011 Guru
S.Pd. 1989 2016
Eka Restiani, Purbalingga, 25 01-07-
41 P GTY S1 Matematika 2014 Guru
S.Pd September 1992 2016
Muhammad
Kertosono, 13 01-07-
42 Imron Faishal, L GTY S2 PAI 2011 Guru
Januari 1977 2016
MSI
Rita Kurniawati, Purbalingga, 6 01-07- Pend.
43 P GTY S1 2016 Guru
S.Pd. Januari 1994 2017 Matematika
Asep Sutrisno, Purbalingga, 19 01-07-
44 L GTY S1 PBSI 2017 Guru
S.Pd. September 1992 2017
Kukuh Doni
Purbalingga, 4 01-07-
45 Setya Prihadi, L GTY S1 PGSD 2016 Guru
Maret 1994 2017
S.Pd.
Dwi Endah
Purbalingga, 13 01-07-
46 Kusuma P GTY S1 PKn 1993 Guru
April 1969 2017
Ningrum, S.Pd.
Devi Sundari, Purbalingga, 8 01-07-
47 P GTY S1 PGSD 2016 Guru
S.Pd. Desember 1993 2017
Fitri Cahyani, Purbalingga, 28 01-08- Pendidikan
48 P GTY S1 2017 Guru
S.Si. Februari 1994 2017 Biologi
Rahmah Isnani, Purbalingga, 28 10-10-
49 P GTT S1 PKn 2016 Guru Kelas
S.Pd. September 1994 2017
Ana Miftahul Purbalingga, 27 01-01- Pend.
50 P GTT S1 2017 Guru Kelas
Janah, S.Pd. Agustus 1994 2018 Biologi
Purbalingga, 1 01-01- Pend. Tata
51 Darojah, S.Pd. P GTT S1 2017 Guru Kelas
April 1994 2018 Niaga
Iis Apriyatin Indramayu, 24 01-02-
52 P GTT S1 PBSI 2016 Guru Kelas
Nupus, S.Pd. April 1992 2018
Amin Khoerudin, Purbalingga, 13 01-07-
53 L GTT S1 PGSD 2015 Guru Kelas
S.Pd. Mei 1989 2018
Dwi Kasiyati, Bantul, 23 01-07-
54 P GTT S1 PAI 2014 Guru Kelas
S.Pd.I. Desember 1986 2018
Banyumas, 5 01-07- Pend.
55 Fujiniah, S.Pd. P GTT S1 2013 Guru Kelas
September 1988 2018 Geografi
Tsani Muflih Purbalingga, 4 01-07- Pend. Adm
56 P GTT S1 2017 Guru Kelas
Hidayati, S.Pd. November 1993 2018 Perkantoran
Tri Rokhayati, Purbalingga, 10 01-08-
57 P GTT S1 PGPAUD 2016 Guru Kelas
S.Pd September 1986 2018
Lia Prahasti, Purbalingga, 26 15-10-
58 P GTT S1 PAI 2013 Guru Kelas
S.Pd.I Februari 1990 2018
Fajri Ariadi, Purbalingga, 15 15-10-
59 L GTT S1 PGSD 2019 Guru BK
S.Pd. Maret 1994 2018
Aulya Ramadhina
Purbalingga, 1 15-10-
60 Devi Listiawan, P GTT S1 BK 2017 Guru Kelas
Maret 1995 2018
S.Pd
Hanna Imamah, Purbalingga, 16 15-10-
61 P GTT S1 PGSD 2017 Guru Kelas
S.Pd Mei 1994 2018
Dedi Setiawan, Purbalingga, 21 11-02-
62 L GTT S1 Pend MTK 2017 Guru Kelas
S.Pd Juni 1993 2019
Muhammad Zaki Purbalingga, 23 04-03-
63 L GTT S1 Pend MTK 2018 Guru Kelas
Syarifudin, S.Pd April 1993 2019
Agus Widianto, Purbalingga, 12- 01-07- Pend
64 L GTT S1 2014 Guru Kelas
S.Pd Aug-1988 2019 Geografi
Eni Supriyatun, Purbalingga, 31-
65 P GTT 01/07/2019 S1 PGPAUD 2015 Guru Kelas
S.Pd May-1982
Ernita Nofiarti, Purbalingga, 4- Pend. Bhs.
66 P GTT 01/07/2019 S1 2018 B. Arab
S.Pd Nov-1995 Arab

18
Ijazah Tertinggi
N Tanggal/Bulan/
Nama JK Satus TMT Tahun Mata Pelajaran
o Tahun Lahir Tingkat Jurusan
Lulus
Fendi Al Purbalingga, 20-
67 L GTT 01/07/2019 S1 PJKR 2011 PJOK
Rahman, S.Pd Jan-1987
Fidloh Nur Afit Jakarta, 20-Mar-
68 P GTT 01/07/2019 S1 Akuntansi 2019 Guru Kelas
Aidawati, S.Akt 1996
Hilda Nurdiyah Purbalingga, 3- Pend
69 P GTT 01/07/2019 S1 2018 Guru Kelas
Ronifia, S.Pd Nov-1995 Geografi
Irma Budiarti, Banyumas, 4-May- Sastra
70 P GTT 01/07/2019 S1 2019 Guru Kelas
S.S 1996 Indonesia
Layla Hasanah, Purbalingga, 18-
71 P GTT 01/07/2019 S1 PLB 2018 Guru BK
S.Pd Jan-1996
Lirih Indriyanti Banyumas, 9-Jan-
73 P GTT 01/07/2019 S1 PAI 2018 Guru Mapel
Saputri, S.Pd 1996
Nita
Banyumas, 23-
74 Miftakhurohmah, P GTT 01/07/2019 S1 PGMI 2018 Guru Mapel
Nov-1996
S.Pd
Nur Cahyani, Bantul, 4-Nov-
75 P GTT 01/07/2019 S2 PGMI 2017 Guru Kelas
M.Pd 1992
Balikpapan, 16-
76 Nurul Sofiati, S.E P GTT 01/07/2019 S1 KIP 2006 Guru Kelas
Sep-1982
Puji Rahayu, Pemalang, 30-Dec-
77 P GTT 01/07/2019 S1 PGSD 2016 Guru Kelas
S.Pd 1989
Risda Purbalingga, 28-
78 P GTT 01/07/2019 S1 PGMI 2019 Guru Kelas
Perwitasari, S.Pd Oct-1996
Susi Rosiamah, Purbalingga, 24-
79 P GTT 01/07/2019 S1 PGMI 2018 Guru Kelas
S.Pd Jan-1996
Tika Nur Purbalingga, 31- Pend.
80 P GTT 01/07/2019 S1 2018 Guru Kelas
Rohmah, S.Pd Aug-1995 Sejarah
Purbalingga, 27-
81 Tri Asiah, S.Pd P GTT 01/07/2019 S1 PAI 2019 Guru Mapel
May-1997
Tri Lulus Ujianti, Purbalingga, 8-Jul-
82 P GTT 01/07/2019 S1 Fisika 2014 Guru Mapel
S.Si 1991
Wahyu Purbalingga, 30- Pend
83 P GTT 01/07/2019 S1 2019 Guru Kelas
Nurfaizah, S.Pd Aug-1995 Biologi
Yessi Margasepta Surabaya, 12-Sep- Sastra
84 P GTT 01/07/2019 S1 2018 Guru Kelas
Nahak, S.S 1993 Inggris

8. Tenaga Administrasi

Tabel 7
Keadaan Tenaga Administrasi
Ijazah Tertinggi
Nama Tenaga Tanggal/Bulan/ Tahun Tugas Yang
No JK Status TMT
Administrasi Lahir Ting- Diampu
Jurusan Tahun
kat
1 Eko Pramono L Banyumas, 1-Jun-1977 PTY 13-07-2009 SMEA Menejemen 1995 Ka TU
Sumarno Purbalingga, 17-Jul- Penjaga
2 L PTY 07-12-2010 SD - 1983
Muslih 1967 Sekolah
Purbalingga, 11-Jun- Petugas
3 Purwandi L PTY 07-02-2012 SMP - 2013
1978 Kebersihan
Purbalingga, 19-Sep-
4 Hardiyanto L PTY 11-10-2013 SMA - 1995 Security
1976
Munibullah, Purbalingga, 8 Maret Ekonomi
5 L GTY 15-10-2013 S1 2005 BURT
SE 1979 Menejemen
Purbalingga, 18-Jan- Staf TU/
6 Ratmono L PTY 01-02-2014 SMA IPA 2002
1982 Operator
Purbalingga, 1-Oct-
7 Isro L PTY 14-05-2014 SMA IPA 2003 Staf BURT
1982
Purbalingga, 25-May-
8 Buntarjo L PTY 01-01-2015 STM Teknik 1986 Security
1967

19
Nama Tenaga Tanggal/Bulan/ Tahun Tugas Yang
No JK Status TMT Ijazah Tertinggi
Administrasi Lahir Diampu
Muhamad Pekalongan, 5-Nov-
9 L PTY 22-07-2015 MI 2000 Security
Rofidin 1988
Yayah Cilacap, 8 November
10 P PTY 25-07-2015 S1 Ekonomi 2008 Bendahara
Syamsiyah, SE 1983
Petugas
11 Erick L Purbalingga, 9-Jul-1989 PTY 08-09-2015 SMP 2006
Kebersihan
Lukman Tenaga
Purbalingga, 27-Dec- Perpustakaa
12 Triono, L PTY 01-07-2016 D2 2012 Perpustakaa
1978 n
A.Md.PUST n
Purbalingga, 11-Apr- Petugas
13 Supriyadi L PTY 08-08-2016 SMP 1996
1980 Kebersihan
Tenaga
14 Arudin L Kebumen, 26-Mar-1974 PTT 02-05-2017 SMA 1993
Kebersihan
Rendi Dika Bandung, 22 September
15 L PTT 01-12-2017 SMK TMO 2007 Security
Setiawan 1988
Banyumas, 28 Adm.
16 Yuno Novianto L PTT 01-12-2017 SMK 2010 Security
November 1990 Perkantoran
Endri Fitria Purbalingga, 12
17 P PTT 15-10-2018 SMK TKJ 2014 Staf TU
Mobillya Februari 1996
Purbalingga, 16 Mei
18 Nilanaili P PTT 01-12-2018 SMK 2018 Staf TU
1994
Purbalingga, 29
19 Ady Winarto L PTT 03-01-2019 SMK 1991 Security
Desember 1971
Purbalingga. 20 April
20 Samidi L PTT 03-01-2019 SMA 2011 Security
1993
Purbalingga, 11 Juli
21 Supriyanto L PTT 15-01-2019 SMP 1994 OB
1978
Purbalingga, 30 Maret
22 Nur Rochim L PTT 15-01-2019 MAN 2001 OB
1982
Anisa Nur Teknik Humas
23 P Purbalingga, 4 Juli 1993 PTT 20-02-2019 S1 2016
Azizah, S.Kom Informatika LPIT

9. Prasarana Sekolah
a. Gedung

Tabel 8
Jumlah gedung
No Nama gedung Tahun Ruang Tingkat
1 Gedung 1 2010 5 1
2 Gedung 2 2013 1 1
3 Gedung 3 2014 5 1
4 Gedung 4 2015 5 1
5 Gedung 5 2016 5 1
6 Gedung 6 2017 6 2
7 Gedung 7 2018 9 3

b. Jenis Sarana Yang Dimiliki Sekolah

Tabel 9
Keadaan Sarana
Keberadaan Fungsi
Luas
No. Jenis Tidak
Ada (m2) Ya Tidak
Ada
1 Ruang Kepala Sekolah  
2 Ruang Wakil Kepala Sekolah  
3 Ruang Guru  
4 Ruang Layanan Bimbingan dan Konseling 
5 Ruang Tamu  

20
Keberadaan Fungsi
Luas
No. Jenis Tidak
Ada (m2) Ya Tidak
Ada
6 Ruang UKS  
7 Ruang Perpustakaan  
8 Ruang Media dan Alat Bantu PBM 
9 Ruang Penjaga Sekolah  
10 Ruang / Pos Keamanan  
11 Aula / Gedung serba guna  
12 Gudang  
13 Kantin/Koperasi Sekolah  
14 Halaman Sekolah/Lapangan Upacara  
15 Masjid  

c. Ruang Kelas
Tabel 10
Kondisi Ruang Kelas
Ruang Kondisi Ruang Kelas
No
Kelas Baik Rusak
1 1 7
2 2 7
3 3 6
4 4 6
5 5 5
6 6 5
Jumlah 36

d. Ruang Komputer
a. Luas : m2
b. Jumlah Komputer : 6 unit
c. LCD Projektor : 3 unit
d. AC : unit
e. Pemanfaatan : jam/minggu
f. Kepemilikan : Sekolah
g. Jumlah Instruktur : orang

e. WC dan Kamar Mandi


Tabel 11
Kondisi WC dan Kamar Mandi
Keberadaan Luas Kondisi
Peruntukan Jumlah
Ada Tidak (m2) Baik Rusak
Kepala Sekolah/ Guru/ Karyawan Laki-laki  4 1 
Kepala Sekolah/ Guru/ Karyawan  
4 1
Perempuan
Siswa Laki-laki  4 12 
Siswa Perempuan  4 16 

21
f. Prasarana

Tabel 12
Kondisi Prasarana
Keberadaan Berfungsi
Jenis Keterangan
Ya Tidak Ya Tidak
Instalasi Air   PDAM/BOR
Jaringan Listrik   PLN
Jaringan Telepon   Telkom
Internet   FO
Akses Jalan  

g. Sarana lain yang dimiliki sekolah

Tabel 13
Kondisi Sarana Lain
Kondisi
No Nama Sarana lain Jumlah
Baik Rusak
1 Komputer Administrator 12 unit 
2 VCD Player 1 unit 
3 Laptop 8 unit 
4 Speaker Active 5 unit 
5 Megaphone 2 buah 
6 Wireles 1 unit 
7 Printer 4 unit 
8 Finger Printing 1 unit 
9 Mini Gawang 2 buah 
10 Speaker Corong (Toa) 2 buah 
11 Vacum cleaner 1 unit 
12 Filing Kabinet 5 unit 

10. Alat Bantu Ajar

Tabel 14
Kondisi Alat Bantu Ajar
Kondisi
No. Alat Jumlah Tahun Pengadaan
Baik Rusak
1 Kerangka Manusia 1 
2 Kit IPA 1 
3 Organ Tubuh 1 

11. Potensi Di Lingkungan Sekolah (Untuk Mendukung Program


Sekolah)
a. Geografis sangat mendukung perkembangan pendidikan antara lain :
1) Dekat kelurahan
2) Terletak diperkotaan
3) Dekat dengan instansi terkait.
b. Keberhasilan bidang akademik maupun non akademik.

22
c. Peran wali murid melalui pendaftaran siswa Kelas I selalu andil dalam
pendanaan walau dalam batas tertentu.

12. Yayasan Harapan Ummat


a. Akta Notaris
Heri Prastowo Wisnu Widodo nomor 12 tanggal 19 Januari 2008
Disahkan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum nomor AHU-
2161.AH.01.02.Tahun 2008 pada tanggal 27 Mei 2008
b. Susunan Pengurus
Pengawas : dr. H. Sigit Purnomo Hadi, Sp.PD.
Pembina : H. Suntara, S.Pd.
Ketua : H. Karsono, S.Pd.I
Sekretaris : Walujo Isdianto, S.KM.M.Kes.
Bendahara : Lily Kusharsanto, S.T
Bidang Sosial Pendidikan : Muh. Abdul Hakim, S.Pd

13. Komite Sekolah


a. Susunan Pengurus 2014-2016
Ketua : Drs. H. Rasimun
Wakil Ketua : Sumardi
Sekretaris : Lis Nur Indrati
Bendahara : Niken Hindrianingsih
Anggota : 1. Triana Susanti
2. Hani Suharni

b. Susunan Pengurus 2017/2018

Tabel 15
Pengurus Komite 2017/2018
No Nama Jabatan
1 Drs. H. Rasimun Ketua
2 Sumardi Wakil Ketua 1
3 Sofiah Masruroh Wakil Ketua 2
4 Fitriani Sekretaris 1
5 Ratmono Sekretaris 2
6 Esti Nurgiyati Bendahara 1
7 Yayah Syamsiyah, S.E. Bendahara 2

23
8 Fiska Andriana Purbowanti Bidang Aspirasi & Partisipasi
9 Rahyono Bidang Sarpras
10 Rina Purwitasari, S.E. Bidang Humas
11 Yuyun Ningsih Kord. Parenting level 1
12 Ummu Umaroh Kord. Parenting level 2
13 Willy Hardiani Kord. Parenting level 3
14 Rachma Agoestiarti Kord. Parenting level 4
15 Nur Laela Sedyawati Kord. Parenting level 5
16 Fatma Wahyuningsih Kord. Parenting level 6

c. Susunan Pengurus 2018/2019

Tabel 16
Susunan Pengurus Komite 2018/2019
No Nama Jabatan
1 Drs. H. Rasimun Ketua
2 Sumardi Wakil Ketua 1
3 Sofiah Masruroh Wakil Ketua 2
4 Fitriani Sekretaris 1
5 Ratmono Sekretaris 2
6 Esti Nurgiyati Bendahara 1
7 Yayah Syamsiyah, S.E. Bendahara 2
8 Fiska Andriana Purbowanti Bidang Aspirasi & Partisipasi
9 Rahyono Bidang Sarpras
10 Rina Purwitasari, S.E. Bidang Humas
11 Yuyun Ningsih Kord. Parenting level 1
12 Ummu Umaroh Kord. Parenting level 2
13 Willy Hardiani Kord. Parenting level 3
14 Rachma Agoestiarti Kord. Parenting level 4
15 Nur Laela Sedyawati Kord. Parenting level 5
16 Fatma Wahyuningsih Kord. Parenting level 6

24
BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN, VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH

A. Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar


menjadi manusia yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,


kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut.

B. Visi Sekolah
Visi : Mewujudkan generasi unggul yang berkarakter Robbani

Terwujudnya Lulusan Yang Berkepribadian Rabbani


Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan yang berkarakter
Rabbani, meliputi:
1. Aqidahnya lurus
2. Ibadahnya bagus
3. Berperilaku terpuji
4. Disiplin
5. Budaya hidup bersih dan sehat
6. Percaya diri
7. Gemar membaca
8. Terbangunnya jiwa kewirausahaan
9. Peduli terhadap sesama dan alam semesta

Terwujudnya Prestasi Akademik Dan Non Akademik Yang Unggul


Mewujudkan pengembangan prestasi akademik dan non akademik, meliputi:
1. Mencapai ketuntasan untuk semua mata pelajaran
2. Hafal minimal 2 juz Al Qur’an
3. Hafal dan mengamalkan dzikir ma’surat dan doa-doa harian
4. Tartil dalam membaca Al Quran
5. Mampu membaca secara efektif

25
6. Meraih peringkat 3 besar dalam berbagai kejuaraan

Indikator Visi Sekolah

a. Memiliki keimanan yang kokoh

b. Memahami wawasan Islam secara tepat

c. Mengamalkan ibadah Islam dengan benar

d. Meningkat dalam kegiatan keagamaan

e. Memiliki prestasi akademik yang kompetitif

f. Memiliki prestasi non-akademik yang kompetitif

g. Unggul dalam manajemen sekolah

h. Unggul dalam SDM

i. Unggul dalam sarana prasarana

j. Unggul dalam penggalangan dana.

C. Misi Sekolah
Menyiapkan anak usia Sekolah Dasar:
1. Menyelenggarakan pendidikan yang membangun manusia yang
berpengetahuan, berbadan sehat dan berakhlaq mulia
2. Membangun pendidikan berbasis alam sebagai media pembelajaran yang
berkualitas
3. Menyiapkan peserta didik menjadi generasi yang memiliki kesadaran
sepenuhnya akan potensi fitrahnya sebagai ciptaan Allah SWT
Dari misi yang dirumuskan terdapat beberapa indikator pencapaian misi
sebagai berikut:
a. Meningkatkan keyakinan/akidah melalui pengalaman ajaran agama yang
diwujudkan dalam mata pelajaran agama, pembiasaan dan keteladanan.
b. Meningkatkan pembelajaran agama di sekolah dengan menekankan pada
penerapan akidah dalam kehidupan sehari-hari.
c. Meningkatkan budi pekerti dan kedisiplinan siswa melalui kegiatan
pembiasaan dan keteladanan.
d. Meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al Qur’an.
e. Meningkatkan pembelajaran dan bimbingan yang efektif berpola PAIKEM
untuk mengembangkan potensi akademik yang dimiliki siswa.

26
f. Meningkatkan sikap tanggung jawab terhadap tugas dan tata tertib di
sekolah.
g. Meningkatkan pengetahuan di bidang IPTEK, bahasa dan olahraga, seni
budaya, dan seni Islami sesuai dengan bakat, minat, dan potensi siswa
melalui kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan minat dan bakat siswa.
h. Meningkatkan kondisi sekolah yang kondusif yang menunjang pelaksanaan
pembelajaran maupun pergaulan dan kerukunan di sekolah.
i. Meningkatkan gerakan peduli lingkungan secara berkala untuk menciptakan
lingkungan sekolah yang tertib, bersih, dan indah serta menanamkan sikap
peduli lingkungan pada warga sekolah.

D. Tujuan Sekolah
Tujuan sekolah yang ingin dicapai oleh SD IT Alam Harapan Ummat
Purbalingga selama 4 (empat) tahun mendatang adalah:

1. Terbentuknya peserta didik yang memiliki keimanan yang kokoh,


kemandirian dan tanggung jawab, memiliki motivasi untuk berprestasi,
memiliki sikap kepemimpinan yang kuat, percaya diri, kreatif dan pekerja
keras, serta peduli terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
2. Terlaksananya kegiatan keagamaan yang efektif secara terus menerus dan
berkesinambungan
3. Meningkatnya kedisiplinan seluruh warga sekolah
4. Tercapainya nilai rata-rata rapor peserta didik kelas I sampai kelas VI
sebesar 75
5. 75 % lulusan memiliki nilai yang kompetitif untuk melanjutkan di SMP
unggulan
6. Meraih peringkat 3 besar kejuaraan lomba-lomba keagamaan tingkat
kecamatan dan Regional IV JSIT
7. Meraih peringkat 3 besar tingkat kecamatan OSN
8. Meraih peringkat 3 besar tingkat kecamatan lomba peserta didik berprestasi
9. Memiliki tim dai kecil, wartawan junior, kesenian, olahraga, dan
PRAMUKA SIT yang solid
10. Meraih peringkat 3 besar tingkat kecamatan lomba Dokter Kecil
11. Meraih peringkat 3 besar tingkat kecamatan dalam lomba-lomba olah raga,
seni, budaya, dan perpustakaan

27
12. 75 % guru dan karyawan mampu memfungsikan komputer sebagai upaya
untuk menerapkan tertib administrasi

13. 75 % guru mampu memfungsikan berbagai media pembelajaran sebagai


upaya untuk menerapkan kurikulum berbasis kompetensi

14. Melengkapi koleksi dan mengoptimalkan fungsi perpustakaan yang dapat


menjadi salah satu sumber belajar peserta didik

15. 75 % guru mampu menerapkan inovasi pembelajaran dengan pendekatan


CTL

16. 75 % guru kelas I- VI mampu menerapkan pembelajaran dengan


pendekatan tematik

17. Memiliki lingkungan sekolah yang bersih, indah, sejuk, dan nyaman yang
mendukung terselenggaranya kegiatan belajar mengajar secara optimal
18. Menjalin kerja sama yang sinergis dengan wali peserta didik melalui
pengoptimalan peran komite sekolah.

28
BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum
Mata pelajaran adalah unit organisasi Kompetensi Dasar yang terkecil.
Untuk kurikulum SD IT Alam Harapan Ummat Purbalingga organisasi
Kompetensi Dasar kurikulum dilakukan melalui pendekatan terintegrasi
(integrated curriculum). Berdasarkan pendekatan ini maka terjadi reorganisasi
Kompetensi Dasar mata pelajaran yang mengintegrasikan konten mata pelajaran
IPA dan IPS di kelas I, II, dan III ke dalam mata pelajaran Pendidikan Agama
dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Pendidikan
Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Dengan pendekatan ini maka struktur
Kurikulum SD IT Alam Harapan Ummat Purbalingga menjadi lebih sederhana
karena jumlah mata pelajaran berkurang.
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum
dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum,
distribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk
mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap peserta didik. Struktur
kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten
dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem
pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan
untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan
pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam
pelajaran per semester. Struktur kurikulum adalah juga gambaran mengenai
penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang peserta didik dalam
menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam
struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar
seorang peserta didik yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata
pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan
kepada peserta didik untuk menentukan berbagai pilihan. Struktur kurikulum
terdiri atas sejumlah mata pelajaran, dan beban belajar.

29
Tabel 17
Sturktur Kurikulum

Alokasi Waktu Belajar


Perminggu
No Mata Pelajaran
I II III IV V VI
Kelompok A
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4 4 4 4 4
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 5 5 6 5 5 5
3 Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 7
4 Matematika 5 6 6 6 6 6
5 Ilmu Pengetahuan Alam - - - 3 3 3
6 Ilmu Pengetahuan Sosial - - - 3 3 3
Kelompok B
1 Seni Budaya dan Prakarya 4 4 4 4 4 4
2 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 4 4 4 4 4 4
3 Bahasa Jawa 2 2 2 2 2 2
Mulok Sekolah
1 Tahfidzul Qur’an 2 2 2 2 2 4
2 Bahasa Arab 2 2 2 2 2 2
Pengembangan Diri
1 Tahsin Qiroaty 4 4 4 4 4 4
2 Bina Pribadi Islami (kokurikuler) - - 2 2 2 2
3 Pramuka SIT (ekstrakurikuler) - - 2 2 2 -
Jumlah Alokasi Waktu Perminggu 40 42 48 50 50 50

Prinsip pengintegrasian IPA dan IPS di kelas I, II, dan III di atas dapat
diterapkan dalam pengintegrasian muatan lokal. Kompetensi Dasar muatan lokal
yang berkenaan dengan seni, budaya dan keterampilan, serta bahasa daerah
diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Kompetensi
Dasar muatan lokal yang berkenaan dengan olahraga serta permainan daerah
diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan.
Selain melalui penyederhanaan jumlah mata pelajaran, penyederhanaan
dilakukan juga terhadap Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran.
Penyederhanaan dilakukan dengan menghilangkan Kompetensi Dasar yang
tumpang tindih dalam satu mata pelajaran dan antarmata pelajaran, serta
Kompetensi Dasar yang dianggap tidak sesuai dengan usia perkembangan
psikologis peserta didik.

30
Di kelas IV, V, dan VI nama mata pelajaran IPA dan IPS tercantum dan
memiliki Kompetensi Dasar masing–masing. Untuk proses pembelajaran
Kompetensi Dasar IPA dan IPS, sebagaimana Kompetensi Dasar mata pelajaran
lain, diintegrasikan ke dalam berbagai tema. Oleh karena itu, proses
pembelajaran semua Kompetensi Dasar dari semua mata pelajaran terintegrasi
dalam berbagai tema.
Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat memuat Bahasa Daerah.
Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum
diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler SD IT Alam Harapan Ummat
Purbalingga antara lain Pramuka SIT (Wajib), dan Renang (swimming). Mata
pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya
dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata
pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh
pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah
daerah. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai
dengan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan tersebut

B. Muatan Kurikulum
Muatan Kurikulum 2013 SD IT Alam Harapan Ummat Purbalingga
meliputi sejumlah mata pelajaran yang kedalamanya merupakan beban belajar
bagi siswa pada satuan pendidikan. Muatan Kurikulum memuat sejumlah mata
pelajaran dan muatan lokal serta kegiatan pengembangan diri yang tidak
termasuk kepada struktur kurikulum dan diberikan di luar tatap muka. Di
samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke
dalam isi kurikulum.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan menegaskan bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan
pendidikan diuntungkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan semester
sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi yang dimaksud terdiri
atas kompetensi dasar dam kompensi inti.

1. Karakteristik Mata Pelajaran di SD


Kurikulum 2013 memiliki tujuan khusus untuk mempersiapkan generasi
baru dan penerus bangsa yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan

31
warga Negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta
mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara,
dan peradaban dunia.
Memperhatikan konteks global dan kemajemukan masyarakat Indonesia,
misi dan orientasi kurikulum 2013 diterjemahkan dalam praktik pendidikan
dengan tujuan khusus agar siswa memiliki kompetensi sebagai berikut: (1)
menguasai pengetahuan; (2) memiliki keterampilan atau kemampuan
menerapkan pengetahuan; (3) menumbuhkan sikap spiritual dan etika social
yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kompetensi sikap spiritual dan social dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya
sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan
dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap
dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Adapun karakteristik mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti adalah:
a. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan mata pelajaran yang
dikembangkan dari materi pokok pendidikan agama Islam (al-Qur’an dan
Hadis, aqidah, akhlak, fiqih dan sejarah peradaban Islam).
b. Ditinjau dari segi muatan pendidikannya, PAI dan Budi Pekerti merupakan
mata pelajaran pokok yang menjadi satu komponen yang tidak dapat
dipisahkan dengan mata pelajaran lain yang bertujuan untuk
pengembangan moral dan kepribadian peserta didik. Maka, semua mata
pelajaran yang memiliki tujuan tersebut harus seiring dan sejalan dengan
tujuan yang ingin dicapai oleh mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.
c. Diberikannya mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti bertujuan untuk
terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt.,
berbudi pekerti yang luhur (berakhlak yang mulia), dan memiliki
pengetahuan yang cukup tentang Islam, terutama sumber ajaran dan sendi-
sendi Islam lainnya, sehingga dapat dijadikan bekal untuk memelajari
berbagai bidang ilmu atau mata pelajaran tanpa harus terbawa oleh
pengaruh-pengaruh negatif yang mungkin ditimbulkan oleh ilmu dan mata
pelajaran tersebut. PAI dan Budi Pekerti adalah mata pelajaran yang tidak
hanya mengantarkan peserta didik dapat menguasai berbagai kajian
keislaman, tetapi PAI lebih menekankan bagaimana peserta didik mampu

32
menguasai kajian keislaman tersebut sekaligus dapat mengamalkannya
dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. Dengan
demikian, PAI dan Budi Pekerti tidak hanya menekankan pada aspek
kognitif saja, tetapi yang lebih penting adalah pada aspek afektif dan
psikomotornya.
d. Secara umum mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti didasarkan pada
ketentuan-ketentuan yang ada pada dua sumber pokok ajaran Islam, yaitu
al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad saw., juga melalui metode ijtihad
(dalil aqli), para ulama dapat mengembangkannya dengan lebih rinci dan
mendetail dalam kajian fiqih dan hasil-hasil ijtihad lainnya.
e. Tujuan akhir dari mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti adalah
terbentuknya peserta didik yang memiliki akhlak yang mulia (budi pekerti
yang luhur), yang merupakan misi utama diutusnya Nabi Muhammad saw
di dunia. Hal ini tidak berarti bahwa pendidikan Islam tidak
memperhatikan pendidikan jasmani, akal, ilmu, ataupun segi-segi praktis
lainnya, tetapi maksudnya adalah bahwa pendidikan Islam memperhatikan
segi-segi pendidikan akhlak seperti juga segi-segi lainnya.

Mata pelajaran yang diajarkan secara tematik yaitu:


1) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) membentuk
siswa menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah
air yang dijiwai oleh 4 substansi inti kebangsaan yaitu (1) Pancasila,
sebagai dasar Negara; (2) Undang Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 sebagai dasar hukum yang menjadi landasan
konstitusional kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; (3)
Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai bentuk final Negara
Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa dan tanah tumpah
darah Indonesia; (4) Bhinneka Tunggal Ika, sebagai wujud komitmen
keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang
utuh dan kohesif secara nasional.
Pembelajaran PPKn dilakukan dalam rangka mencapai
kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan ketrampilan.
Pengembangan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial
dilaksanakan melalui pembelajaran langsung (direct teaching).

33
Mata pelajaran kewarganegaraan diarahkan untuk
mengembangkan potensi peserta didik dalam bersikap sebagai warga
Negara termasuk keteguhan, komitmen, dan tanggung jawab. Sikap
sebagai warga Negara itu terbentuk dari pengetahuan kewarganegaraan
yang dipraktikkan dengan berpartisipasi menjalankan hak dan
kewajiban sebagai warga Negara.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan dapat dilihat pada lampiran Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016.

2) Bahasa Indonesia
Ruang lingkup Bahasa Indonesia di SD adalah menggunakan
bahasa secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik
secara lisan maupun tulis, menghargai dan bangga menggunakan
Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara dan
menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
Selain itu peserta didik dapat menggunakan bahasa Indonesia untuk
meningkatkan intelektual serta kematangan emosional dan sosial,
memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus
budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
berbahasa.
Pembelajaran Bahasa Indonesia dilakukan dalam rangka
mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap social, pengetahuan, dan
ketrampilan. Pengembangan kompetensi sikap spiritual dan sikap
social dilaksanakan melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching).
Mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan teks-teks
dengan muatan berisi materi IPA dan IPS pada kelas I s.d III.
Pemilihan teks-teks dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan
memperhatikan karakteristik peserta didik, mudah dipahami, dan dekat
dengan kehidupan sehari-hari peserta didik (kontekstual). Penekanan
mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk memberikan kemampuan
berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan secara efektif.
Kemampuan berkomunikasi ini mensyaratkan peserta didik untuk

34
mencari informasi di sekitarnya, melalui membaca buku, membaca
koran, mendengarkan berita, menonton video, dan lainnya.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan dapat dilihat pada lampiran Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016.

3) Matematika
Ruang lingkup Matematika SD ada tiga yaitu bilangan (bilangan
cacah, bulat, prima, pecahan, kelipatan, dan faktor, pangkat dan akar
sederhana), geometri dan pengukuran ((bangun datar dan bangun
ruang, hubungan antar garis, pengukuran (berat, panjang, luas, volume,
sudut, waktu, kecepatan, dan debit), letak dan koordinat suatu benda)),
serta statistika (menyajikan dan menafsirkan data tunggal) dalam
penyelesaian masalah kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran Matematika di SD diarahkan untuk mendorong
peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber, mampu merumuskan
masalah bukan hanya menyelesaikan

4) Ilmu Pengetahuan Alam


Tujuan Muatan Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebagai
berikut:
a. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
berdasarkan keberadaan, kehidupan dan keteraturan alam ciptaan-
Nya.
b. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA
yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
c. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang
adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA,
lingkungan, teknologi dan masyarakat.
d. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam
sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan.
e. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memlihara,
menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
f. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala
keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.

35
g. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA
sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPA
dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 22 Tahun 2006.

5) Ilmu Pengetahuan Sosial


Tujuan Muatan Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai
berikut:
a. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat dan lingkungannya.
b. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa
ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam
kehidupan sosial.
c. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
kemanusiaan.
d. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan
bekompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal,
nasional, dan global.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS
dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 22 Tahun 2006.

6) Seni Budaya dan Prakarya


Tujuan Muatan Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya :
a. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan prakarya.
b. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan prakarya.
c. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan prakarya.
d. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan prakarya dalam
tingkat lokal, regional, maupun global.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Seni
Budaya dan prakarya dapat dilihat pada lampiran Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.

36
7) Pendidikan Jasmani, Olahrga, dan Kesehatan
Tujuan muatan pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan sebagai berikut:
a. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya
pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola
hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang
terpilih.
b. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang
lebih baik.
c. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar.
d. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi
nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga
dan kesehatan.
e. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab,
kerjasama, percaya diri dan demokratis.
f. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri
sendiri, orang lain dan lingkungan.
g. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan
yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik
yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta
memiliki sikap yang positif.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran
Pendidikan Jasmani, Olahrga, dan Kesehatan dapat dilihat pada
lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun
2006.

8) Bahasa Jawa
Seiring dengan dinamika zaman yang terus bergerak menuju arus
globalisasi, keberadaan Bahasa dan Sastra Jawa dikhawatirkan akan
tergerus oleh nilai-nilai global. Oleh karena itu, SD Islam Terpadu
Alam Harapan Ummat menganggap penting adanya upaya pelestarian
dan pengembangan Bahasa dan Sastra Jawa sehingga peserta didik
dapat mengapresiasi, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai
Bahasa dan Sastra Jawa dalam kegiatan pembelajaran.
Tujuan mata pelajaran Bahasa Jawa yaitu:

37
a) Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai etika dan unggah-
ungguh yang berlaku baik secara lisan maupun tulis;
b) Menghargai dan bangga menggunakan Bahasa Jawa sebagai sarana
berkomunikasi dan sebagai lambing kebanggan dan identitas daerah;
c) Memahami Bahasa Jawa dan menggunakannya dengann tepat dan
kreatif untuk berbagai tujuan;
d) Menggunakan Bahasa Jawa untuk meningkatkan kemampuan
intelektual, serta kematangan emosional dan sosial;
e) Menikmati dan memanfaatkan karya sastra dan budaya Jawa untuk
memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan berbahasa;
f) Menghargai dan membanggakan sastra Jawa sebagai khasanah
budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Adapun ruang lingkup pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah
dasar mencakup komponen kemampuan berbahasa, kemampuan
bersastra, kemampuan berbudaya yang meliputi aspek-aspek menyimak
atau mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Pokok-pokok
kegiatan pembelajaran masing-masing aspek sebagai berikut: 1.
Menyimak: (1) mendengarkan kata, kalimat, paragraph wacana melalui
kaset, atau dibacakan; (2) pembahasan unsur-unsur kebahasaan dan
unggah-ungguh; (3) pembahasan isi cerita teks; (4) mengungkapkan
kembali isi cerita, menulis atau bercerita. 2. Berbicara: (1)
pengucapan lafal dan intonasi sesuai kaidah Bahasa Jawa; (2)
pemakaian ragam bahasa unggah-ungguh basa yang tepat sesuai
konteks dan situasi pembicara, lawan bicara, situasi resmi atau tidak
resmi, tempat dan sebagainya. 3. Membaca: (1) membaca cerita teks;
(2) pengucapan lafal dan intonasi sesuai kaidah umum baku Bahasa
Jawa; (3) pembahasan unsur-unsur kebahasaan dan unggah-ungguh; (4)
pembahasan isi bacaan; (5) mengungkapkan kembali isi cerita menulis
atau bercerita; (6) membaca tembang; (7) membaca Aksara Jawa. 4.
Menulis: (1) menulis kata, kalimat, paragraph wacana; (2) penggunaan
tulisan tegak bersambung; (3) penerapan ejaan yang sesuai dengan
kaidah penulisan Bahasa Jawa; (4) menulis Aksara Jawa.

38
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran
Bahasa Jawa dapat dilihat pada lampiran Peraturan Gubernur Jawa
Tengah Nomor 57 Tahun 2013.

2. Pengembangan Diri
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus
diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai
dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi
sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh
konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang yang dapat dilakukan dalam
bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan
melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri
pribadi dan kehidupan sosial belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
Penilaian pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif
seperti pada mata pelajaran. Tahapan Kegiatan Pengembangan Diri dilakukan
dengan cara :
a. Identifikasi
1) Daya dukung dan potensi
2) Bakat dan minat siswa.
b. Pemetaan
1) Jenis layanan pengembangan diri
2) Petugas yang melayani
3) Siswa yang dilayani
c. Program pecinta mata pelajaran dilakukan dengan cara penyusunan
Program (Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar yang dikembangkan,
Materi Pokok, Indikator, Kegiatan Pembelajaran, Alokasi Waktu,
Penilaian, dan Sumber Belajar).
1) Pelaksanaan ( Orentasi, pemantapan, pengembangan )
2) Monitoring Pelaksanaan
3) Penilaian ( terjadwal, terstruktur, kualitatif )
4) Analisis hasil penilaian (berbasis data, propesional, realitis, valid,
transparan dan akuntabel)
5) Pelaporan : Umum dalam format raport
Rinci dalam buku laporan pengembangan diri.

39
Adapun kegiatan-kegiatan pengembangan diri seperti :
a. Kegiatan Ektrakurikurer
Pengembangan diri yang dipilih berupa kegiatan ekstrakurikuler
meliputi beragam kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat siswa,
terdiri atas:
1) Ekstra Kurikuler Wajib: Pramuka SIT dan Renang
2) Ekstra Kurikuler Pilihan:
a) Kempo
b) Pencak Silat
c) Sepak Bola
d) Sepak Takraw
e) Panahan
f) Bola Volly
g) Unit Kesehatan Sekolah
h) Sains Club
i) Math Club
j) English Club
k) Seni Baca Tulis Al Qur’an
l) Jurnalistik
Adapun waktu pelaksanaan ekstra kurikuler tersajikan dalam tabel di
bawah ini:
Tabel 18
Jadwal Pelaksanaan Ekstra kurikuler (Ekskul)

Nama Ekskul Hari Kelas


1) Wajib
Pramuka SIT Jum’at 3, 4, 5
Renang Senin 3
Selasa 4
Rabu 5
Jum’at 2
2) Pilihan
Kempo Sabtu 3, 4, 5
Pencak Silat Sabtu 3, 4, 5
Sepak Bola Sabtu 3, 4, 5
Sepak Takraw Sabtu 3, 4, 5
Panahan Sabtu 3, 4, 5
Bola Volly Sabtu 3, 4, 5
Unit Kesehatan Sekolah Sabtu 3, 4, 5
Sains Club Sabtu 3, 4, 5
Math Club Sabtu 3, 4, 5

40
Nama Ekskul Hari Kelas
English Club Sabtu 3, 4, 5
Seni Baca Tulis Al Qur’an Sabtu 3, 4, 5
Jurnalistik Sabtu 3, 4, 5

b. Kegiatan Pembiasaan
Guna mengembangkan nilai religi, nilai-nilai sportifitas kehidupan
berbangsa dan bernegara pembentukan karakter siswa dilakukan melalui :
1) Pembiasaan Rutin
Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler, baik di kelas
maupun di sekolah. Pembentukan karakter melalui pembiasaan dalam
kegiatan rutin di SD IT Alam Harapan Ummat Purbalingga adalah
sebagai berikut:
a) Sholat berjamaah
b) Upacara bendera setiap hari senin
c) Berdoa sebelum dan sesudah belajar
d) Membaca dzikir pagi dan petang
e) Pemeriksaan kebersihan badan serta pakaian sebelum masuk kelas
f) Membersihkan kelas serta halaman sebelum dan sesudah belajar
g) Membaca buku di perpustakaan

2) Terprogram
Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada
tingkat kelas maupun tingkat sekolah. Kegiatan yang terprogram dan
waktu pelaksanaannya meliputi:
a) Tahfidz dan tahsin Al Qur’an, setiap hari.
b) Bina Pribadi Islami setiap hari Jum’at
c) Peringatan Hari Besar Islam
d) Pekan Olah Raga Seni Sains dan Al Qur’an, semester 1.
e) Peringatan Hari Besar Nasional
f) Outing (setelah akhir tema)
g) Outbound (per 2 pekan dan per semester)
h) MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) (per semester)

41
3) Spontan
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja, tanpa dibatasi
oleh ruang.
a) Membiasakan memberi salam
b) Membiasakan membuang sampah pada tempatnya
c) Membiasakan antri
d) Membiasakan membantu teman yang kena musibah
e) Berdiskusi dengan baik dan benar
f) Operasi Semut
g) Melapor jika menemukan barang yang berharga
h) Penggalangan dana korban bencana.

c. Kegiatan Keteladanan
Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja
yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola
pendidikan yang lain kepada siswanya.
1) Membudayakan kebersihan dan kesehatan pada semua warga sekolah
2) Mentaati tata tertib yang berlaku di sekolah
3) Memberi contoh berpakaian rapih dan bersih
4) Memberi contoh tepat waktu dalam segala hal
5) Memberi contoh berpenampilan sesuai syariat Islam
6) Memberi contoh ucapan yang baik
7) Memberi contoh penampilan sederhana
8) Menanamkan budaya membaca
9) Memberi contoh tidak merokok dilingkungan sekolah
10) Memuji hasil kerja siswa yang baik

d. Kegiatan Nasionalisme dan Patriotisme


1) Peringatan Hari Kemerdekaan RI
2) Peringatan Hari Pahlawan
3) Peringatan Hari Pendidikan Nasional
4) Peringatan Hari Bumi
5) Peringatan Hari Anak Nasional
6) Peringatan Hari Sumpah Pemuda
7) Peringatan Hari Guru Nasional
8) Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

42
9) Peringatan Hari Ibu
10) Peringatan Hari Kartini

3. Beban Belajar
Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa
belajar selama satu semester. Beban belajar di SD IT Alam Harapan Ummat
Purbalingga kelas I, II, dan III masing-masing 40, 42, dan 48 sedangkan untuk
kelas IV, V, dan VI masing-masing 50 jam setiap minggu. Jam belajar SD IT
Alam Harapan Ummat Purbalingga adalah 35 menit. Kompetensi Dasar Sekolah
Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) 3 Dengan adanya tambahan jam belajar ini
dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki keleluasaan waktu
untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi siswa aktif. Proses
pembelajaran siswa aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses
pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk
mengamati, menanya, mengasosiasi, dan berkomunikasi. Proses pembelajaran
yang dikembangkan menghendaki kesabaran guru dalam mendidik peserta didik
sehingga mereka menjadi tahu, mampu dan mau belajar dan menerapkan apa
yang sudah mereka pelajari di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya.
Selain itu bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian
proses dan hasil belajar.

Tabel 19
Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka Keseluruhan
Satu jam Minggu
Jumlah jam
pembelajaran Efektif Waktu pembelajaran per
Kelas pembelajaran
tatap per tahun tahun
Per Minggu
muka/menit ajaran
1520 jam pembelajaran
1 35 40 38
(53200 menit)
1596 jam pembelajaran
2 35 42 38
(55860 menit)
1824 jam pembelajaran
3 35 48 38
(63840 menit)
1900 jam pembelajaran
4 35 50 38
(66500 menit)
1900 jam pembelajaran
5 35 50 38
(66500 menit)
1900 jam pembelajaran
6 35 50 38
(66500 menit)

43
Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak berstruktur
maksimum 40% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran
yang bersangkutan.
Contoh mata pelajaran IPA dalam satu minggu 4 jam pelajaran
Untuk tatap muka 60 %
Contoh perhitungan pemberian tugas.
4 x 35 menit = 140 menit maka 40% penugasan yaitu 40% x 140 menit = 56
menit jadi untuk pemberian tugas hanya 56 menit per minggu.
Alokasi waktu untuk praktek, dua jam kegiatan praktek di sekolah stara
dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktek di luar sekolah setara dengan
dua jam tatap muka.
Alokasi untuk pengembangan ekspresi dan potensi disesuaikan dengan
jenis pengembangan yang di pilih.

4. Penilaian
Sesuai Permendikbud Nomor 23 Tahun 2018 tentang Standar Penilaian
pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk
mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian otentik,
penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, penilaian harian, penilaian tengah
semester, penilaian akhir semester, penilaian akhir tahun, ujian tingkat
kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian
sekolah/madrasah,

5. Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu
pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0% s/d
100%. Kriteria ideal ketuntasan belajar untuk masing-masing indikator adalah
75%. Sekolah harus menentukan kriteria ketuntasan belajar minimal dengan
mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata siswa serta kemampuan
sumber daya pendukung dalam menyelenggarakan pembelajaran. Sekolah
secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusakan peningkatan kriteria
ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan belajar ideal.
Ketuntasan belajar setiap mata pelajaran disesuaikan dengan kompleksitas,
esensial intake siswa, dan saran prasarana. Adapun Standar Hasil Belajar/SKBM

44
SD IT Alam Harapan Ummat Purbalingga Tahun Pelajaran 2019/2020 adalah
sebagai berikut :

Tabel 20
Standar Hasil Belajar/SKBM
SKBM
No Mata Pelajaran
Angka Huruf
Kelompok A
Pendidikan Agama dan Budi
1 70 Tujuh puluh
Pekerti
Pendidikan Pancasila dan
2 70 Tujuh puluh
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 70 Tujuh puluh
4. Matematika 70 Tujuh puluh
5. Ilmu Pengetahuan Alam 70 Tujuh puluh
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 70 Tujuh puluh
Kelompok B
7. Seni Budaya dan Prakarya 70 Tujuh puluh
Pendidikan Jasmani, Olahraga,
8. 70 Tujuh puluh
dan Kesehatan
9. Bahasa Jawa 70 Tujuh puluh
10. Bahasa Arab 70 Tujuh puluh

5. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

a) Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran.
Kriteria kenaikan kelas SD IT Alam Harapan Ummat Purbalingga sebagai
berikut :
1) Siswa sudah menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan
kriteria ketuntasan belajar minimal pada semua Standar Kompetensi
Dasar dan indikator.
2) Kehadiran siswa minimal 75%
3) Perilaku, sikap dan budi pekerti kriteria baik.

b) Kelulusan
Sesuai dengan ketentuan PP.19/2005 Pasal 72 Ayat (1),siswa
dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dasar setelah :

45
1) Siswa menyelesaikan seluruh program pembelajaran dengan kriteria
ketuntasan belajar minimal pada semua Kompetensi Dasar (KD),
Kompetensi Inti (KI) dan Indikator semua mata pelajaran.
2) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh
mata pelajaran, kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
kelompok kewarganegaraan dan kepribaduian, kelompok mata
pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani olahraga
dan kesehatan.
3) Persentase kehadiran minimal 75%
4) Lulus Ujian Sekolah

6. Pendidikan Kecakapan Hidup


a) Kurikulum untuk SD IT Alam Harapan Ummat Purbalingga, memasukkan
pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi,
kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional.
b) Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian integral dari
pendidikan semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang
direncanakan secara khusus.
c) Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan
pendidikan yang bersangkutan dan/atau dari satuan pendidikan formal lain
dan/atau nonformal.

7. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global


a) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang
memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam
aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi,
ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan
kompetensi peserta didik.
b) Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan
pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
c) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian
dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan
lokal.
d) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari
satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan nonformal.

46
47
BAB IV
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

A. Kompetensi Inti
Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi Standar
Kompetensi Lulusan dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh peserta
didik yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau
jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang
dikelompokkan ke dalam aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang harus
dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian
hard skills dan soft skills.
Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising
element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti
merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal
Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah keterkaitan
antara konten Kompetensi Dasar satukelas atau jenjang pendidikan ke
kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu
akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari peserta didik.
Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara kontenKompetensi Dasar satu
mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang
berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi
proses saling memperkuat.
Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu
berkenaan dengan sikap keagamaan (Kompetensi Inti 1), sikap sosial
(Kompetensi Inti 2), pengetahuan (Kompetensi Inti 3), dan penerapan
pengetahuan (Kompetensi Inti 4). Keempat kelompok itu menjadi acuan dari
Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran
secara integratif. Kompetensi yangberkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial
dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta
didik belajar tentang pengetahuan (Kompetensi Inti 3) dan penerapan pengetahuan
(Kompetensi Inti 4).

Tabel 20

48
Kompetensi Ini Kelas I,II,III
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI
KELAS I DAN KELAS II KELAS III
1. Menerima dan menjalankan ajaran 1. Menerima dan menjalankan ajaran
agama yang dianutnya agama yang dianutnya

2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin,


tanggung jawab, santun, peduli, dan tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan percaya diri dalam berinteraksi dengan
keluarga, teman, dan guru keluarga, teman, tetangga, dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan 3. Memahami pengetahuan faktual dengan
cara mengamati [mendengar, melihat, cara mengamati [mendengar, melihat,
membaca] dan menanya berdasarkan rasa membaca] dan menanya berdasarkan
ingin tahu tentang dirinya, makhluk rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan
benda-benda yang dijumpainya di rumah benda-benda yang dijumpainya di
dan di sekolah rumah, sekolah, dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam
bahasa yang jelas dan logis, dalam karya bahasa yang jelas, logis, dan sistematis,
yang estetis, dalam gerakan yang dalam karya yang estetis dalam gerakan
mencerminkan anak sehat, dan dalam yang mencerminkan anak sehat, dan
tindakan yang mencerminkan perilaku dalam tindakan yang mencerminkan
anak beriman dan berakhlak mulia. perilaku anak beriman dan berakhlak
mulia.

49
Tabel 21
Kompetensi Inti Kelas IV,V,VI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI
KELAS IV KELAS V DAN VI
1. Menerima, menghargai, dan 1. Menerima, menghargai, dan
menjalankan ajaran agama yang menjalankan ajaran agama yang
dianutnya . dianutnya.

2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin,


tanggung jawab, santun, peduli, dan tanggung jawab, santun, peduli, percaya
percaya diri dalam berinteraksi dengan diri, dan cinta tanah air dalam
keluarga, teman, tetangga, dan guru. berinteraksi dengan keluarga, teman,
tetangga, dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan 3. Memahami pengetahuan faktual dan
cara mengamati [mendengar, melihat, konseptual dengan cara mengamati
membaca] dan menanya berdasarkan dan mencoba [mendengar, melihat,
rasa ingin tahu tentang dirinya, membaca] serta menanya berdasarkan
makhluk ciptaan Tuhan dan rasa ingin tahu secara kritis tentang
kegiatannya, dan benda-benda yang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
dijumpainya di rumah, sekolah, dan kegiatannya, dan benda-benda yang
tempat bermain. dijumpainya di rumah, sekolah, dan
tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam 4. Menyajikan pengetahuan faktual dan
bahasa yang jelas, logis, dan sistematis, konseptual dalam bahasa yang jelas,
dalam karya yang estetis dalam gerakan logis, dan sistematis, dalam karya yang
yang mencerminkan anak sehat, dan estetis dalam gerakan yang
dalam tindakan yang mencerminkan mencerminkan anak sehat, dan dalam
perilaku anak beriman dan berakhlak tindakan yang mencerminkan perilaku
mulia. anak beriman dan berakhlak mulia.

50
B. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk
setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah
konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan
yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik.
Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta
didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Mata pelajaran
sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan
tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi
hanya pada filosofi esensialisme dan perenialisme. Mata pelajaran dapat dijadikan
organisasi konten yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu atau non
disiplin ilmu yang diperbolehkan menurut filosofi rekonstruksi sosial, progresif
atau pun humanisme. Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah
eklektik seperti dikemukakan di bagian landasan filosofi maka nama mata
pelajaran dan isi mata pelajaran untuk kurikulum yang akan dikembangkan tidak
perlu terikat pada kaidah filosofi esensialisme dan perenialisme.
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk
setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar SD/MI
untuk setiap mata pelajaran tercantum pada Lampiran yang mencakup: Pendidikan
Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni
Budaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, serta
Daftar Tema dan Alokasi Waktunya.

51
BAB V
PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU,
PENDEKATAN SAINTIFIK DAN PENILAIAN AUTENTIK

A. PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATED (TERPADU)


Kurikulum SD IT Alam Harapan Ummat Purbalingga menggunakan
pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI.
Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang
mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam
berbagai tema.
Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap,
keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi
berbagai konsep dasar yang berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep
dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan
demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada peserta didik
seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia.
Dalam pembelajaran tematik integratif, tema yang dipilih berkenaan
dengan alam dan kehidupan manusia. Untuk kelas I, II, dan III, keduanya
merupakan pemberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran PPKn,
Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta Pendidikan
Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Di sinilah Kompetensi Dasar dari IPA dan
IPS yang diorganisasikan ke mata pelajaran lain memiliki peran penting sebagai
pengikat dan pengembang Kompetensi Dasar mata pelajaran lainnya.
Dari sudut pandang psikologis, peserta didik belum mampu berpikir
abstrak untuk memahami konten mata pelajaran yang terpisah kecuali kelas IV,
V, dan VI sudah mulai mampu berpikir abstrak. Pandangan psikologi
perkembangan dan Gestalt memberi dasar yang kuat untuk integrasi
Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dalam pembelajaran tematik. Dari
sudut pandang transdisciplinarity maka pengotakan konten kurikulum secara
terpisah ketat tidak memberikan keuntungan bagi kemampuan berpikir
selanjutnya.
Di bawah ini adalah tema-tema yang telah disiapkan untuk peserta didik
Sekolah Dasar kelas I, II, IV dan V pada Kurikulum 2013.

Tabel 22
Tema-Tema di Sekolah Dasar

52
KELAS I KELAS IV
1. Diriku 1. Indahnya Kebersamaan
2. Kegemaranku 2. Selalu Berhemat Energi
3. Kegiatanku 3. Peduli Makhluk Hidup
4. Keluargaku 4. Berbagai Pekerjaan.
5. Pengalamanku 5. Menghargai Jasa Pahlawan
6. Lingkungan Bersih dan Sehat 6. Indahnya Negeriku
7. Benda, Binatang dan Tanaman di 7. Cita-citaku
Sekitar 8. Daerah Tempat Tinggalku
8. Peristiwa alam 9. Makanan Sehat dan Bergizi

KELAS II KELAS V
1. Hidup Rukun 1. Benda-benda di Lingkungan Sekitarku
2. Bermain di Lingkunganku 2. Peristiwa dalam Kehidupan
3. Tugasku Sehari-hari 3. Kerukunan dalam bermasyarakat
4. Aku dan Sekolahku 4. Sehat itu Penting
5. Hidup Bersih dan Sehat 5. Bangga sebagai Bangsa Indonesia
6. Air, Bumi, dan Matahari 6. Organ Tubuh Manusia dan Hewan
7. Merawat Hewan dan Tumbuhan 7. Sejarah Peradaban Indonesia
8. Keselamatan di Rumah dan 8. Ekosistem
Perjalanan 9. Akrab dengan Lingkungan

KELAS III KELAS VI


1. Pertumbuhan dan Perkembangan 1. Selamatkan Makhluk Hidup
Makhluk Hidup 2. Persatuan dalam Perbedaan
2. Menyayangi Tumbuhan dan 3. Tokoh dan Penemuan
Hewan 4. Globalisasi
3. Benda di Sekitarku 5. Wirausaha
4. Kewajiban dan Hakku 6. Menuju Masyarakat Sejahtera
5. Cuaca 7. Kepemimpinan
6. Energi dan Perubahannya 8. Bumiku
7. Perkembangan Teknologi 9. Menjelajah Luar Angkasa
8. Praja Muda Karana
Berdasarkan Standar Mutu SIT, keterpaduan pembelajaran juga
memadukan pendidikan aqliyah, ruhiyah, dan jasadiyah. Sekolah Islam terpadu
merupakan sekolah yang mengimplementasikan konsep pendidikan Islam

53
berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah, yang dalam aplikasinya pendekatan
dalam pembelajarannya memadukan pendidikan agama dan umum menjadi satu
kesatuan yang tidak terpisahkan. Pelajaran umum dibingkai dengan pijakan,
pedoman, dan panduan Islam. Sementara pelajaran agama diperkaya dengan
pendekatan konteks kekinian, kemanfaatan, dan kemaslahatan.
Di samping itu, dalam SIT ditekankan keterpaduan dalam metode
pembelajaran sehingga dapat mengoptimalkan ranah kognitif, afektif, dan
konatif. Implikasinya, metode ini menuntut pengembangan pendekatan proses
pembelajaran yang kaya, variatif, dan menggunakan media serta sumber belajar
yang luas dan luwes.

B. PENDEKATAN SAINTIFIK (ILMIAH)


Menurut Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV, proses
pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu:

1. Mengamati;

2. Menanya;

3. Mengumpulkan informasi/eksperimen;

4. Mengasosiasikan/mengolah informasi; dan

5. Mengkomunikasikan.

Kelima pembelajaran pokok tersebut dapat dirinci dalam berbagai kegiatan


belajar sebagaimana tercantum dalam tabel berikut:

Tabel 23
Keterkaitan antara Langkah Pembelajaran dengan Kegiatan Belajar dan Maknanya

Langkah Kompetensi yang


Kegiatan Belajar
Pembelajaran Dikembangkan
Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat Melatih kesungguhan,
(tanpa atau dengan alat) ketelitian, mencari informasi

54
Langkah Kompetensi yang
Kegiatan Belajar
Pembelajaran Dikembangkan
Menanya Mengajukan pertanyaan tentang informasi Mengembangkan kreativitas,
yang tidak dipahami dari apa yang diamati rasa ingin tahu, kemampuan
atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi merumuskan pertanyaan
tambahan tentang apa yang diamati untuk membentuk pikiran
kritis yang perlu
(dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke
pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk hidup cerdas dan
belajar sepanjang hayat
Mengumpulkan - melakukan eksperimen Mengembangkan sikap teliti,
informasi/ jujur,sopan, menghargai
- membaca sumber lain selain buku teks
eksperimen pendapat orang lain,
- mengamati objek/ kejadian/ kemampuan berkomunikasi,
menerapkan kemampuan
- aktivitas
mengumpulkan informasi
- wawancara dengan narasumber melalui berbagai cara yang
dipelajari, mengembangkan
kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.
Mengasosiasikan/ - mengolah informasi yang sudah Mengembangkan sikap jujur,
dikumpulkan baik terbatas dari hasil teliti, disiplin, taat aturan,
mengolah
kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau kerja keras, kemampuan
informasi
pun hasil dari kegiatan mengamati dan menerapkan prosedur dan
kegiatan mengumpulkan informasi. kemampuan berpikir induktif
serta deduktif dalam
- Pengolahan informasi yang dikumpulkan
menyimpulkan .
dari yang bersifat menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang memiliki pendapat
yang berbeda sampai kepada yang
bertentangan.
Mengkomunikasi Menyampaikan hasil pengamatan, Mengembangkan sikap jujur,
kan kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara teliti, toleransi, kemampuan
lisan, tertulis, atau media lainnya berpikir sistematis,
mengungkapkan pendapat
dengan
singkat dan jelas, dan
mengembangkan kemampuan
berbahasa yang baik dan
benar.

C. PENILAIAN AUTENTIK (RESPONSIF)


Dalam rangka melaksanakan penilaian autentik yang baik, guru harus
memahami secara jelas tujuan yang ingin dicapai. Untuk itu, guru harus
bertanya pada diri sendiri, khususnya berkaitan dengan: (1) sikap, pengetahuan
dan keterampilan apa yang akan dinilai; (2) fokus penilaian akan dilakukan,
misalnya, berkaitan dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan; dan (3)

55
tingkat pengetahuan apa yang akan dinilai, seperti penalaran, memori, atau
proses. Bentuk-Bentuk Penilaian Autentik Yang Di Kembangkan

1. Penilaian Sikap

a. Observasi

b. Penilaian Diri

c. Penilaian Antarteman

d. Jurnal Catatan Guru

2. Penilaian Pengetahuan

a. Tes Tulis

b. Tes Lisan

c. Penugasan

3. Penilaian Keterampilan

a. Penilaian Kinerja

b. Penilaian Proyek

c. Penilaian Portopolio

56
BAB VI
KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran


peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran,
minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program di sekolah
menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran,
minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan
waktu belajar di sekolah/madrasah mengacu kepada Standar isi dan disesuaikan
dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah/madrasah, kebutuhan perserta
didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah daerah.
Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun
kalender pendidikan sebagai berikut :
a. permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran
pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun
pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan
berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.
b. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk
setiap tahun pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanya
minggu efektif belajar sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.
c. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran untuk setiap
minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran
termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan
diri.
d. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
pembelajaran terjadwal. Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal
yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah Tingkat
Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat
menetapkan hari libur khusus.
e. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur
akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-
hari besar nasional, dan hari libur khusus.

57
f. Libur jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran
digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun.
g. Sekolah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan
lebih panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi
jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.
h. Bagi sekolah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan waktu
secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif.
i. Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang
dan jenis pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah
Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota
Kalender Pendidikan SD IT Alam Harapan Ummat Purbalingga disusun
dengan berpedoman kepada kalender Pendidikan Nasional yang disesuaikan
dengan program sekolah.

Tabel 24
Perhitungan Hari Efektif Belajar Semester I
Hari
Smt Bulan
Minggu Libur Efektif Jumlah
Juli2019 1 3 8 11
Agustus2019 4 9 22 31
September 2019 4 9 21 30
I
Oktober 2019 4 10 21 31
November 2019 4 9 21 30
Desember2019 1 3 5 8
Jumlah 18 43 98 141

Tabel 25
Perhitungan Hari Efektif Belajar Semester II

Hari
Smt Bulan
Minggu Libur Efektif Jumlah
Januari 2020 4 9 22 31
II
Februari 2020 4 9 20 29

58
Maret 2020 4 10 21 31
April 2020 4 9 21 30
Mei 2020 4 21 10 31
Juni 2020 1 5 14 19
Jumlah 20 63 108 171

59
BAB VII

PENUTUP

Seperti telah diuraikan pada awal pendahuluan bahwa fungsi Pendidikan


Budaya dan Karakter Bangsa selain mengembangkan dan memperkuat potensi
pribadi juga menyaring pengaruh dari luar yang akhirnya dapat membentuk karakter
peserta didik yang dapat mencerminkan budaya bangsa Indonesia. Upaya
pembentukan karakter sesuai dengan budaya bangsa ini tentu tidak semata-mata
hanya dilakukan di sekolah melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar baik
melalui mata pelajaran maupun serangkaian kegiatan pengembangan diri yang
dilakukan di kelas dan luar sekolah. Pembiasaan-pembiasan (habituasi) dalam
kehidupan, seperti: religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras, cinta damai,
tanggung-jawab, dsb. perlu dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga sampai
dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. Nilai-nilai tersebut tentunya perlu
ditumbuhkembangkan yang pada akhirnya dapat membentuk pribadi karakter peserta
didik yang selanjutnya merupakan pencerminan hidup suatu bangsa yang besar.
Pedoman yang disusun ini lebih diperuntukkan kepada kepala sekolah.
Pembentukan budaya sekolah (school culture) dapat dilakukan oleh sekolah melalui
serangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembelajaran yang lebih berorientasi
pada peserta didik, dan penilaian yang bersifat komprehensif. Perencanaan di tingkat
sekolah pada intinya adalah melakukan penguatan dalam penyusunan kurikulum di
tingkat sekolah (Kurikulum 2013), seperti menetapkan visi, misi, tujuan, struktur
kurikulum, kalender akademik, dan penyusunan silabus. Keseluruhan perencanaan
sekolah yang bertitik tolak dari melakukan analisis kekuatan dan kebutuhan sekolah
akan dapat dihasilkan program pendidikan yang lebih terarah yang tidak semata-mata
berupa penguatan ranah pengetahuan dan keterampilan melainkan juga sikap
perilaku yang akhirnya dapat membentuk akhlak budi luhur.
Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa bukan merupakan mata pelajaran
yang berdiri sendiri atau merupakan nilai yang diajarkan, tetapi lebih kepada upaya
penanaman nilai-nilai baik melalui mata pelajaran, program pengembangan diri
maupun budaya sekolah. Peta nilai dan indikator yang disajikan dalam naskah ini
merupakan contoh penyebaran nilai yang dapat diajarkan melalui berbagai mata
pelajaran sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) dan Kompetensi Inti (KI) yang
terdapat dalam standar isi (SI). Begitu pula melalui program pengembangan diri,
seperti kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan, keteladanan, pengkondisian.

60
Perencanaan pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ini perlu
dilakukan oleh semua pemangku kepentingan di sekolah yang secara bersama-sama
sebagai suatu komunitas pendidik diterapkan ke dalam kurikulum sekolah yang
selanjutnya diharapkan menghasilkan budaya sekolah.
Penyempurnaan pedoman ini akan terus menerus dilanjutkan seiring dengan
kompleksnya permasalahan pendidikan terutama dalam pembentukan budaya dan
karakter bangsa. Penyajian pembelajaran yang bernuansa belajar aktif dengan
muatan budaya dan karakter bangsa perlu menjadi perhatian terutama dalam
membelajarkan peserta didik. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun
sangat kami harapkan dari semua pihak pemerhati, pelaksana pendidikan untuk
kesempurnaan yang akhirnya dapat memberikan pencerahan pelaksanaan di tingkat
sekolah. Selanjutnya diharapkan kualitas produk peserta didik yang memiliki ahklak
budi mulia sebagai pencerminan bangsa yang besar.

61
LAMPIRAN

62
63

Anda mungkin juga menyukai