Perbedaan Ra, Oa, Gout
Perbedaan Ra, Oa, Gout
Perbedaan Ra, Oa, Gout
Anamnesis Stadium arthritis gout akut Radang sendi (merah,bengkak,nyeri), Usia > 50 tahun
Timbul dalam waktu cepat, umumnya meyerang sendikecil dan >4 Nyeri sendi , bertambah dengan
pasien tidur tanpa ada gejala, sendi (poliartikular) serta simetri gerakan dan sedikit berkurang
saat bangun pagi terasa sakit Kaku pada pagi hari, berlangsung >1 dengan istirahat
yang hebat dan tidak dapat jam atau membaik dengan istirahat Seirig bertambah yeriterdapat
berjalan. Terdapat gejala seperti kelemahan, hambatan gerakan pada sendi
Bersifat monoartikuler dengan kelelahan, anoreksia, dan demam Kaku pada sendi setelah imobilitas,
keluhan : nyeri, bengkak, terasa ringan duduk di kursi atai dimobil dalam
hangat, merah, dengan gejala AR dini, timbul gejala waktu lama,setelah bangun tidur
sistemik berupa demam, polindromicrheumatism dan Rasa gemeretak, kadang- kadang
menggigil, merasa lelah. pauciarticularrheumatism terdengar, pada sendi yg sakit.
Lokasi tersering : MTP-1 Pincang saat berjalan, karena
(padogra) berkurangnya fungsi sendi
Stadium interkritikal
Kelanjutan stadium akut, terjadi
periode interkritik asimtomatik
Secara klinis tidak didapatkan
tanda-tanda radang akut, pada
spirasi sendi ada kristal urat.
Keadaan tanpa gejala bisa
muncul beberapa kali/tahun,
atau bias sampai 10 tahun
tanpa serangan akut.
Jika terjadi serangan akut dapat
mengenai pergelangan tangan
dan kaki, lutut, dan siku.
Tanpa penanganan yang baik:
dapat timbul serangan akut
lebih sering, dan dapat
berlanjut menjadi stadium
menahun dengan pembentuka
tofi.
Stadium arthritis gout menahun
Terjadi arthritis gout kronis
yang ditandai dengan destruksi
kronis beberapa sendi yg telah
sering mengalami serangan
akut
Inflamasi ringan pada sendi
Deformitas sendi
Terdapat tofi
Muncul biasanya 5 tahun
setelah serangan akut pertama
Kadang- kadang disertai batu
saluran kemih dan penyakit
ginjal menahun
Pemeriksaan 1. Terdapat tanda –tanda Artikular : 1. terjadi hambatan gerak, karena
fisik inflamasi : eritema, hangat, 1. Tanda inflamasi pada sendi, umumnya sendi hanya bias digoyangkan dan
bengkak, nyeri tekan, tanda sendi metakarpofalangeal, menjadi kontraktur, bisa semua
deformitas sendi dan muncul pergelangan tangan, arah gerakan atau satu arah
tofi. daninterfalangvproksimal gerakan
2. Biasanya terkena pada tungkai 2. Deformitas sendi (deformitas leher 2. terdengarnya krepitasi karena
bawah, umumnya angsa,bautonniere, kunci piano, gesekan 2 sendi saat berjalan atau
metatarsofalangeal-1 deviasi ulna,z-thumbsdll) digerakkan secara pasif
3. Ada tanda-tanda penyakit 3. Ankilosis sendi 3. bengkak pada sendi
sekunder lain: anemia, Ekstra Artikular 4. perubahan bentuk, atau
pembesaran organ limfoid, 1. Nodul rheumatoid deformitas sendi yang permanen
kelainan kardiovaskuler, 2. Skleritis, episkleritis 5. perubahan gaya berjalan
kelainan ginjal. 3. Kelainan pada pemeriksaan paru dan
atau jantung
4. Splenomegali
5. vaskulitis
Pemeriksaan 1) pemeriksaan darah rutin, asam 1) Darah perifer lengkap : anemia, 1) Radiografi :
penunjang urat, kreatinin trombositosis Penyempitam sendi yg
2) ekskresi asam urat urin 24 jam 2) Rheumatoidfactor (RF), anti- asimetris (lebih berat pd
3) bersihan kreatinin cycliccitrullinatedpeptide antibodi sendi yg menanggung
4) radiologis sendi (jika perlu) (ACPA/anti CCP/anti CMV) beban)
3) Laju endap darah dan C-reactive Peningkatan densitas
protein menjngkat Kista tulang
4) Fungsi hati dan fungsi ginjal Osteifit pada pinggir snedi
meningkat Perubahan struktur
5) Analisis cairan sendi (leukosit > 2.000/ anatomi sendi
mm³) 2) Laboratorium :
6) Radiologi (foto polos/sUSGDoppler) : Tidak terlalu membantu
gambaran dini berupa pembengkakan diagnosis
jaringan lunak, diikuti osteoporosis Darah tepi dbn
juxta-artikular dan erosi padabare Pemeriksaan imunoligis
area tulang. (ANA, factor rheumatoid,
7) Biopsi sinovium/nodulrheumatoid komplemen) dbn
Jika OA disertai
peradangan bisa ada
penurunan viskositas,
peningkatan ringan sel
peradangan (<8000/m),
peningkatan protein